Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 20 : Deklarasi Perang Melawan Dunia


__ADS_3

Tepat saat perjalanan menuju Konstatinovel, mata Earlene tertuju pada perkemahan yang didirikan oleh tentara Jerman.


Mereka mengenakan pakaian militer dan satu-satunya negara yang menggunakan senjata api sebagai senjata mereka, di bagian sisi lain ada pasukan Spanyol, Swiss dan juga Italia. Mereka adalah negara yang sedang memperebutkan konstatinovel.


Di bawah cahaya bulan yang mengagumkan, sosok Earlene menyatu dengan rambut peraknya.


Itu terlihat seperti sosok malaikat yang indah namun sayangnya semua orang yang sedang memperhatikannya dari bawah tanpa sadar membuat sebuah kekeliruan. Dia adalah iblis dan lebih dari itu, raja iblis yang hanya dengan namanya sudah ditakuti banyak orang.


Tidak aneh jika raja iblis kerakusan berniat mengalahkannya dengan skema licik, semata-mata karena dia takut.


Suara bagaikan lonceng bel indah diperdengarkan.


"Atas nama kesombongan lenyaplah kalian semua, tapi jangan khawatir setelah kematian kalian tubuh kalian akan dipekerjakan sebagai undead untuk mendirikan wilayah kerajaanku."


Semua orang tidak bisa mencerna apa yang sebenarnya gadis yang perak itu katakan, setelah mendengar nama kesombongan akhirnya mereka mengerti namun semuanya sudah terlambat, sebuah sinar dijatuhkan dan dalam hitungan detik seluruh pasukan negara dihancurkan dan hanya menyisakan tulang berulang yang bertebaran di permukaan tanah.


Pasukan negara lain juga mengalami nasib sama sebelum akhirnya Earlene sampai di kota yang dimaksud Aria, dia melompat ke atas permukaan bangunan tinggi sementara naganya melesat ke atas.

__ADS_1


Earlene lalu mengenakan topeng rubah dan seketika sembilan ekor di belakangnya muncul hingga tubuhnya diselimuti warna putih.


Ia berjalan ke sudut atap untuk melihat keadaan, Di bawah kakinya dia melihat bagaimana pemandangan gemerlap dari sebuah perayaan festival. Beberapa orang bahkan mengarak patung seekor sapi yang terbuat dari emas.


"Kalian menyembah patung Dewi Minerva, sungguh konyol bahkan sekarang bagaimana patung yang kalian puja itu menyelamatkan kalian dari iblis."


Dengan tangan yang terjulur Earlene melemparkan mantra api sederhana yang meledakan patung tersebut, orang-orang yang berada di dekatnya terlempar ke trotoar dengan sangat menyakitkan, sebelum akhirnya Earlene menggunakan sihir teleportasi untuk menghubungkan sihir telepati bagi semua orang di kota ini.


Kericuhan terdengar dari banyak mulut.


"Aku mendengar suara di kepalaku."


"Dengar kalian manusia bodoh yang seolah menjadikan dunia ini sebagai dunia kekal, aku adalah raja iblis kesombongan yang baru menggantikan Galius, aku akan menghancurkan kota yang kalian cintai ini lebih dari apapun, dalam waktu 20 menit aku biarkan siapapun untuk pergi dari kota ini bagi yang menginginkannya tapi jika kalian ingin menghentikanku, aku tepat berdiri di bangunan tinggi akan kutunggu, ini bukan deklarasi perang untuk kalian saja melainkan untuk seluruh negara, sekian."


Orang-orang mulai ketakutan, beberapa orang keluar dari kota yang telah memberikan kebahagiaan bagi mereka. Ada yang mengetahui tempat yang mereka tuju dan ada juga yang tidak, sementara orang yang terlalu menyukai kota ini telah bermunculan untuk menantang Earlene.


Mereka telah dibutakan oleh uang, kekuasaan serta wanita. Manusia selalu membawa sifat mengerikan tersebut, dan hal itulah yang dimanfaatkan iblis untuk bersenang-senang serta mempermainkannya, seperti apa yang terjadi sekarang.

__ADS_1


Sekitar sepuluh orang telah menyergap Earlene yang berpenampilan sebagai siluman rubah ekor sembilan.


"Memangnya kami percaya bahwa kau raja iblis, bunuh dia."


"Aaaaah."


Tanpa bersusah payah Earlene menghindari serangan mereka, dia membunuh mereka dengan mudah, memutilasi, kemudian melemparkan tubuh-tubuh mereka berjatuhan ke bawah.


"Hentikan, gwaah."


Sebuah tombak es menembus kepala salah satunya. Earlene menendang wajah tak bernyawa itu yang menjadi korbannya yang ke-100.


"Satu menit lagi," dia menggumamkan hal demikian, orang-orang yang sebelumnya percaya diri dengan kemenangan mereka, kini berubah pucat saat mereka melihat cahaya di atas langit.


Itu berasal dari naga yang dimiliki oleh Earlene.


Saat Earlene menghilang dan muncul di dahan pohon di luar kota, tampak bola cahaya dijatuhkan.

__ADS_1


Bersamaan itu ledakan luar biasa tercipta menghasilkan bola yang melenyapkan seluruhnya.


Orang-orang yang berhasil selamat hanya bisa terduduk lemas dengan wajah keputusasaan.


__ADS_2