Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 39 : Pergerakan


__ADS_3

"Sayang sekali, padahal kekuatannya cukup lumayan."


Untuk menyiasati area bos yang kosong Earlene menciptakan golem raksasa yang secara otomatis menyerang siapapun yang memasuki tempat ini. Sampai saat itu tiba dia akan tidur sampai dibutuhkan.


Earlene kembali ke lantai pertama dan hampir semua monster menjauhinya karena insting, di lantai pertama ia menciptakan sebuah gerbang yang akan terhubung ke kota Hantu.


Dan beberapa hari kemudian Earlene meminta Theresia dan Diablo untuk melatih para bawahan yang terdiri dari Half-elf dan manusia, sementara Agil dan Asmiranda bisa mulai memasuki ruang bawah tanah untuk mereka berlatih.


Semuanya berjalan dengan baik seperti Earlene pikirkan, ketika dia duduk di kursi di asramanya Testa muncul dari jendela.


"Nona Earlene."


"Bagaimana?"


"Sesuai yang ada katakan Eligor mendapatkan perintah untuk membunuh Anda, dia bahkan menerima banyak uang dari para bangsawan untuk bersenang-senang seperti mengunjungi rumah bordil, menyewa beberapa orang untuk berbohong sebagai petualang terbaik, dan juga melakukan kejahatan lainnya."


"Heh! Menarik, jadi reputasinya hanya dibuat-buat kah."


Earlene meminum gelas anggur di tangannya selanjutnya menyeringai senang, Testa sesaat melihat bayangan miliknya menyerupai iblis mengerikan.


"Panggil Alpha dan Delta juga aku memiliki pekerjaan untuk kalian," hanya beberapa kalimat itu rasa merinding menjalar di tubuh Testa.


Earlene meregangkan tangannya seperti kucing tidur selagi menempatkan tangan di meja, pihak Jerman sudah lebih dulu menyerang wilayahnya dan sekarang Theresia mungkin sedang bertarung dengan mereka.


Sesuatu dijatuhkan di sampingnya hingga dia membuka matanya. Baru saja Arthur meletakan minuman kaleng di sana.


"Aku yang traktir."

__ADS_1


"Kau? Jangan bilang kau menyukaiku?"


"Kurasa kita bisa jadi pasangan."


Tubuh Earlene gemetaran, walau secara lahir mereka pria dan wanita tetap saja didalamnya hanya pria.


"Jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu."


"Aku cuma bercanda, ini ucapan terima kasih dariku. Aku senang bisa melihat Ibuku tersenyum lagi."


"Ah, jadi soal itu...aku menerimanya."


Earlene minum seperti pria dan menghembuskan nafas panjang setelahnya. Bellina muncul dengan tatapan tajam.


"Kau ini pengawalku, kenapa kau begitu dekat dengan musuh?"


"Apa aku dianggap musuh sekarang?"


"Aku juga bisa menuntutmu karena membanting gadis kecil yang tak berdaya."


"Hah! Gadis kecil tak berdaya yang bisa menjatuhkanku."


"Aku hanya ingin berpetualang di tubuhmu."


"Akan kubunuh lain kali."


Alih-alih pergi, Bellina duduk di depan Earlene dan mengambil minumannya.

__ADS_1


"Itu minumanku."


"Aku anggap ini permintaan maafmu."


"Apa kau tahu itu artinya kita baru berciuman tidak langsung."


Air cola menyembur ke wajah Earlene.


"Apa?"


"Lupakan saja aku cuma asal bicara."


Earlene sedikit menyesal mengatakannya yang mana membuat wajahnya sekarang basah. Arthur memberikan sapu tangan padanya dan duduk di sebelah Bellina.


"Kursi kalian bukan di sini."


"Aku akan meminta diganti, mulai sekarang aku dan Arthur akan secara terus menerus mengawasimu... aku tidak tahu tapi rasanya aku tidak bisa membiarkanmu bebas berkeliaran di akademi."


Earlene mengalihkan pandangan ke arah Arthur yang dengan ringan mengangkat tangannya tak tahu menahu soal semua ini.


Ketika Earlene mau protes kericuhan yang lain lebih dulu membuat semua orang teralihkan.


Seorang murid baru saja masuk ke kelas dengan tergesa-gesa disusul satu orang lagi.


"Ada berita mengejutkan, para bangsawan telah kerampokan pencuri, uang mereka digasak habis."


Satu orang lagi melanjutkan.

__ADS_1


"Bukan hanya itu, Eligor Han ternyata seorang kriminal, dia juga menyuap guild agar bisa membuat namanya menjadi baik."


Semua orang terdiam tanpa bisa mengatakan apapun lagi, Earlene mengalihkan pandangan ke arah jendela untuk melihat dirinya sendiri yang tersenyum layaknya iblis.


__ADS_2