Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 58 : Kebenaran Sesungguhnya


__ADS_3

Vanesa terbangun di sofa dengan kalung berada di lehernya, sesaat dia bisa melihat sosok Earlene yang duduk di depannya selagi meminum tehnya.


"Aku masih hidup?"


"Lebih tepatnya kau sudah mati tapi aku menghidupkanmu lagi, ngomong-ngomong seluruh kekuatan dan kutukanmu telah tersegel oleh kalung di lehermu, semua orang yang kau perbudak juga telah bebas."


"Singkatnya sekarang aku yang diperbudak?"


"Bisa dibilang begitu, aku berubah pikiran... dibandingkan mengambil nyawamu aku akan menggunakanmu sebagai alat."


"Lakukan saja semaumu, aku sudah tidak peduli."


Earlene menyeruput tehnya kemudian mengalihkan pandangan ke luar jendela sebelum melanjutkan.


"Apa yang membuat kalian berusaha menyerangku, seharusnya kalian membiarkanku saja dan hidup secara terpisah."


"Soal itu semua orang mewaspadaimu.. kau adalah raja iblis terkuat, karena itulah jika suatu hari kau memutuskan melawan iblis lain, kami ingin lebih dulu membunuhmu hingga hal itu tak akan terjadi," balasnya selagi mengusap kepala ular di dekatnya.


"Benar-benar konyol, kalian malah membuatnya jadi seperti itu... kau tahu, rasanya digempur oleh para pahlawan benar-benar menyusahkan."


Earlene diam sejenak kemudian melanjutkan.

__ADS_1


"Dari dulu aku berfikiran kenapa kita harus bertarung dengan manusia, bukannya lebih baik jika kita membagi dunia kita jadi dua bagian saja dengan begitu entah iblis atau manusia kita semua bisa hidup damai."


"Kau serius mengatakan itu?"


"Aah, kita bukan monster yang memakan manusia kita tidak perlu manusia maupun sebaliknya... semua hal seharusnya berjalan seperti itu."


Vanesa diam memikirkannya, posisi raja iblis adalah sebuah posisi yang diturunkan dari generasi ke generasi, bahkan bagi dirinya dia tidak tahu kenapa manusia dan iblis bertarung.


Melihat ekspresi Earlene yang tenang ia mulai menyadarinya.


"Kau sudah tahu kenapa iblis dan manusia bertarung?"


"Kurang lebih begitu, apa kau ingat bagaimana aku menyusup ke dunia manusia."


"Semua itu demi mencari kebenarannya... dan kau mungkin akan terkejut."


"Apa itu?"


Keheningan terasa di antara keduanya.


"Jangan diam saja, cepat beritahu aku?"

__ADS_1


"Kita tidak berasal dari dunia ini melainkan dari dunia lain yang manusia sebut sebagai dunia paralel."


"Mustahil?"


"Begitulah kenyataannya, kita ras iblis tidak memiliki hak untuk mengambil wilayah manusia, kita selalu berfikir bahwa manusia yang telah merebut tanah kita namun kejadiannya tidak seperti itu."


Earlene menaikan tangannya dan sebuah buku muncul di tangannya.


"Semua sejarah yang kita ketahui hanyalah kebohongan, tadinya aku pikir akan lebih baik jika dunia ini di bagi menjadi dua, antara benua iblis dan benua manusia, tapi aku berubah pikiran... yang ingin kulakukan sekarang adalah mengirim kita semua kembali ke dunia kita sebelumnya apapun yang terjadi."


"Kau jangan bilang?"


"Seperti yang kau duga, aku akan mengambil seluruh julukan dosa para raja iblis dan membuat seluruh pengikut kalian berpihak padaku, dengan begitu ketika sudah waktunya pergi mereka semua akan bekerja sama."


Earlene mengeluarkan sebuah kristal berbentuk lempengan kecil di mana setiap raja iblis memilikinya sebagai bukti penobatannya.


"Berikan punyamu juga?"


Vanesa merogoh benda yang sama dari belahan dadanya kemudian melemparkannya pada Earlene.


"Jika kita berhasil mengumpulkan sisanya maka kita bisa pergi dari sini."

__ADS_1


"Kau serius ingin melakukan itu?"


"Begitulah, sejak lama aku terus berfikir kenapa aku menjadi raja iblis kesombongan, kurasa ibuku memang sengaja mengangkatku agar aku bisa menyelesaikan konflik di dunia ini walaupun sebenarnya aku tidak berminat soal tahta, seperti yang kita duga tanpa keterlibatan iblis dunia manusia juga sudah kacau balau, paling tidak kita tidak perlu menambahnya dan biarkan manusia menyesali perbuatan mereka sendiri," ucap Earlene tersenyum tipis.


__ADS_2