Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 15 : Tempat Yang Tersembunyi


__ADS_3

"Kurasa ini akhirnya, Ojou-sama masuk ke dalam akademi ini karena untuk mencari tahu yang terjadi di dunia manusia, karena alasan itu sudah selesai Ojou-sama pasti akan membunuh semua orang di sini," suara itu berasal dari Asmiranda yang sedikit membaca suasana.


Arthur hendak menarik pedang perunggu di punggungnya namun Agil lebih dulu menepatkan pedangnya di leher Arthur.


"Aku sudah bilang akan mengabdikan diriku, entah apa yang Princess inginkan aku akan mengikutinya bahkan jika menghancurkan negara Prancis ini."


"Akan banyak orang tak bersalah yang akan menjadi korban, aku akan menghentikannya."


Tepat keduanya hendak bertarung, suara Asmiranda memotongnya.


"Apa yang dilakukan Ojou-sama?"


Semua orang mengalihkan pandangannya dan melihat Earlene mengangkat kedua tangannya atas ancaman Bellina.


"Aku cuma bercanda, kurasa aku sudah keterlaluan."


Bellina mundur kemudian menyarungkan kembali pedangnya, sebelum beberapa staf akademi melompat masuk ke arena untuk merangkul tiga murid tersebut.


Salah satunya kepala sekolah Elma yang mendekat ke arah Earlene.


"Sebaiknya kau datang ke ruanganku setelah ini selesai."


Earlene hanya menjawab dengan menaikan bahunya lemas sebelum kembali untuk menemui semua orang. Asmiranda menghembuskan nafas lega.

__ADS_1


Jika terjadi insiden di tempat ini, Saint Agung jelas akan bertindak hingga datang kemarin, kemungkinan besar kedatangannya akan merepotkan.


"Arthur kau ada di sini juga?" pertanyaan itu dilemparkan oleh Earlene.


"Kukira kau akan membunuh semua orang."


"Aku bukan orang yang bar-bar, hal seperti ini tidak akan membuatku melakukan hal mengerikan."


Itu memang benar, jika dia berniat, ia tidak perlu repot-repot mengembalikan tubuh ketiga musuhnya.


Arthur kembali menurunkan tangannya begitu juga Agil.


"Biar aku tebak, kau hendak menyandera Asmiranda bukan?"


"Wajar saja karena kau manusia, sementara aku hanya raja iblis ditubuh manusia ini... kurasa ini jawaban alasan kenapa kau tidak boleh terus mengikuti kami "


Earlene, Agil dan Asmiranda hanya berjalan melewatinya dengan sebuah keheningan yang terasa di antara mereka.


Asmiranda berkata dengan nada santai.


"Agil, kau bertindak berlebihan... Arthur tidak mungkin bisa menyanderaku."


"Tak apa untuk berjaga-jaga bukan, lagipula dia manusia tapi tak pernah merasa terintimidasi oleh kita... mungkin dia menyembunyikan kemampuannya."

__ADS_1


Earlene juga merasa demikian, dia sudah tahu bahwa dirinya raja iblis kesombongan namun Arthur tidak berniat membocorkannya ataupun menjauhinya. Jika bukan karena kuat ia pasti sudah ketakutan.


Apapun itu dialah orang yang harus diwaspadai setelah Bellina Arna.


Di dalam kamarnya Earlene melemparkan dirinya ke ranjang empuk selagi mengepak-ngepakan tangan dan kakinya.


"Lelah sekali tapi aku cukup terhibur."


Asmiranda yang duduk di sebelahnya lebih khawatir dengan apa yang akan dilakukan oleh kepala sekolah akademi bernama Elma.


"Apa tak masalah kita masih berada di sini Ojou-sama?"


"Iya, alasanku sendiri adalah ingin membuat kalian menjadi agak cukup kuat untuk menyerang wilayah raja iblis kerakusan, dibanding tempat manapun akademi ini sangat cocok sebagai tempat untuk melatih kalian."


Agil yang duduk bersila menggaruk kepalanya, itu bukan karena dia merasa gatal melainkan hanya sebuah kebiasaan saat dia hidup sebagai manusia.


"Aku sudah berkeliling ke semua tempat tapi aku tidak melihat hal untuk melatih kita?"


"Tempat itu ada di bawah tanah sekolah ini, di sana ada sebuah dungeon dan sepertinya sudah lama disembunyikan akademi ini."


"Owh, jadi begitu.. aku dan Asmiranda akan berlatih di sana."


"Tepat sekali, hal itu kita bisa lakukan nanti, sebaiknya aku segera menemui kepala sekolah itu," kata Earlene berjalan pergi.

__ADS_1


__ADS_2