Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 14 : Raja Iblis Terkuat


__ADS_3

Earlene mengibaskan rambut peraknya selagi mendengus imut.


"Humptts... untuk membayangkan kalian bertiga tidak lari dariku aku akan memujinya."


Pria bodoh satu menimpali.


"Akulah yang harus berkata demikian, kau hanya gadis kecil, jika kau kalah kami pria dewasa tidak akan menahan diri saat kau menjadi budak."


Pria bodoh dua dan tiga menimpali dengan tawaan kecil sedangkan Earlene hanya mengalihkan pandangan ke wasit agar pertarungan ini cepat dilaksakan.


Dia raja iblis dan tak masalah jika menunjukkan rasa takut dan bagaimana rasanya sebuah kematian itu.


Tepat saat pertandingan dimulai, ketiga pria bodoh tiba-tiba saja meledak dahsyat, tubuh mereka bercerai bersama darah serta organ yang bercampur dengan debu kering.


Semua orang terkejut. Tidak, itu melebihi hal demikian, termenung dengan perasaan tak masuk akal.


"Tunggu sebentar, apa ketiga pria itu baru saja mati, apa ini pembunuhan?"


Tepat semua orang berusaha mengolah apa yang terjadi, ketiga pria yang dimaksud kembali dihidupkan kembali seolah setiap adegan berputar ulang.


Semua orang tidak bisa berkata-kata bahkan jajaran guru tak pernah melihat sihir semengerikan itu.


Bagi penyihir menggunakan sihir tidak berasal dari tubuh akan tetapi mereka juga menyerap energi sihir dari luar secara otomatis, terkadang beberapa orang tidak menyadari hal itu namun kerja mana ditubuh sebenarnya dipengaruhi dari energi tersebut.

__ADS_1


Earlene mengeluarkan mana miliknya sendiri agar jumlah mana yang diserap lawannya berlebih melampaui kapasitas tubuhnya dan secara serempak tubuh mereka meledak, jika seseorang menyadarinya mereka akan segera menutup jalurnya sayangnya tiga orang ini hanya seorang murid mereka tidak akan tahu apapun, bahkan Earlene tidak berharap di akademi ada yang mengetahuinya.


Semuanya hanyalah pengetahuan darinya yang didapatkannya secara otodidak.


Keringat membasahi wajah ketiga pria itu, mereka bingung dan hanya menganggap hal yang terjadi sebuah mimpi. Tanpa memikirkannya lagi mereka menarik pedang kemudian melesat maju.


Earlene menciptakan pedang es di tangannya untuk mengikuti pergerakan ketiganya, dia hanya bermain-main mencoba memberikan hal yang ditakutkan manusia melebihi apapun.


Ketika manusia terus berjuang untuk meraih sesuatu, mereka cenderung bersemangat, tak pernah berfikir jalan seperti apa yang mereka pilih, buruk atau baik, dan tak pernah berhenti melangkah. Namun saat mereka sudah mengetahui bahwa harapan hanya akan menjadi harapan tanpa pernah terwujud mereka mulai menyadari satu hal.


Sebuah keinginan untuk menyerah dan di saat yang sama menciptakan sebuah perasaan yang disebut keputusasaan.


"Bagaimana bisa?"


"Dia hanya kebetulan menangkis serangan kita, serang lagi."


"Seberapa keras kalian berusaha kalian tidak pernah mencapai levelku."


Ketiga pedang ditangkis secara serempak oleh Earlene kemudian menyerang dengan cepat.


Mereka bertiga dikatakan terbaik di kelas dua tapi bagi Earlene mereka hanya sebuah kekecewaan. Tubuh ketiganya dikirim terbang ke belakang kemudian tombak-tombak es menusuk tubuh mereka.


Tombak itu tidak mengenai organ vital mereka yang mana membuat mereka dipenuhi rasa sakit.

__ADS_1


Hal yang disebut duel ini telah mereka lakukan sering saat di kelas satu, mereka bahkan mengalahkan kelas tiga dan mengambil alih kekuasaan kelas tiga sebagai budak, sayangnya hari ini mereka hanya kurang beruntung karena yang dilawan mereka adalah raja iblis terburuk sepanjang sejarah negara Prancis, dia adalah raja iblis kesombongan Galius yang berubah menjadi gadis kecil.


Earlene menghilangkan tombak es tersebut lalu menggunakan sihir penyembuhan untuk membuat ketiganya kembali sedia kala.


"Sekarang lawan aku kembali."


Ketiga pria itu mulai ketakutan dan bersujud di depan Earlene. Keringat dingin membasahi tubuh mereka dengan rasa takut yang sulit dijelaskan.


"Tolong maafkan kami, kami akan mengundurkan diri, tolong hentikan."


"Itu tidak menyenangkan, aku masih belum puas.. ah benar, mungkin jika kalian mati beberapa kali kalian akan bisa melawan."


Earlene menaikan pedangnya bersiap membunuh pria bodoh di depannya, sebelum dijatuhkan seorang telah masuk ke arena menangkisnya hingga pedang Earlene terpotong dua dan menusuk tanah di tempat lain.


"Hentikan, kau sudah terlalu berlebihan."


Yang berdiri di depannya adalah gadis berambut pirang yang akan menjadi musuh alaminya.


Murid dari Saint Agung, sekaligus seorang yang akan dinobatkan sebagai pahlawan ke-502 Prancis. Bellina Arna.


Ujung pedangnya diletakkan di leher Earlene. Sementara dia menatap tajam penuh permusuhan.


"Ini bukan lagi sebuah duel, jika kau menggerakkan tanganmu sedikit saja, akan kutebas kepalamu."

__ADS_1


__ADS_2