Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 61 : Kota Sebelah


__ADS_3

Tak hanya ada satu, beberapa yang lainnya mulai bermunculan dari atap rumah dan selanjutnya melompat secara bersamaan tanpa henti, Agil memutar dirinya kemudian menebas mereka dengan kecepatan luar biasa.


Tubuh mereka terpotong-potong menyisakan dirinya sendiri di tengah pertarungan ini, namun saat itu juga seorang telah muncul di hadapannya, dia seorang pria dengan pakaian serba hitam rambut putih panjang serta mata berwarna merah darah.


"Hoh, jadi semua ini ulahmu."


"Aku memujimu karena berhasil mengalahkan anak buahku, selanjutnya aku sendiri yang menghadapimu."


Agil tergeletak terduduk di depan asrama dengan tangan terputus dan darah menetes di setiap lantainya.


Asmiranda segera membersihkannya sementara Earlene hanya mendesah pelan.


"Jadi apa yang terjadi hingga tanganmu lepas seperti ini?"


Earlene menyatukannya kembali semudah sebuah puzzle.


"Aku bertarung dengan sosok aneh malam tadi princess, dia..."


Earlene mendengar keseluruhan ceritanya selagi menghembuskan nafas panjang.


"Jadi begitu. Bersyukurlah jika kau masih hidup setelah bertemu dengannya, dia adalah raja iblis ketamakkan."


"Ra-raja iblis? Dia tidak berada di wilayahnya."


"Dia memang seperti itu, dia tidak memerintah di wilayah tertentu lebih tepatnya dia lebih suka mengambil apapun di tanah orang lain, entah itu kekayaan ataupun nyawa orang lain semuanya miliknya, karena itulah dia tidak memiliki pengikut."

__ADS_1


Asmiranda mendengarkan.


"Jika dia muncul di kota sana maka apa dia menjadikan tempat itu sebagai markasnya sendiri?"


"Sudah pasti begitu, aku berencana menyerang raja iblis kerakusan dalam waktu dekat tapi kurasa tak apa jika aku menyelesaikan masalah yang paling dekat."


"Semuanya salahku, harusnya aku bisa mengalahkannya."


"Kau bisa melarikan diri darinya sudah untung, itu membuktikan bahwa dirimu sekarang jauh lebih hebat."


"Princess?"


"Dengan bantuanmu kita bisa menemukannya dengan cepat."


Sebelum dia menghabisi seluruh kota, Earlene lebih memilih untuk menyelesaikannya secepat mungkin.


"Ini aneh, padahal malam tadi tidak seramai ini," kata Agil.


"Raja iblis ketamakkan hanya keluar pada malam hari, tapi sepertinya dia tidak memilih membunuh mereka dengan cepat. Dia pasti membuat orang-orang ketakutan agar rasa darah yang diminumnya jauh lebih enak."


"Mungkinkah orang-orang yang kulawan malam itu adalah para penduduk."


"Iya, saat dia meminum darah seseorang orang yang digigit akan jadi budaknya."


"Aku merasa kasihan pada orang-orang ini, ugh .. seharusnya aku tidak memiliki perasaan seperti itu sebagai kesatria undead."

__ADS_1


"Tak masalah Agil, kau bisa merasakan apapun yang kau inginkan.. bahkan kau bebas memilih apapun yang kau sukai, lagipula aku juga bukan raja iblis aku juga manusia."


"Aku mengerti."


"Lihat itu Ojou-sama mereka punya permen kapas, aku ingin membelinya."


"Baik, baik, belilah sebanyak yang kau mau."


"Hore."


"Tunggu sebentar, aku juga mau," ucap Agil demikian.


Earlene mengalihkan pandangan ke dalam sudut gang, dia merasa melihat sedikit gerakan bayangan di sana namun tak ada apapun yang terlihat.


"Apa aku salah lihat."


Asmiranda memberikan permen kapas pada Earlene dengan senyuman manis.


"Ojou-sama ini untuk Anda."


"Terima kasih, bukannya ini terlalu besar."


"Aku meminta penjualnya untuk membuatnya seperti ini, ini sama dengan 10 permen kapas yang disatukan," balasnya bersemangat.


"Owh."

__ADS_1


Earlene pikir dia seperti anak kecil sekarang.


__ADS_2