Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 73 : Kembali


__ADS_3

Tidak seperti pertemuan pertama di Olimpus, kini pertemuan diadakan di Britania Raya, para pemimpin telah dikumpulkan di meja bundar di mana Jeanne sendiri yang menjadi pemimpin.


Biasanya entah Rogen, Gustav, Pauline ataupun Orlando akan saling bertukar sapa namun sekarang mereka hanya menunjukkan wajah bermasalah terlebih soal gencatan senjata.


Roger tampak frustasi namun dialah yang menerima dampak buruk dari semuanya dimana 100.000 pasukannya telah dibantai habis oleh pasukan raja iblis kesombongan.


Pauline menutup mulutnya dengan kipas di tangannya.


"Jika raja iblis kesombongan berbaik hati untuk menghentikan agresinya, kami akan lebih memilih gencatan senjata."


"Begitu aku, rasanya aku kini mulai membenci peperangan... padahal kita selalu melakukan hal itu sejak lama," balas Gustav disusul Orlando.


"Benar sekali, mari hentikan perang dunia ke dua yang tidak berarti ini."


Sepertinya tanpa melakukan hal ektrim semua orang setuju untuk gencatan senjata atau lebih tepatnya menghentikan perang ini selamanya.


Jeanne menghela nafas lega. Sekarang dia hanya menunggu bagaimana Earlene menempati janjinya.


Menunggangi naga hitam, Earlene bersama Agil dan juga Asmiranda telah kembali ke kampung halamannya di desa perbatasan.


Kedua orang tuanya telihat terkejut khususnya soal perubahan Earlene, khususnya ibunya yang sedang hamil.


"Uwaah! Anak kita tumbuh jadi gadis dewasa padahal aku yakin ia baru saja berusia 10 tahun."


"Aku juga terkejut."

__ADS_1


"Ini karena sihir," jawab Earlene ragu meski begitu ia mengesampingkan hal itu dan mulai menjelaskan hal yang akan dia lakukan untuk memindahkan seluruh ras iblis ke dunia berbeda.


Kedua orang tuanya tampak kesusahan mereka jelas enggan untuk pindah, jelas sekali bahwa tempat ini adalah satu-satunya yang mereka miliki.


"Ojou-sama?"


"Tidak apa, kurasa ini memang saatnya aku berpisah dengan orang tuaku."


"Tapi Ojou-sama, bukannya Ojou-sama bilang akan menunggu jika orang tua Anda tidak mau pergi."


Atas perkataan Asmiranda, Earlene menggelengkan kepalanya.


"Saat itu aku belum tahu soal dunia kita sebelumnya, aku sudah mengambil tanggung jawab untuk semuanya, membuat dunia ini damai kemudian mengembalikan hak para ras iblis sebelumnya di dunia itu, ini hanya pengorbananku untuk semuanya."


"Aku akan mengikuti princess kemana pun pergi."


"Terima kasih Agil, Asmiranda juga."


Earlene membungkuk tubuhnya ke hadapan bangunan dimana kedua orang tuanya tampak menangis.


Entah Earlene ataupun kedua orang tuanya mereka memiliki tanggung jawab yang sama.


"Jaga diri kalian, aku sangat senang bisa hidup bersama kalian."


Itu adalah sebuah ucapan perpisahan.

__ADS_1


Beberapa hari berikutnya tepatnya di tengah malam di mana cahaya bulan bersinar terang Earlene bersama semuanya melirik ke arahnya.


Aria dan Hazel tampak mengawasi dari jauh dan di sana juga seluruh raja iblis berada.


"Seperti yang aku katakan kita akan kembali ke dunia kita sesungguhnya dan mengambil negeri. Mari tinggalkan semuanya."


Semua raja iblis turut memperhatikan tanpa mengatakan apapun.


Earlene melirik ke arah Aria yang berdiri bersama Hazel saling bergandengan tangan, keduanya mengangguk sebagai balasan.


"Ojou-sama."


"Princess."


"Aah."


Earlene menyatukan seluruh kristal yang didapatkannya, dan bersamaan itu. Bulan berubah menjadi warna merah darah termasuk ke dua mata Earlene.


Ia akan memindahkan semuanya para ras elf, monster dan juga ras iblis.


Ketika dia mengaktifkan sihirnya semuanya telah menghilang, ras elf yang menatap bulan juga turut lenyap.


Sofia tersenyum saat tubuhnya juga turut tranparan.


"Karena inilah aku menciptakan high elf, akhirnya kami bisa kembali dan akan kubalaskan dendamku sejak lama," katanya demikian.

__ADS_1


__ADS_2