Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 36 : Kembali Ke Akademi


__ADS_3

Dua Minggu telah berlalu dan masa hukuman Earlene telah dihilangkan, kini dia bisa kembali ke akademi dan menjalani kehidupan normalnya meskipun untuk bersantai itu akan sulit baginya.


Dan sekarang.


Tiga orang siswi akademi telah memangilnya untuk naik ke atap sekolah.


Dia berjalan lebih dulu sebelum berbalik dan melihat bagaimana ketiga orang tersebut telah berlutut padanya.


Mereka adalah tim mata-mata miliknya yang merupakan manusia yang sebelumnya diperbudak. Mereka adalah mantan dari narapidana dalam kasus pencurian rumah bangsawan yang beberapa tahun belakangan ini terjadi.


Untuk memudahkan Earlene memberikan nama baru untuk mereka.


Yang memiliki rambut merah dengan stoking adalah Alpha. Ia memiliki wajah gadis yang tenang dengan postur kurus serta dada yang cukup besar yang bisa menyembul kapanpun dari blazernya.


Mungkin ukurannya tidak berada di usia gadis manapun.


Kedua adalah gadis yang sedikit lebih gemuk darinya, meski dibilang gemuk dia tidak memiliki lemak berlebih, dia hanya memiliki pipi sedikit tembem dan rambut berwarna oranye bernama Delta.


Dan ketiga gadis dengan wajah mengantuk, ia berambut hitam acak-acakan dan cenderung seperti gadis preman dari sekolah berandal tertentu, penampilannya seperti itu namun dia yang orang yang paling patuh dibandingkan siapapun, namanya Testa.


Alasan kenapa Earlene mempekerjakan mereka karena dia sedang diincar oleh keluarga bangsawan yang anaknya dikeluarkan karenanya, walau sudah lama bangsawan ternyata cukup pendendam.

__ADS_1


"Jadi apa yang akan kalianlah laporkan sekarang?"


Asmiranda dan Agil harus tetap berada di kota hantu sibuk membangun, karena itulah kini hanya mereka bertiga yang menjadi jembatan informasi.


Alpha yang menjawab.


"Kini banyak kemunculan orang-orang yang mencurigakan di dekat kota hantu, semua orang yang berjaga di sana sudah bersiaga, nona."


"Mereka bergerak lebih cepat, untuk sekarang jangan lakukan apapun, kita hanya awasi saja dulu dan jika mereka masuk ke dalam kota bunuh saja."


"Dimengerti."


Earlene mengibaskan rambut peraknya.


"Ugh, soal itu kami belum pernah datang ke tempat seperti ini... kami hanya orang miskin yang tidak pernah memimpikan kehidupan mewah seperti ini, jadi kami minta maaf."


"Itu bukan berarti aku mengkritik kerja kalian, aku hanya ingin bilang tak apa untuk kalian bersikap seperti orang-orang di sekolah ini, kalian boleh belajar dan melakukan hal lain, tidak perlu gugup."


"Baik."


"Di sekolah ini makanannya enak, sayang sekali dibatasi."

__ADS_1


"Delta, apa yang kau katakan pada nona Earlene."


"Tak apa untuk bersikap santai, lalu denganmu Testa."


"Belajar itu membosankan bisakah aku mendapatkan hal yang lebih menyenangkan."


"Testa kau harus menjaga mulutmu," ungkap Alpha.


Earlene tidak pernah membatasi karakter siapapun, jadi mereka bebas bertingkah seperti apapun.


"Jika kau berniat begitu, maka bisakah kau mengawasi satu orang untukku."


"Tentu saja."


"Eligor Han, aku ingin kau membututinya, kemungkinan para bangsawan yang menaruh dendam padaku berbicara padanya."


"Dimengerti."


"Dan untuk Alpha dan Delta, aku ingin kalian bisa menjadi ketua OSIS sebagai perwakilan kelas satu."


"Maaf jika lancang, tapi boleh kami tahu alasannya?"

__ADS_1


"Ketua OSIS adalah bagian yang paling dekat dengan guru dan sistem pendidikan di kerajaan ini, aku ingin kalian berdua belajar sistem tersebut dan nantinya kalian akan menerapkan sistem yang sama di kota hantu, aku mengandalkan kalian, lagipula kota hantu tidak dihuni oleh iblis saja, pendidikan seperti manusia akan lebih cocok berada di sana."


Alpha dan Delta pada dasarnya menyukai belajar karena itulah mereka dengan senang menerimanya.


__ADS_2