Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 63 : Perubahan


__ADS_3

Tertahan di udara, Kevin mengulurkan dua tangan dengan seringai kemenangan di mana dia menciptakan lingkaran sihir gelap dengan petir yang menyambar ke sekelilingnya.


"Thunderbird"


Petir menyerupai burung raksasa tercipta kemudian terbang menukik tepat di depan wajah Earlene yang mana menciptakan ledakan yang menghempaskan keseluruhan area di sekelilingnya.


"Ojou-sama," teriak Asmiranda namun seperti yang di duga siluet Earlene masih berdiri di sana dengan debu pasir yang menyembunyikan dirinya.


Saat seluruh pandangan semakin jelas Earlene tampak sedang memegang tombak raksasa terbuat dari es di tangannya, dia melemparkannya dan itu menyayat udara dengan kecepatan cosmic.


Dengan santai Kevin menghindarinya namun tanpa ia sadari tombak itu berbalik kemudian menembus tubuhnya dari belakang.


"Ka-kau, bagaimana bisa?" katanya menyemburkan darah dari mulutnya.


"Itu hanya sebuah trik sederhana," balas Earlene selagi menaikan bahunya lemas.


Tubuh Kevin mulai membeku sedikit demi sedikit namun, bersamaan itu.... dari tubuh anak buahnya yang dibunuh kegelapan mulai keluar dari mulutnya, semuanya menyatu di udara kemudian membungkus sosok Kevin dalam kegelapan, saat kegelapan benar-benar terhisap sepenuhnya, sosok Kevin telah berubah seutuhnya. Dia memiliki tubuh lebih besar dengan wajah iblis menyerupai kelelawar. Taring menyeruak dari ujung mulutnya serta kuku tangan yang kini telihat seperti sebuah cakar hewan buas.


Earlene perlahan naik ke atas dengan sihir terbang yang sebelumnya disempurnakan oleh Merlin.


"Kau seorang gadis kecil yang cukup berpotensi, jelas sekali bahwa kau benar-benar raja iblis, karena itu aku akan melawanmu dengan kemampuanku sesungguhnya."

__ADS_1


"Lakukan sesukamu, aku ingin semuanya segera selesai."


Kevin mendecapkan lidahnya dan lalu melesat maju, dia bergerak dengan kecepatan sonic yang sulit dilihat oleh mata telanjang.


Dia memberikan tendangan yang mana mengenai punggung tangan milik Earlene yang digunakannya sebagai pertahanan hingga terbang ke langit, di mana dia terlempar sudah ada Kevin kembali dan dia diterbangkan beberapa kali dengan pukulan serta tendangan layaknya seperti bola.


"Bagaimana rasanya? Kau tidak bisa mengikutiku bukan, raja iblis nafsu memang cepat tapi kecepatanku lebih darinya."


Earlene balas memukul namun Kevin sudah menghilang dan muncul kembali di belakangnya selagi memukul tubuhnya hingga menukik jatuh ke tanah.


Tanah menyembur ratusan meter ke udara menciptakan kawah berdiameter 10 meter.


"Hentikan, dia bukan musuh yang bisa kita lawan.. kita malah akan menghalangi Princess."


"Itu memang benar tapi."


"Dari yang kulihat Princess belum menunjukan kekuatannya, dia terlihat sedang menunggu?"


"Itu karena princess memiliki tubuh manusia karena itulah ia perlu menunggu tubuhnya untuk siap menampung kekuatannya."


Seolah menyadarinya, Asmiranda mulai menunjukkan ekspresi senang.

__ADS_1


"Ah jadi begitu."


"Apa maksudmu?"


Dari tanah dimana Earlene jatuh mulai tertelan cahaya dan kemudian hancur menjadi berkeping-keping. Earlene tidak muncul dalam gadis berusia 10 tahun melainkan menjadi seorang gadis dewasa berumur 15 tahun setinggi Bellina bahkan pakaiannya terlihat baru walaupun masih tetap seragam sekolah, mungkin ia sebelumnya telah mempersiapkannya.


"Orang tuaku pasti terkejut jika melihat putri kecilnya jadi dewasa dengan cepat."


"Whoaaa, Ojou-sama sangat cantik, aku sangat senang melihatnya... dadanya juga tumbuh lebih besar dariku."


"Sepertinya begitu," tambah Agil tersenyum masam, dia pikir jika majikannya benar-benar seorang gadis dia akan sempurna, sayangnya seperti yang dia tahu di dalamnya hanya pria biasa pada umumnya.


Itu sedikit membuat Agil kecewa dan frustasi.


Kenapa Anda tidak jadi pria sesungguhnya saja dibanding sebagai seorang gadis? teriaknya dalam hati.


Bagi Agil sulit untuk memperlakukannya sebagai pria dengan wajah secantik itu.


Di sisi lain Earlene mengibaskan rambut peraknya bersamaan dengan roknya yang berkibar tertiup angin.


"Kini aku sudah siap bertarung."

__ADS_1


__ADS_2