Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 40 : Eligor Han


__ADS_3

Seusai kelas bubar dia berjalan ke dalam hutan karena mendapatkan sebuah surat ancaman, tanpa terduga Bellina dan Arthur mengikuti dari belakang.


Itu membuatnya terganggu meski demikian dia tidak bisa menolaknya dengan terang-terangan atau dia akan lebih dicurigai.


Tanpa mengeluh, mereka akhirnya sampai di tempat tujuan, dalam waktu singkat mereka telah dikepung banyak pria bermasker hitam termasuk Eligor di dalamnya.


"Kau datang bersama mereka, tak masalah itu tidak akan merubah bahwa kalian semua akan mati."


"Apa sebenarnya yang terjadi di sini?" Earlene pura-pura bodoh.


"Kupikir aku yakin siapa yang telah melaporkanku sampai sejauh ini, pastinya kaulah Earlene.. kau juga pasti orang yang merampok rumah bangsawan kan!"


Earlene menanggapinya dengan menaikkan bahunya ringan.


"Aku setiap saat berada di akademi mana mungkin aku melakukannya, terlebih aku baru tahu kau ternyata penjahat."


"Jangan bercanda denganku! Hal ini terjadi karena aku berurusan denganmu, waktunya terlalu tepat."


Eligor yang tidak menahan lagi amarahnya maju dengan pedang terayun, Earlene tidak sempat menahannya atau sejujurnya sengaja melakukannya untuk membuat Bellina bergerak menahannya hingga dia mundur ke belakang.


"Aku tidak tahu apa itu rumor benar atau tidak, paling tidak aku harus menangkapmu untuk membuktikannya."


"Benar juga, kau seorang putri termasuk murid Saint, aku yakin dengan membawamu kerugian yang kuhilangkan bisa kembali dengan mudah."


"Kau."

__ADS_1


Eligor menyerang Bellina dan mereka saling beradu pedang, semua bawahan yang dibawa Eligor kini menyerang Arthur dan juga Earlene.


Earlene menciptakan pedang es untuk menangkis maupun menyerang, dan Arthur melakukan hal sama.


Mereka hanya bandit biasa yang jelas bukanlah suatu ancaman untuk keduanya, Arthur menebas mereka dengan mudah, satu orang bergerak ke belakangnya namun Earlene menghabisinya sebelum berbalik untuk menyerang orang di depannya.


Orang tersebut hendak menahan pedang esnya sayang pedang itu tidak cukup kuat menahannya hingga patah bersama terbelahnya kepalanya.


"Itu sangat brutal," kata Arthur saling memunggungi bersama Earlene.


"Mereka saja terlalu lemah."


"Hoh."


Earlene mengalihkan pandangannya ke arah Bellina yang terus bergerak mengikuti pergerakan Eligor, keduanya bertarung dengan seimbang.


"Aku tidak mengkhawatirkannya, aku hanya selalu terbiasa mengawasi apapun saat bertarung."


"Untuk orang sepertimu yang menjauhi peperangan kau sangat terlatih."


"Aku anggap itu pujian."


Mereka berdua kembali menyerang dan dalam sekejap semua bawahan Eligor telah dihabisi. Kini tinggal pertarungan Bellina dan Eligor yang masih berlanjut.


Eligor mengayunkan pedangnya dengan gerakan untuk melukai kaki. Bellina mengangkat kakinya untuk menghindarinya kemudian membalas dengan tebasan samping. Eligor menyadarinya kemudian menahannya dan kembali menyerang.

__ADS_1


Mereka saling menyerang dan bertahan dan sejauh ini tidak ada yang menggunakan sihir.


"Untuk Saint Agung kau sama sekali tidak menggunakan sihir?"


"Hanya mengalahkanmu aku tidak perlu repot-repot melakukannya."


"Begitu, kalau begitu bagaimana jika aku memaksamu untuk melakukannya."


Ada sedikit celah diserangan Bellina hingga Eligor tidak melewatkannya dan ujung pedangnya sedikit menyayat bagian perut Bellina saat dia mundur.


Arthur hendak melangkah maju namun Bellina menghentikannya dengan tangan.


"Tidak usah, aku yang akan mengalahkannya sendiri."


"Haha itu baru seorang calon pahlawan."


Eligor merobek pakaiannya dan di sana terdapat tato berbentuk ular hitam.


Earlene mengerenyitkan alisnya saat melihatnya hingga Arthur berfikir bahwa dia tahu sesuatu dengan tanda tersebut.


"Apa itu?"


"Itu adalah tanda kutukan raja iblis nafsu yang menandakan dia bawahannya."


"Pasti bukan hanya itu kan."

__ADS_1


"Aah, dia akan berubah menjadi iblis sekarang."


Seperti apa yang dikatakan Earlene, Eligor memang berubah demikian.


__ADS_2