Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 54 : Pertempuran Prancis Bagian Tiga


__ADS_3

Dari lingkaran tersebut, kepala ular naga menyeruak keluar, semua orang tak bisa berkata apapun atau lebih tepatnya seolah harapan hidup mereka benar-benar telah berada di batas akhir.


Ketiga murid berlutut lemas disusul orang-orang yang masih hidup.


"Apa-apaan dengan kekuatan ini?"


"Kalian menyerah, bukannya harusnya kalian bisa terbang dan menghancurkan kepala naganya, masih ada waktu untuk melakukannya sampai tubuhnya benar-benar keluar."


Bagaimanapun Earlene memprovokasi tidak ada yang berani untuk melakukan hal bodoh, dia sedikit kecewa tapi dia rasa dia lebih baik menghilangkan seluruh sihirnya dan melanjutkan misinya.


Earlene berjalan melewatinya, mereka pikir akan dibunuh namun Earlene memilih untuk tidak melakukannya karena kehilangan minatnya.


Sementara itu, kelompok Jeanne telah menerobos masuk ke dalam istana, mereka awalnya turut bertanya-tanya lingkaran sihir apa barusan, karena sudah menghilang mereka memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi.


Setelah menjatuhkan banyak orang mereka terus menerobos maju, Arthur dan Rosa memberikan pukulan cukup keras untuk membuat mereka pingsan, disusul Bellina di belakang.


Meski semakin banyak musuh yang harus dilawan itu tidak masalah, mereka membuka pintu aula dan menemukan seorang pria tua yang telah memiliki rambut putih dan jenggot putih tampak berdiri dengan tongkatnya.


Dia adalah Merlin.


"Haha sudah kuduga kalian akan muncul, ini sempurna... aku tidak perlu bersusah payah mencari kalian lagi."

__ADS_1


"Apa maksudmu?"


"Maksudku adalah seperti ini."


Tiba-tiba saja dari bawah bayangan semua orang, ular muncul kemudian melilit masing-masing dari mereka, Bellina berhasil lolos sayangnya yang lain tidak cukup beruntung untuk melakukannya.


"Sihir ini?"


"Aku hanya mendapatkan sedikit pinjaman dari raja iblis nafsu, bagaimana ular itu tak hanya menghentikan pergerakan kalian akan tetapi juga menghisap mana kalian."


"Kenapa aku juga harus tertangkap?" kata Arthur pelan.


Merlin tertawa.


"Aku belum pernah mencoba tubuh mulus Saint Agung, setelah ini aku akan bersenang-senang dengannya."


"Omong kosong, kau harus mengalahkanku sebelum bisa menyentuh guruku."


"Putri Bellina, kurasa kau tahu bahwa kemampuanmu tidak mungkin bisa mengalahkanku.. sebelumnya akulah yang mengajarimu sihir."


Sebuah api ditembakan ke arah Merlin, dia tidak menahannya ataupun menghindarinya melainkan membuatkannya terbakar dengan sengaja.

__ADS_1


"Bagaimana? Api suci bahkan tidak bisa membakarku, selama ini aku selalu berharap menjadi seorang raja karena inilah aku akhirnya mendapatkan semuanya."


"Kenapa kau sampai sejauh ini?" tanya Bellina menarik pedangnya.


"Sudah jelas bukan... karena aku menginginkan semuanya, aku ingin menjadi seorang raja dan mendapatkan segalanya, kekuatan, wilayah dan semua yang kuinginkan."


"Sungguh konyol kau benar-benar orang serakah, aku merasa malu karena sudah mendengar ucapanmu selama aku berlatih denganmu."


"Memangnya aku peduli."


Bellina mendecapkan lidahnya sebelum menerjang ke depan, Merlin mengetukkan tongkatnya dan dalam sekejap sebuah makhluk raksasa muncul, itu menyerupai golem hanya saja semuanya dibuat dari besi.


"Dia adalah roh agung, mana mungkin kau bisa mengalahkannya," ungkap Merlin.


Golem tersebut mengayunkan pedang besarnya yang mana menghantam tubuh Bellina hingga dia memuntahkan darah dan terlempar ke belakang, dia bangkit kemudian menebaskan tebasan dari pedangnya, namun sama sekali tidak berpengaruh dan beberapa kali malah dijatuhkan, tubuhnya dicengkeram oleh tangan golem putih kemudian dibanting ke lantai hingga ia tak bisa menggerakkan tubuhnya. Pakaiannya compang-camping bahkan seluruh tubuhnya yang tersembunyi bisa terlihat jelas.


"Kau cukup bagus sayangnya aku tidak tertarik dengan tubuh anak kecil, habisi dia."


Jeanne, Rosa dan Arthur berteriak memanggil namanya namun hal itu jelas tak bisa berbuat banyak. Sebelum pukulan menghantam tubuh Bellina golem itu hancur berkeping-keping.


Tidak jelas bagaimana hal itu terjadi namun orang yang melakukannya telah berdiri di antara mereka, yaitu seorang gadis kecil dengan rambut perak berayun ke samping.

__ADS_1


__ADS_2