Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 53 : Pertempuran Prancis Bagian Dua


__ADS_3

Dentuman menggema ke udara, Earlene tampak tak bergeming dan seorang yang melakukannya telah larut dalam kesenangannya.


Paling tidak begitulah yang dipikirkannya, palu yang dipegangnya hancur dan dalam sekejap Earlene mencengkeram lehernya.


"Kalian benar-benar membuatku terkejut, tapi hanya sebatas itu."


Earlene melemparkan murid di tangannya dan tubuhnya menembus beberapa rumah sebelum tertahan di salah satu dinding hingga tak bergerak.


Seluruh murid tampak menunjukkan ketidak senangannya tapi Earlene hanya menaikkan bahunya lemas.


Pria satu dan dua menerjang ke depan, mereka menyerang bersamaan dan sesekali panah meluncur di antara celah yang mereka buat.


"Murid terbaik mengeroyok gadis 10 tahun, benar-benar menyedihkan."


Earlene menciptakan pedang es di tangannya kemudian membenturkannya dengan segenap kekuatannya, pedang keduanya hancur dan secara bergantian dia menendang wajah mereka.


Para murid yang sejak tadi bersiaga di atas mengulurkan tangannya untuk menciptakan rentetan sihir air, itu menembak ke arah Earlene tepat sasaran namun sebuah api merah berkobar kemudian berubah menjadi dinding pelindung yang melarutkan seluruh sihir air itu menjadi sebuah uap.


"Mustahil? Sihir air sebanyak itu, hanya bisa ditahan dengan api kelas rendah."


"Kalian terlalu meninggikan kemampuan kalian."

__ADS_1


Si wanita meluncurkan panah yang jauh lebih cepat, dari satu berubah menjadi dua, kemudian menjadi empat dan enam yang meluncur lurus pada Earlene yang menghentakkan satu kakinya dan sebuah dinding tanah menahannya dengan mudah dan meledak begitu saja.


"Gadis ini bisa menggunakan seluruh elemen, semuanya jangan lengah."


Sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di bawah kaki Earlene, itu berfungsi untuk menahan gerakannya.


"Kalian benar-benar belajar rupanya."


Earlene menjentikkan jarinya dan dalam sekejap lingkaran tersebut hancur berserakan, menjadi serpihan kecil kristal.


"A-apa?"


Earlene yang menciptakan seluruh sihir yang mereka gunakan, sudah jelas dia mampu merubah formula dari sihirnya hanya dengan sekali lihat.


"Baik."


Mereka secara bersama menciptakan lingkaran sihir dan di saat yang sama hancur seperti sebelumnya.


"Kurasa kalian terlalu lemah jika berhadapan denganku, bagaimana dengan yang ini saja, Summon Magic... Golem."


Earlene memanggil sebuah golem setinggi 10 meter, dengan empat tangan serta mata dan mulut.

__ADS_1


Earlene mendorong dirinya untuk duduk dan secara otomatis kursi es tercipta.


"Aku ingin melihat bagaimana kalian mengatasi yang itu," kata Earlene sarkas.


Sementara Earlene tersenyum, semua murid mulai berusaha menjatuhkan golem tersebut, mereka dipukul, dibanting ataupun dihancurkan saat mereka mencoba untuk melawannya, saat mereka membalas tubuh golem yang hancur kembali sedia kala.


Beberapa orang mati bersamaan dengan seluruh bangunan yang porak poranda, pria satu, dua dan si wanita masih berdiri dan mereka adalah sebagian orang yang masih berjuang di garis depan.


"Tidak ada waktu untuk menyembunyikan lagi, mari lakukan."


"Aah."


Earlene sedikit tertarik dengan apa yang mereka lakukan, mereka menghindari setiap pukulan golem dengan cara menggunakan sihir terbang. Bahkan penyihir harus menggunakan sapu terbang untuk melakukannya.


"Heh! Sepertinya Merlin menyelesaikan sihir yang coba kubuat di masa lalu. Dia bukan hanya pandai mencuri rupanya."


Ketiganya melakukan manuver tajam untuk membuat golem Earlene kerepotan, saat celah dibuka alih-alih menghancurkannya ketiganya membuat sihir penyegelan yang mana mengurung golem dalam sebuah dinding prisma hingga tak berkutik lagi.


Melihat itu, Earlene bertepuk tangan.


"Sungguh mengagumkan, aku rasa kalian lebih berpotensi dibandingkan guru kalian, tapi apa kalian bisa melakukan ini."

__ADS_1


Earlene mengarahkan tangannya ke langit dan di saat itu, lingkaran sihir mencangkup seluruh kota tercipta.


__ADS_2