Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 72 : Permintaan Raja Iblis


__ADS_3

Earlene mengutarakan semua hal yang terjadi di dunia ini termasuk soal dirinya yang akan mengirim kembali para iblis ke dunia sebelumnya.


Jeanne tampak sedikit tidak percaya khususnya soal apa yang dinamakan genjatan senjata.


"Kau sudah memulai peperangan, mustahil untuk membuat mereka mundur."


"Jadi kau lebih menginginkan kami membumi hanguskan seluruh negara, apapun itu silahkan putuskan semuanya."


Earlene menghilang dan Jeanne masih duduk di kursi taman dengan perasaan bingung. Saat dia mengalahkan raja iblis dulu hanyalah hal yang disengaja jika sekarang dia ragu untuk bisa melakukannya lagi. Hal seperti ini tidak bisa ia putuskan sendiri karena itulah beberapa hari berikutnya ia memanggil Arthur dan Bellina untuk membantunya.


Bellina menghela nafas panjang setelah mendengar bahwa Earlene raja iblis kesombongan terlebih fakta yang tidak banyak orang ketahui sejak sekarang.


"Bahkan jika aku seorang saint agung, sulit membuat mereka mundur."


Bellina mengalihkan pandangan ke arah Arthur.


"Biasanya kau memiliki ide bagus di saat seperti ini, cepat katakan."


"Entahlah, tapi kurasa Charlotte mungkin bisa membantu kita."


"Dasar siscon."


"Aku berusaha memberikan usul di sini, walau sifatnya seperti itu, dia sangatlah jenius."


"Gadis yang menakutkan itu."

__ADS_1


"Guru tahu soal gadis itu?"


"Aku pernah beberapa kali bertemu, mungkin akan kucoba bertemu dengannya lagi."


Setelah pertemuan itu Jeanne pergi ke Britania secara pribadi dengan Bellina yang menjadi pengawalnya, walau sebelumnya kedua negara memiliki konflik peperangan cukup lama, namun itu telah menjadi masa lalu sekarang.


Charlotte telah diangkat menjadi ratu karena itulah ia memiliki kedudukan tinggi di sini, saat negara lain habis-habisan mengirim bala bantuan untuk menyerang kota hantu, dia hanya mengirim pasukan dengan jumlah tertentu.


Ketika dia dihadapi dengan keduanya ia menyeringai.


"Kalian tidak datang bersama adikku yang bodoh itu."


"Kurasa dia terlalu malu untuk datang kemari," balas Bellina tenang.


"Yah, jika dia datang kemari.. aku akan menjatuhkan hukuman mati sebagai orang yang mengancam kedudukanku di Britania Raya."


"Untuk sekarang duduklah, dan berikan teh mahal untuk tamu kita."


Setelah mendapatkan teh, Jeanne memulai pembicaraan.


"Saat waktu pertemuan aku tidak bisa datang jadi mohon izinkan aku untuk menyapamu, ratu Charlotte."


"Kurasa kau bisa membuang hal seperti berbicara formal, tolong katakan apa yang kalianlah inginkan?"


Pandangan Jeanne dan Bellina saling bertemu dan keduanya mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Aku ingin sebuah genjatan senjata untuk melawan raja iblis."


Charlotte mengernyitkan alisnya.


"Kau bercanda?"


"Tidak, dengan genjatan senjata siapapun tidak akan terluka atau mati, ini juga berlaku untuk rasa iblis."


"Hoh, setiap negara telah kehilangan banyak prajurit aku ragu bahwa genjatan bisa dilakukan, tentu saja aku bisa melakukannya tapi perlu alasan logis untuk membuatku bergerak."


Jeanne menceritakan soal apa yang diceritakan dari mulut Earlene, tentu ia menyembunyikan identitasnya.


"Jadi begitu, alasan itu cukup kuat agar genjatan senjata di lakukan tapi aku yakin bahwa yang lain tidak akan menerimanya, seperti yang kukatakan mereka sudah terlalu banyak kehilangan, paling tidak mereka ingin mempersembahkan kemenangan untuk rakyatnya."


Charlotte tersenyum dan itu cukup membuat udara dingin menusuk Jeanne ataupun Bellina.


"Ada satu jalan, kitalah yang akan melakukannya."


"Prancis dan Britania raya?"


"Aah, mari lakukan pertemuan dan jika mereka tidak melakukan genjatan senjata maka negara kita akan bergabung dengan raja iblis."


"Bukannya itu terlalu berlebihan."


"Jika kau inginkan genjatan senjata maka inilah caranya, ketika mereka tidak yakin menang mereka akan memilih hal itu."

__ADS_1


Bellina yakin seratus persen bahwa gadis ini akan melakukan segala hal hanya untuk meraih keinginannya, di masa depan dia jelas harus berhati-hati untuk tidak menyinggungnya.


__ADS_2