Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 22 : Kolam Air Panas


__ADS_3

Beberapa hari berikutnya, sebuah istana sedang dalam pembangunan, itu memiliki area luas dibandingkan istana apapun seperti taman bunga, labirin rumit terbuat dari semak-semak, air mancur dan tidak terlewatkan sebuah area untuk minum teh.


Semuanya terlihat feminim.


"Aku memang seorang gadis sekarang, dekorasi istana yang sebelumnya jelas tidak akan cocok kan?"


Aria menimpali.


"Syukurlah jika kau menyadarinya, istana dengan awan gelap tidak cocok untukmu, sekarang istana merah muda dengan area bunga yang pantas sekali denganmu."


"Aku tidak bisa membantahnya."


Aria memberikan sedikit gambaran tentang istana yang dibuatnya, karena bagian dalam sedang dikerjakan jadi keduanya tidak bisa masuk dan beralih ke pemandangan air panas yang telah selesai sejak lama.


Asmiranda yang mengenakan yukata menyambut keduanya.


"Hari ini biar aku yang memandu kalian."


"Kau tahu aku ini masih seorang pria di dalamnya."


"Aku tahu bagaimana Ojou-sama menyentuhku tadi malam, aku tahu benar."


Aria mengembungkan pipinya.


"Kalian selalu berbuat asusila, aku masih dibawah umur untuk mendengarnya."


"Umurmu sudah 1000 tahun lebih, para elf pasti akan cemburu mengetahuinya."

__ADS_1


"Sudah sejak lama aku tidak mendengar kata elf, yah mereka dikatakan sudah punah dan hanya sebagian elf yang bisa menembus angka 1000 tahun."


Earlene membalas.


"Karena mereka tidak terlihat bukan berarti mereka punah, pokoknya mari nikmati seperti apa pemandian yang Agil dan Asmiranda buat."


"Setuju."


Elf dibagi atas tiga kategori, half-elf, elf dan juga high-elf.


Half-elf merupakan setengah elf persilangan antara elf dan manusia.


Elf, merupakan ras murni peri.


Dan high-elf adalah elf yang meminum darah naga untuk memperkuat kekuatan mereka.


Mereka sama tapi jelas berbeda.


Aria tampak terkejut begitu juga Earlene dan orang yang tersenyum dan terlihat bangga dengan pencapaiannya tentu saja Asmiranda, jika Agil di sini dia juga akan bereaksi sama.


Tak hanya satu kolam di dalam sini ada sekitar tujuh kolam dengan air berbeda, aturan pemandian adalah sebelum masuk mereka harus membasuh diri dulu kemudian menyiram diri mereka dengan ember kayu yang berisi air dingin.


Sekali lagi Earlene mengitari seluruh kolam dengan pandangannya.


"Aku malah merasa datang ke tempat keramat."


"Mana mungkin seperti itu, ini adalah kolam-kolam yang Agil katakan sebelumnya, sebenarnya sulit menemukan pemandian dengan kolam berbeda di satu tempat, ini hasil usahanya selama ini."

__ADS_1


"Memangnya dia itu pemburu kolam air hangat?"


"Aku juga penasaran," tambah Aria.


"Mari kita coba satu-satu, pertama kita coba kolam air panas dengan bermacam-macam bunga di dalamnya."


Mereka membenamkan diri di sana dan langsung merasa nyaman dengan aroma bunga-bunga yang tercium melalui hidung mereka.


"Ini cocok untuk orang yang ingin bersantai, nona Aria bisa mencium aromanya bukan?"


"Iya, bunga ini kalau tidak salah bunga yang jarang ditemukan di tempat manapun kecuali daerah selatan."


"Benar."


"Jadi karena itu kalian meminjam nagaku."


"Iya Ojou-sama tapi jangan khawatir kami kini tidak perlu pergi ke selatan karena Agil memutuskan untuk membuat penangkarannya."


"Seorang knight undead merawat bunga, hal itu jarang sekali," perkataan Aria sama dengan apa yang dipikirkan Earlene.


"Agil sedikit unik karena masih mempertahankan ingatannya, aku yakin dia sedang menyirami bunganya sekarang sambil bernyanyi."


"Dia melakukan itu kah," ucapan Earlene diselimuti keterkejutan.


"Berikutnya kolam mendidih."


Asmiranda dan Aria memucat, bagaimanapun kolamnya memang mendidih.

__ADS_1


"Apa kita akan jadi kepiting rebus?"


"Sepertinya begitu."


__ADS_2