Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 55 : Pertempuran Prancis Bagian Empat


__ADS_3

Earlene menyibak rambutnya selagi menghela nafas panjang.


"Benar-benar merepotkan, kau barusan bisa mati loh."


"Ugh, aku cuma lengah."


"Terserahlah, aku ingin cepat selesai.. lebih baik raja iblis nafsu juga muncul, aku ingin membunuhnya juga beserta pengikutnya."


"Untuk seorang gadis kecil kata-katamu begitu sombong, aku tidak mungkin kalah dengan orang sepertimu," kata Merlin sebelum dia mengulurkan tangannya dan dalam sekejap golem yang hancur telah kembali sedia kala, itu adalah sihir untuk memutar waktu.


Meski begitu.


Earlene menebasnya dengan pedang es dan hancur berkeping-keping.


"Kau? Guakh."


Merlin hendak menggunakan sihirnya namun sebuah pukulan telah mendarat di perutnya, walau Earlene menggunakan tangan kirinya kekuatannya masihlah kuat, tubuh Merlin terlempar ke luar istana hingga jatuh ke trotoar jalan, Earlene mengikuti dengan sihir terbang yang dia barusan pelajari hanya dalam satu pengamatan.


"Ba-bagaimana kau bisa menggunakan sihir terbang?"


"Bagaimana apanya, bukannya akulah yang membuat sihir itu."


"Jangan bercanda, sihir itu..."


Earlene menunjukkan senyuman tipis.


"Ada apa Merlin, kau terkejut?"


"Kau raja iblis kesombongan."


"Tepat sekali, aku adalah raja iblis yang itu."

__ADS_1


"Bagaimana bisa seharusnya dia pria, terlebih Jeanne sudah mengalahkannya."


"Kau percaya rumor yang menyedihkan itu, aku masih hidup dan berada di depanmu sekarang."


"Aku tidak akan terkecoh.. rasakan ini."


Merlin menciptakan puluhan lingkaran sihir, dan dari sana bola-bola petir dilesatkan pada Earlene.


Dia menggunakan pedang es di tangannya untuk menebas setiap bola dan hanya meledak di sisi berbeda.


"Mustahil? Seharusnya sihir tidak bisa ditebas."


"Bukan hanya ditebas, aku juga bisa menghilangkan sihirmu."


Dengan satu jentikan lingkaran sihir milik Merlin lenyap.


"Jadi dimana raja iblis nafsu itu, aku yakin kau bersamanya sekarang."


"Dia tidak ada di sini, dia mempunyai hal lain untuk dilakukan."


"Aah, menghancurkan kota Andreas."


"Orang itu jangan bilang?"


"Tepat sekali... dia ingin menumbalkan semua orang di sana untuk membuatnya semakin kuat."


"Dia melahap energi sihir orang lain."


"Aku yakin dia sudah memulainya."


"Jadi begitu."

__ADS_1


Kota Andreas adalah kota dimana akademi Riestal berada, di sana memang diisi oleh orang-orang yang memiliki kekuatan di atas rata-rata.


"Kau tidak khawatir."


"Kenapa harus khawatir, aku hanya harus membunuhmu dan pergi ke sana."


"Memangnya aku akan membiarkannya."


Tubuh Merlin mulai menyerupai sosok Eligor waktu itu, singkatnya dia akan berubah jadi iblis.


Earlene menatap dengan dingin, kemudian menebas tangannya yang hendak menyerangnya.


"Gwaaahh."


Di tebasan kedua kepalanya terpenggal ke udara hingga tubuh Merlin jatuh tanpa daya, Earlene menjentikkan jarinya dan ular-ular yang mengikat Rosa, Jeanne dan Arthur telah dilenyapkan.


Bellina menatap Earlene curiga.


"Bagaimana kau bisa mengalahkan Merlin, dia jelas sangat kuat?"


"Aku sering membaca pengetahuannya jadi aku tahu segalanya, lebih dari itu dia bilang bahwa raja iblis nafsu berusaha menyerang kota Andreas untuk mengambil seluruh kekuatan orang-orang di sana, sama seperti ular barusan dia juga berniat melakukan hal sama pada semua orang."


"Kita tidak bisa membiarkannya," ucap Jeanne tapi Earlene mengangkat bahunya tak peduli.


"Aku sendiri yang pergi, kalian masih harus mengurusi kekacauan di sini."


"Tapi.."


"Selamat tinggal."


Earlene mengaktifkan sihir teleportasinya dan menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


"Benar-benar hebat, aku baru melihat gadis berusia 10 tahun bisa menggunakan sihir sehebat itu."


"Lebih tepatnya dia sedikit tidak normal," balas Bellina pada Jeanne.


__ADS_2