Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 13 : Tiga Lawan Satu


__ADS_3

"Bukannya tidak baik memukuli teman sekolah Anda, Princess."


"Kau ini sekarang Undead, bersikaplah seperti Undead terpuji."


"Undead terpuji seperti apa?"


"Entahlah, mungkin Undead yang suka membersihkan halaman sekolah tanpa dibayar atau mungkin ngebantuin nenek yang sedang menyebrang jalan, kali."


"Begitukah, apa nenek-nenek baik-baik saja kalau nyebrang ke kali?"


"Bukan itu maksudku."


"Kalian berdua terkadang membuatku marah."


Dua puluh menit sebelum duel dimulai ketiganya telah meluangkan waktu untuk saling mengobrol satu sama lain di ruang tunggu.


Mereka akan berduel di tempat yang dinamakan Colosseum yaitu sebuah arena luas yang selalu dijadikan sebagai ujian pertarungan.


Earlene telah memperkenalkan Agil sebagai bawahannya dan sekarang ia ingin membahas soal raja iblis kerakusan.


"Hmmm jadi raja iblis kerakusan dalangnya."


"Ini masih belum pasti mungkin saja dia juga bekerja sama dengan raja iblis lainnya, paling tidak setelah kita menemukan lokasi persembunyiannya kita akan menghajarnya."


"Maaf membuatmu kecewa Ojou-sama tapi aku tidak mungkin bisa mengalahkan bawahannya."


"Aku juga."


"Kenapa kalian begitu pesimis?"

__ADS_1


"Selama di istana aku hanya mager jadi tidak pernah melakukan apapun yang serius untuk melatihku dalam bertarung."


"Jangan lupa kalau aku ini hanya tentara relawan juga."


Earlene mengerenyitkan alisnya, dibandingkan pasukan raja iblis lainnya, pasukannya jelas lemas.


Selama ini mereka malas-malasan dan semua itu jelas karena salahnya.


"Kurasa mulai seterusnya aku akan berusaha melatih kalian."


Entah Agil atau Asmiranda keduanya menatap dengan mata berbinar dan sama-sama mengangguk penuh semangat.


Teriakan keras mulai terdengar bergemuruh dari luar, Earlene yang penasaran mengintip dan melihat bagaimana setiap kursi penonton telah dipadati banyak orang, dia yakin bahwa pertarungan ini seharusnya tidak menarik banyak orang.


Lagipula dia hanya gadis 10 tahun yang mencoba melawan kakak kelasnya, tanpa menyaksikannya juga semua orang akan berfikir bahwa dia akan kalah namun yang terjadi malah sebaliknya..


"Apa manusia menyukai hal seperti ini?"


"Mereka benar-benar menyukai saat seseorang melukai orang lainnya, terserahlah lagipula bukan aku yang terluka."


Setelah menunggu Earlene telah dipanggil masuk ke arena oleh orang yang ditunjuk sebagai wasit, ketiga pria bodoh hanya menunjukan senyuman merendahkan sementara Earlene tampak berjalan dengan langkah seorang gadis.


Beberapa komentar cabul menyerangnya.


"Bukannya dia sangat cantik, aku tidak bisa melihatnya dijadikan sebagai budak."


"Aku juga sama."


"Apa yang kalian katakan, Earlene tidak akan kalah... apa kau lupa saat di ujian masuk, dia juga sangat kuat."

__ADS_1


"Bukannya dia berada di akhir."


"Itu karena pihak akademi tidak ingin menyinggung posisi bangsawan."


"Jadi begitu."


"Berjuanglah Earlene, aku mencintaimu!"


Entah pria atau wanita meneriakinya dengan semangat, dia tidak pernah menyangka banyak orang yang menyukainya, agar tidak mengecewakan Earlene berpose genit.


"Terima kasih sudah datang, tolong dukung aku lagi... ah, angin nakal," katanya mendorong rok seragamnya agar tidak tertiup angin.


Hal seperti ini selalu dilakukan Asmiranda padanya.


"Whoaaaa!!"


"Keparat... Semua orang lolicon ternyata," ucap Agil.


Teriakan penonton semakin meriah sementara Asmiranda tampak menahan diri untuk tidak masuk ke arena juga, Agil menggelengkan-gelengkan kepalanya hingga Arthur muncul di antara keduanya seperti udara.


"Jika semua orang tahu di dalamnya pria dia pasti sudah dibunuh."


"Kau jangan muncul tiba-tiba!" teriak Asmiranda.


"Siapa?"


"Dia Arthur bawahan Ojou-sama yang paling rendah dibandingkan kita."


Agil bisa membayangkan dia berdiri selagi menginjak Arthur di bawahnya.

__ADS_1


"Jadi dia orang berpangkat rendah haha."


"Sekarang kau malah seperti Undead."


__ADS_2