
Pina dan Pino membawa Diablo ke dalam hutan di mana dari dahan pohon itu mereka bisa melihat sebuah pertambangan yang di dalamnya keluar masuk half-elf yang sedang bekerja. Sekilas mereka tidak terlihat berbeda dengan elf maupun high-elf, yang membedakan hanyalah tekanan sihir.
Mereka jelas sangat lemah nyaris seperti manusia biasa.
"Mereka pasti sudah lama menderita, apa yang harus kita lakukan Pino."
"Aku juga tidak tahu."
"Kalau boleh aku sarankan lebih baik kita serang mereka dari depan, jika melawan para elf itu, bukan sesuatu yang sulit."
Sebelum keduanya menyetujuinya Diablo telah melompat ke bawah, tentu saja keberadaannya langsung mendapatkan penolakan, para elf mengirimkan sihir api yang mana menghilang sebelum mengenai sosok Diablo.
"Sihir seperti itu tidak bisa melawanku, lebih baik kalian menyerah, angkat tangan kalian dan biarkan semua tahanan keluar."
"Siapa kau berani menyuruh kami, iblis sepertimu mati saja."
"Perkataan yang salah, maaf nona Pino dan Pina kalian harus turun dan menunggu di belakang, aku janji ini tidak akan lama."
"Kami mengerti."
Setelah kepergian keduanya, Diablo meletakan tangan kirinya di belakang sementara tangan kanan di depan.
"Aku memberikan kemudahan pada kalian, aku hanya akan menggunakan satu tangan jadi silahkan serang aku dari manapun."
"Sialan."
__ADS_1
Sepuluh elf menyerang secara serempak, ketika mereka mengayunkan pedang, lutut Diablo telah melukai perut mereka kemudian menggunakan satu tangan untuk memukul mereka sebagai serangan lanjutan.
Beberapa orang muntah darah sebelum akhirnya menerima ajalnya.
Satu elf muncul di atas kepala Diablo yang mampu dihindarinya tipis, dengan gerakan cepat dia memukul tengkuknya kemudian memutar kakinya hingga setengah putaran mengenai perut musuhnya hingga dia terlempar jauh.
"Kalian bahkan tak bisa membunuh iblis sepertiku, apa kalian memiliki pemimpin di dalam?"
Tak lama pria yang dimaksud pemimpin muncul, dia membawa botol anggur dengan pakaian tak terkancing baik.
"Kau High-elf."
"Aku yang bertanggung jawab di tempat ini, setelah aku berevolusi tidak ada yang bisa mengalahkanku, kau membunuh semua bawahanku maka aku tidak akan membiarkanmu hidup juga."
Dia melemparkan botol tersebut yang ditangkap baik oleh Diablo.
High-elf tersebut tersenyum masam sebelum memberikan pukulan jab super cepat, Diablo melewati setiap satu persatu serangan, dia menarik tubuhnya ke belakang, ke samping kemudian berputar untuk memberikan pukulan karate.
Pertama dia menyerang bahu, kemudian dada selanjutnya menendang perutnya hingga terbang dan menghancurkan satu pohon di belakangnya.
"Apa barusan hasil evolusimu, aku tak bisa merasakan kekuatan apapun."
"Dasar kambing sialan."
Pria itu melompat untuk memberikan tendangan udara yang diperkuat dengan sihir, dengan mudah Diablo menangkapnya kemudian membantingnya ke tanah hingga ledakan menggema ke udara, tak hanya satu kali dia dibanting hingga beberapa kali.
__ADS_1
"To-tolong hentikan, aku men.."
Dibanting lagi tanpa ampun, tubuhnya remuk, bersamaan tulang-tulang yang hancur tanpa sisa.
"Kurasa sudah beres, sekarang ada yang mau mencoba melawan lagi."
Para penjaga yang masih hidup mulai berlarian, Diablo bisa membunuh mereka namun dia memilih untuk tidak melakukannya dan memprioritaskan tujuan yang telah diberikan dua gadis sebagai tuan sementaranya.
Para half-elf mulai dikeluarkan dari gua, beberapa tampak senang selagi bersyukur penuh cinta, mereka juga sangat mengenal Pina dan Pino, bagaimanapun rambut keduanya berwarna hitam.
"Kalau begitu kalian akan ditempatkan di kota hantu dalam perlindungan raja iblis kesombongan nona Earlene."
"Raja iblis?"
"Jangan khawatir, nona Earlene akan memperlakukan kita dengan baik "
"Benar."
Dengan satu sihir, Diablo telah mengirimkan semuanya ke sana.
"Lalu apa yang sekarang harus aku lakukan?"
"Para high-elf pasti tidak akan membiarkan kita bebas, kami berdua ingin akar masalah ini diselesaikan."
"Kalau begitu kita pergi ke sana."
__ADS_1
Dan mereka kembali menghilang.