Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 66 : Wilayah Kerakusan


__ADS_3

Mereka muncul di sebuah tanah berpasir putih, ini bukan gurun melainkan sebuah tempat luas di selatan yang merupakan bagian dari pulau terpencil. Walau demikian, tentu saja tempat ini sangat luas terlebih dari sana bisa terlihat sebuah kastil megah dengan sekitarnya merupakan sebuah kota besar.


Earlene tersenyum puas dan berkata.


"Kerakusan membuatku menjadi musuh umat manusia, sekarang adalah pembalasan dendam."


Agil dan Asmiranda masing-masing membawa pasukan sendiri dan bergerak ke arah berbeda menyisakan Earlene yang akan menyerang dari depan bersama Theresia.


Theresia menarik kerah pakaian Earlene yang memilih untuk bergerak sendirian.


"Kenapa kau malu-malu begitu bukannya kau senang bisa bertarung denganku lagi."


"Aku hanya ingin menguji kekuatanku sendiri, apa aku bisa melakukannya?"


"Tidak."


Di depan gerbang raksasa, Earlene dilempar ke depan, tubuhnya menghancurkan gerbang dan dalam sekejap mereka bisa menerobos masuk.


"Sudah kuduga hal ini akan terjadi," teriaknya dalam hati, sementara dia bersusah payah untuk bangkit para iblis telah bermunculan, mereka menggunakan perlengkapan lengkap untuk bertarung. Tak perlu menunggu, mereka segera menyergap hingga pertarunganpun terjadi.


Earlene mengambil sisi berbeda untuk menjatuhkan satu persatu dari mereka, dan di sisi lain Theresia melakukan hal sama.

__ADS_1


Mereka hanya dipukul biasa namun efeknya jauh dari itu.


Tubuh mereka diterbangkan ke segala arah, menabrak kios-kios di jalan, bangunan dan bahkan terbang ke langit menjadi bintang jatuh.


Sudah dipastikan hanya dengan itu tulang mereka patah.


"Sakit sekali, kakiku, kakiku."


"Uwaah."


Tidak ada yang dibunuh namun tentu saja itu bukan hanya sekedar luka ringan, dan selanjutnya dua ledakan menyusul dari tempat berbeda.


Theresia yang sudah selesai dengan para kroco mulai mengubah sasaran pada setiap bangunan. Bangunan itu hancur berkeping-keping hingga siapapun yakin tidak akan mudah memperbaikinya kecuali membangunnya kembali.


"Ini balasan karena merusak wilayah kami, bagaimana rasanya?" ucapnya puas.


Walau dia seperti itu, dia adalah tipe pendendam.


Earlene menghela nafas panjang sebelum kembali mengikutinya dari arah belakang, ada satu orang yang mengakui dirinya sebagai petinggi pasukan yang melayani raja iblis kerakusan tapi tak perlu lama untuk diterbangkan oleh Theresia kemudian menancapkan kepalanya di dinding bangunan layaknya sebuah paku.


Karena inilah Earlene tak ingin bergerak bersamanya, dia sama sekali tidak memiliki kesepakatan untuk mencoba kemampuannya dalam tubuh dewasa.

__ADS_1


Dia mengayunkan tangannya dan itu membungkus setiap jalan yang dilaluinya menjadi sebuah es, langkahnya meninggal jejak-jejak es yang menyebar ke seluruh bagian.


Hanya menunggu waktu kota ini menjadi kota es.


Theresia mendorong seluruh pasukan di depannya mundur, mereka bahkan menjadi sedikit ragu untuk menyerang. Semakin mereka menyerang Theresia tanpa ampun membalas hingga petinggi yang lain muncul satu persatu. Ada lima dari mereka dan kelimanya juga dikalahkan telat. Tidak, mereka masih bisa berdiri.


"Owh," kata singkat Theresia.


Itu jelas menyakitkan bagaimana cambuk melilit leher mereka kemudian tubuh mereka dibanting ke tanah dengan kekuatan luar biasa.


"Sepertinya aku akan sibuk di sini."


"Tak masalah Theresia, aku bisa melakukan sendiri dari sini."


"Jika kau kalah awas saja"


"Dimengerti."


Ada perasaan lega bahwa Earlene bisa melakukannya sendiri sekarang, ledakan terjadi di sana sini, maka itu membuktikan bahwa Agil dan Asmiranda juga sedang sibuk.


Tidak ada perintah tertentu yang diberikan pada mereka, mereka hanya disuruh menghancurkan bangunan yang mereka lewati tanpa membunuh penduduknya, hanya itu yang mereka lakukan, walaupun sebenarnya sulit untuk tidak membuat seseorang terluka di saat mereka juga terlibat pertempuran.

__ADS_1


__ADS_2