Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 16 : Hukuman


__ADS_3

Tepat saat dirinya memasuki ruangan kepala sekolah sebuah penghalang mengurungnya, penghalang tersebut dibuat menyerupai kubus yang mana memenjarakan siapapun di dalamnya.


Warnanya berwarna putih tapi tidak transparan, serta dibuat dari mana.


Sementara Earlene mencoba berpura-pura terlihat seperti kebingungan, wanita yang melakukannya berbalik.


Dia sudah cukup lama memandangi area di luar akademi dan sekarang tatapan teralihkan ke arah murid yang cukup bermasalah.


Fakta Earlene terlihat cantik tak terbantahkan, tidak banyak orang yang memiliki rambut perak halus sepertinya namun, fakta dia orang yang mengerikan juga tidak bisa terelakan.


"Apa aku dihukum karena masalah di duel tadi?"


"Dihukum pasti, tapi karena kau tidak membunuh mereka dalam arti tidak hidup kembali, aku bisa mengesampingkan hukuman berat untukmu."


"Aku berterima kasih untuk itu," balas Earlene tenang.


"Jadi kemampuan seperti apa yang kau lakukan pada mereka? Aku bisa mengerti soal meledakan tubuh mereka tapi menghidupkan mereka kembali sesuatu yang tidak bisa kupercayai."


Kepala sekolah bernama Elma jelas memberikan banyak intimidasi agar Earlene dapat memberitahukannya.


"Itu hanya kemampuan yang kupelajari di perpustakaan akademi, bukannya penyihir Sage Merlin, pernah melakukannya juga."

__ADS_1


Perkataan Earlene tidak bohong ataupun jujur, dia menemukan buku soal sihir itu di perpustakaan tapi tidak membacanya karena dialah sendiri yang menciptakan sihir tersebut.


Merlin hanya mencuri penelitian raja iblis kesombongan dan membuatnya seolah dialah yang menciptakan sihir tersebut, jika tidak salah dia hidup baik di ibukota sebagai guru pelatihan untuk generasi berikutnya.


"Sihir kebangkitan?" ucap pelan Elma seakan mengingatnya.


Sihir kebangkitan tidak tepat menyebutnya demikian, itu lebih seperti sihir memutar waktu beberapa saat, tentu ada batasan untuk melakukannya pada makhluk hidup, jika lebih dari satu menit, waktu sama sekali tidak bisa dipergunakan.


"Kau sepertinya sangat berbakat dalam sihir, kurasa kami beruntung memasukanmu ke akademi ini."


"Bukannya itu juga berkatmu karena membiarkanku masuk ke sekolah ini, ngomong-ngomong apa aku bisa keluar dari tempat ini."


Penghalang yang mengurung Earlene menghilang dalam sekejap, jika dia mau Earlene bisa diledakan dengan mudah saat ini juga tapi jelas tidak akan sampai membunuhnya.


"Kurasa di skor selama dua Minggu sudah cukup untukmu."


Bagi siswa akademi itu sebuah hukuman berat untuk mendapatkan status baik di masyakarat tapi bagi Earlene yang sejujurnya tidak peduli hal seperti pelajaran tampak tidak keberatan.


"Ketiga anak itu adalah anak bangsawan yang berpengaruh di Prancis, lebih baik sementara waktu pergilah menjauh.. kami akademi tak bisa melakukan apapun jika mereka mulai bertindak."


"Kalian benar-benar takut dengan mereka?"

__ADS_1


"Setiap bangsawan memiliki sisi gelapnya sendiri, kau tidak perlu tahu lebih detailnya."


"Aku bisa mengerti itu, apa ketiga orang yang kukalahkan akan tetap bersekolah?"


"Tidak, aturan duel adalah mutlak meski mereka bisa aku tidak yakin mereka mau kembali, mereka terlalu trauma untuk memegang pedang lagi."


Earlene tersenyum pahit sebelum akhirnya meninggalkan ruangan tersebut.


Elma terlihat sedikit bersyukur tentang keberadaan Earlene yang membuatnya sedikit bertanya-tanya, apa ada yang sedang dia rencanakan? Mungkin aku akan tahu nanti.


Hanya pemikiran itu yang tertinggal di belakangnya.


Dia kembali dan menjelaskan semuanya pada kedua bawahannya.


"Jika demikian berarti kita tidak akan bisa masuk ke ruangan bawah tanah akademi ini dengan cepat?" kata Agil menyimpulkan.


"Jelas seperti itu, yah ini juga kesalahanku."


"Lalu apa kita akan tetap berada di sini?" giliran Asmiranda yang bertanya.


"Soal itu aku sudah memikirkannya. Di skor di awal ajaran baru merupakan rekor yang cukup memuaskan kurasa."

__ADS_1


Asmiranda dan Agil tersenyum masam menanggapinya.


__ADS_2