
Bellina Arna membuat sebuah api indah di telapak tangannya tanpa sedikitpun mengeluarkan rapalan, api itu tidak seperti api biasanya, mungkin itu yang disebut sebagai api penyucian yang tidak akan membakar manusia selain iblis. Dan jelas jika iblis terkena itu tidak akan padam sebelum targetnya terbakar habis, bahkan jika Earlene sekelas raja iblis kesombongan terkena dia tetap akan mati tanpa bisa melakukan apapun namun dia beruntung bahwa sekarang dirinya hanyalah manusia.
"Itu sudah cukup Bellina, kau bisa duduk sekarang."
"Baik."
Earlene berfikir bahwa guru ini kejam bahkan hingga membiarkan satu muridnya tetap di lantai atau malah menginjaknya seperti sebuah podium untuknya.
"Aku tidak berharap kalian bisa menggunakan sihir tanpa rapalan sedikitpun, yang kuinginkan paling tidak kalian bisa mengeluarkan teknik kalian dengan dua kalimat, seperti saat kalian menggunakan sihir api sederhana jika kau menyebutkan Fire Bolt maka bola api akan meluncur dari lingkaran sihirmu, ini memang menyusahkan tapi saat kau terbiasa kau akan mulai mengandalkannya dalam pertarungan."
Bagi ras iblis sihir tanpa rapalan sudah diterapkan sejak lama, atau sejujurnya manusialah yang menirunya.
Biasanya untuk menggunakan Fire Bolt seseorang akan merapal, wahai roh api, dengarkan panggilanku dan turutilah keinginanku... Fire Bolt."
Tergantung orangnya rapalannya juga akan berubah.
Api yang menyelimuti neraka terdalam yang tak pernah padam oleh apapun, aku menggunakanmu untuk melenyapkan seluruh umat manusia, Fire Bolt.
Dan untuk para pendeta lantunan rapalan mereka seperti doa.
Atas nama Dewi Minerva, berikan perlindungan Ilahi, Protection.
Jika memikirkannya Earlene juga merasa rapalan seperti itu cukup tidak fleksibel dan terdengar aneh jika dilakukan dengan gaya berlebihan.
Dia jelas tidak akan melakukannya.
Selepas istirahat seorang baru saja menemui penjaga untuk mengantarnya menemui Earlene, dia mengatakan sebagai pengawalnya hingga akhirnya mereka membiarkan masuk lalu mempertemukannya.
__ADS_1
Di depan Earlene dia berlutut di mana semua orang memperhatikannya dengan seksama.
"Saya Agil, telah kembali untuk melakukan tugas Princess."
"Humme.. kau terlihat lebih baik sekarang."
Agil terselimuti baju besi hitam dengan pedang hitam di pinggangnya, wajahnya tertutup hingga tak ada siapapun yang akan mengetahui identitasnya bahkan tanpa menggunakan cincin yang serupa dengan yang dikenakan oleh Asmiranda dia akan baik-baik saja.
"Bukannya kau terlalu cepat."
"Benarkah? Yang kupikirkan hanya bisa cepat melayani Anda Princess."
Tepat saat keduanya berjalan di koridor, seorang pria hampir menabrak Earlene karena dorongan, beruntung Agil yang sigap menghentikannya agar tidak mengenai sosok tuannya dan sosok pelakunya tertawa.
Mereka ada tiga orang.
"Hoh, kupikir tuan putri yang sombong ini tidak bisa mengkritik seseorang," ucap salah satunya.
"Omong kosong, aku hidup untuk itu... kalian bodoh, tidak kompeten dan hanya mengandalkan koneksi bangsawan, sebagai siswa ke dua aku pikir itu memalukan, anak mami."
"Apa?"
Tangan Agil segera menghentikan ketiganya, dalam hati Agil sangat bangga bisa melakukan hal-hal seperti kesatria lakukan, atau sejujurnya dia terlalu senang.
"Jika bukan kesatriamu, kau bukan apa-apa."
"Benar sekali, kau hanya gadis 10 tahun kau tidak akan bisa melakukan apapun."
__ADS_1
"Setuju."
"Menurutmu begitu, bagaimana kalau kita berduel... bukannya akademi meminta menyelesaikan masalah hal-hal seperti ini dengan duel resmi."
"Kau berani juga."
Dalam hati Earlene mulai menamai mereka pria bodoh satu, dua dan tiga.
Pria bodoh satu menyeringai.
"Kalau begitu aku lawan yang pantas untukmu?"
"Mungkin kalian keliru, yang kumaksud duel adalah kalian semua melawanku, tiga lawan satu."
"Kau benar-benar meremehkanku, kudengar kau memiliki sifat seperti raja iblis kesombongan tak kusangka ternyata benar, perlu ada seseorang yang mengajarimu tatakrama dan kurasa kami akan melakukannya."
Earlene mengulurkan tangannya meminta jabat tangan.
"Jika kami menang kau akan menjadi budak kami."
"Jika aku menang kalian tinggalkan akademi ini... sepakat."
"Sepakat."
Hanya dalam beberapa hari Earlene telah mampu membuat masalah baginya. Orang yang sangat senang akan perkembangan hal itu hanyalah Asmiranda.
Di wilayah ras iblis sendiri, semakin banyak masalah yang kau terima maka itu adalah sebuah prestasi luar biasa.
__ADS_1