
Sejak kecil raja iblis kesombongan selalu melakukan ekprerimen berbagai sihir dan mempelajari sihir manusia, tentu dia tidak semata-mata hanya belajar dia juga menciptakan beberapa sihir yang luar biasa tapi bukan hanya untuk digunakan bertarung melainkan hanya sebagai hal yang bisa memuaskan diri akan pengetahuan.
Asmiranda selalu ada di dekatnya, mengumpulkan banyak buku bahkan dia sesekali menyelinap untuk mencuri buku-buku dari dunia manusia, tentu hubungan mereka bukan sekedar seorang pelayan dan majikan saja.
Dan begitulah mereka menjalani kehidupan mereka sendiri. Sampai.
"Nah Asmiranda mari kita pergi ke dunia manusia?"
"Tapi tuan Galius, itu cukup berbahaya.... jika Anda memerlukan buku biar aku saja yang pergi."
"Tidak, bukan buku yang kuinginkan sekarang, aku ingin tahu seperti apa dunia manusia itu, terlepas dari kita yang selalu bertarung aku yakin dunia mereka lebih indah dibandingkan di sini."
"Meski Anda bilang begitu, ada sekarang salah satu raja iblis yang menyandang gelar kesombongan mungkin semua orang akan menentangnya."
"Haha aku tidak terlalu peduli dengan gelarku, lagipula dari awal aku tidak suka gelar itu.. yang kebutuhkan hanya hidup bersamamu, menikah dan banyak punya anak."
"Anda masih genit seperti biasanya, apa boleh buat Anda harus menyembunyikan tanduk Anda."
"Itu bukan sesuatu yang sulit."
Selama bertahun-tahun ia hidup sebagai manusia dan menempati sebuah rumah sederhana sampai suatu saat seluruh pasukan kerajaan Prancis yang dipimpin oleh penyihir Merlin menyerangnya.
"Kenapa mereka menyerang kita?"
"Aku pikir karena tuan memilih untuk tidak menyerahkan pengetahuan Anda kepada mereka."
__ADS_1
"Aku tidak mau jika pengetahuanku digunakan untuk membunuh, mari hancurkan semuanya."
"Tapi.."
"Tak masalah, pertarungan iblis dan manusia sudah berlangsung ribuan tahun, aku tidak ingin membuat semuanya menjadi tambah parah."
Entah Galius atau Asmiranda mereka menyobek setiap buku selanjutnya membakarnya tapi tidak semuanya, itu karena Merlin telah menerobos masuk ke dalam rumah seorang diri.
"Aku tidak akan membiarkan pengetahuan berharga ini dihancurkan, lebih dari itu aku tahu bahwa kalian iblis."
"Sial, beraninya kau."
Asmiranda melangkah maju namun hanya hitungan detik dia ditumbangkan, darah menyembur dari mulutnya saat Galius kecil memeganginya.
"Kenapa kau melakukan ini?'
Dia menembakan api ke arah keduanya namun api itu tertahan api lain yang menyelimuti tubuh Galius dan Asmiranda hingga keduanya menghilang hingga muncul di atas bukit yang mengarah ke depan laut biru mempesona.
Dia menurunkan Asmiranda sebelum berjalan memunggunginya.
"Tuan Galius."
"Maaf Asmiranda, aku malah menyeretmu ke dalam hal merepotkan."
"Tak apa, semua ini adalah keinginanku sendiri sebagai pelayan Anda. Aku tidak pernah menyesalinya sedikitpun."
__ADS_1
"Penyihir itu pasti terus membuntuti kita sejak lama.. aku benar-benar payah karena tidak menyadarinya sejak lama, dia pasti menggunakan sihir yang menyatukan kesadarannya dengan hewan untuk memata-matai kita."
"Tuan Galius?"
Dia berbalik selagi tersenyum seperti biasanya.
"Mari pulang, kita akan terus di wilayah kita dan menjauhi peperangan."
"Lalu bagaimana dengan raja iblis lainnya?"
"Abaikan saja paling mereka hanya mengejekku sebagai pengecut atau sebagainya."
Earlene tanpa sadar sedikit mengingat masa lalunya saat melihat pertarungan Bellina dan Arthur yang masih berlanjut, saat ini Arthur telah menebas kedua tangan Eligor hingga dia berteriak kesakitan.
Di saat yang sama Bellina melesat maju, dia menunjukkan konsentrasi tinggi, memotong-motong tubuh Eligor hingga menjadi serpihan kecil.
Jantung yang selama ini tersembunyi akhirnya terlihat jelas di udara, dengan satu tebasan berikutnya jantung itu telah terbelah hingga Eligor tidak berbentuk lagi.
Earlene tersenyum dengan sebelah matanya tertutup rambut peraknya yang berkibar tertiup angin.
"Karena sudah selesai aku pergi sekarang."
"Apa? Semuanya ini terjadi karena ulahmu, paling tidak tolong bantu kami di sini!" teriak Bellina kesal namun tidak mendapatkan tanggapan apapun.
"Arthur apa kau merasakan apa yang kurasakan?"
__ADS_1
"Aah, Merlin pengkhianatnya.. dialah orang yang terakhir yang bertemu Eligor."
Saat Bellina dan Arthur bertarung untuk berduel, Merlin saat itu menemuinya.