Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 52 : Pertempuran Prancis Bagian Satu


__ADS_3

Setiap lingkaran sihir menjatuhkan bongkahan es yang sangat besar, itu menciptakan getaran sekaligus rasa ketakutan pada siapapun yang melihatnya.


Kepanikan telah pecah dan orang-orang yang melarikan diri telah digantikan oleh para prajurit yang mengepung Earlene dari segala arah, menggunakan tombak, pedang serta membawa perisai.


"Siapa kau?"


"Aku siswa akademi Riestal, aku datang kemari sebagai orang yang menolak kebijakan kenaikan pajak."


"Apa pajak naik lagi?"


"Kurasa tidak, terlebih dia terlihat seperti seorang yang tidak akan membayar pajak."


"Hah, kalian meremehkanku.. aku akan menghancurkan kota ini, bersiaplah."


"Untuk sekarang tangkap gadis itu."


"Siap."


Earlene menjatuhkan mereka dengan sihir es, bukan berarti dia hanya bisa menggunakan elemen es, hanya saja sihir ini lebih praktis dan cepat dalam penggunaannya.


Para penjaga dilemparkan ke belakang kemudian disapu bersih oleh gelombang air dari sihir air.


"Gadis ini cuma gadis kecil, bagaimana bisa dia... gwahh."

__ADS_1


Sihir petir dijatuhkan dan mereka semua tumbang dengan mudah, Earlene menciptakan kursi es di belakangnya lalu duduk di atasnya selagi menyilangkan kakinya.


"Benar-benar membosankan, apa ada yang lain?"


Sebuah panah bercampur api tiba-tiba saja melesat ke wajahnya, dia menangkapnya dengan dua jari sebelum mengenai kepalanya.


"Akhirnya orang kuatnya muncul," dia mengalihkan pandangan jauh ke depan, dan di sana ada tiga orang yang terdiri dari dua pria dan satu wanita yang memegang busur telah berjalan mendekat.


"Jadi begitu... Kalian murid terbaik dari Merlin sang penyihir pencuri nomor satu."


"Beraninya kau menghina guru kami, dia orang yang hebat dikalangan penyihir siapapun, bukan seorang pencuri," kata si pria satu.


Dia hanya tidak sadar dengan perbuatan gurunya.


"Hanya orang-orang buta yang tidak bisa melihat kehebatannya," kata pria dua yang sama-sama membawa pedang.


"Apanya yang gila, sejak awal kerajaan ini harusnya dimiliki oleh guru kami... dia sudah banyak memberikan jasa pada kerajaan ini, sudah sepantasnya dia mendapatkan semuanya," kata si wanita.


Earlene memiringkan kepalanya.


"Kalian sepertinya telah dicuci otak."


Merlin bisa mencapai posisinya sekarang karena dia mengambil pengetahuan darinya, rasanya aneh jika dia menganggapnya sebagai orang hebat.

__ADS_1


"Aku ingin tahu kekuatan seperti apa yang diajarkan olehnya, silahkan lawan aku semampu yang kalian dapat lakukan."


"Untuk seorang gadis kecil kau benar-benar bermulut besar."


Kedua pria melesat maju, sedangkan si wanita sudah menarik busurnya dengan panah terbakar, itu adalah sihir api tingkat atas.


Sebelum dua pria bisa mencapainya panah itu lebih dulu sampai, Earlene menahannya dengan satu tangan dan kemudian meledak dahsyat.


"Jadi begitu, saat seseorang menahannya panahnya akan meledak."


Pria satu dan dua telah muncul di depannya sembari mengayunkan pedang, tepat saat asap debu menghilang pedang itu ditahan oleh Earlene dengan dua pedang es di tangannya sebelum melemparkan keduanya menjauh ke belakang.


Earlene berjalan kemudian berlari dengan kecepatan tinggi, dia tidak mengarah pada kedua pria tersebut melainkan pada wanita si pemanah.


Wanita pemanah kesulitan untuk bergerak.


"Pertama akan aku kalahkan kau lebih dulu."


Pedang Earlene tiba-tiba terhenti di depan wajahnya, itu bukan sesuatu yang disengaja melainkan seseorang telah membuatnya tak bergerak dengan sihir pengikat yang ada di bawah kakinya.


"Hoh."


Earlene menyadari bahwa ada sekitar 20 orang lagi berdiri di setiap rumah.

__ADS_1


"Siapapun yang menghina guru kami, mereka pantas dibunuh."


Seorang dari mereka yang membawa palu raksasa melompat ke atas Earlene yang tidak bisa bergerak lalu menghantamkan palu itu tepat di kepalanya.


__ADS_2