Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 27 : Menculik Para Budak


__ADS_3

Meski dia bilang demikian, Earlene masih belum bisa memutuskan, dia duduk di atas atap selagi diam memikirkannya. Rambutnya berwarna perak berkibar saat Agil memangilnya dari bawah.


"Yo Princess Anda masih memikirkan siapa yang Anda culik?"


"Benar, aku belum bisa menentukannya."


"Bagaimana jika manusia saja.. kuyakin mereka tidak akan tiba-tiba membuat pemberontakan, bukannya aku mengusulkan karena sebelumnya aku manusia hanya saja ada beberapa manusia yang membenci kerajaan ini, aku yakin mereka akan mau berkerja sama."


Earlene mendengar dan dia melompat ke bawah dengan elegan.


"Apa maksudmu dengan manusia yang membenci kerajaannya sendiri?"


"Saat berjalan-jalan di sekitar kota aku sering mendapati para penjual budak yang menawarkan barang-barangnya, aku yakin dari mereka menaruh banyak kebencian pada negara mereka karena tidak berbuat apa-apa tentang situasi mereka."


"Manusia bisa menjual sebangsanya, sungguh mereka terkadang lebih kejam dari iblis, di sejarah kita iblis tidak menjual iblis lainnnya untuk diperbudak."


"Sulit menjawabnya yang jelas manusia ada yang jahat dan baik."


"Dan kau golongan yang mana Agil?"


"Aku abu-abu," atas jawaban cepat Agil, Earlene tersenyum masam.


Benar-benar jawaban ambigu.


"Kalau begitu kau antar aku untuk mencari budak, kita akan merampasnya."


"Kita berbuat jahat sekaligus berbuat baik kah."


"Anggap saja seperti itu, lagipula kota sebesar ini sepi juga jika tidak ada orangnya."


Earlene menutup wajahnya dengan topeng rubah dan dalam sekejap sembilan ekornya muncul. Secara bergiliran Agil menunju beberapa kota yang dulu pernah dia kunjungi.

__ADS_1


Tanpa ampun ia membantai para penjual dengan pedangnya sementara Earlene melepaskan borgol mereka.


"Aku adalah raja raja iblis kesombongan, aku memberikan pilihan pada kalian, jika kalian ingin bebas dan tak memikirkan apapun kalian bisa tinggal di wilayahku dan jikapun menolak aku tidak keberatan kalian pergi, sekarang kalian bebas."


Mereka menggelengkan kepalanya.


"Kami ingin ikut, jika ada kota yang nyaman untuk kami bahkan jika hidup bersama ras iblis itu tidak masalah."


"Pilihan bijak."


Mereka terlalu takut jika kejadian ini berulang kembali.


Earlene menciptakan lingkaran sihir perpindahan dimana sebanyak 30 orang terdiri dari anak, wanita dan pria beriringan masuk secara bersamaan.


Ada seorang yang masih berdiri di sana dengan wajah menangis, dia gadis kecil terlebih dia elf.


"Agil kau sudah selesai di sana?"


"Iya Princess, ada apa?"


"Uwah, half-elf berambut hitam sangat langka."


"Namamu?"


"Pina, tolong selamatkan adikku, kami kembar dan ia masih berada di pasar gelap untuk pelelangan. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kalian mau. Tolong selamatkan aku!"


"Di mana ada pelelangan di situ banyak para budak, kami akan menyelamatkan adikmu, tunjukan kami jalannya."


"Baik."


Pina diperbolehkan duduk di atas bahu Agil, sementara dia mengikuti Earlene di depan.

__ADS_1


"Kau benar-benar membunuh mereka dengan tragis Agil."


"Aku benci pedagang budak, mereka lebih hina dibandingkan pencuri."


"oh ooke."


Pelelangan berada di kota sebelah karenanya mereka menaiki naga untuk pergi ke sana, sesampainya di sana adalah malam hari.


Saat dua penjaga menanyakan kedatangan mereka, dua jarum es menembus kepala mereka.


Penjaga yang lain mulai bermunculan dan mereka mengalami hal sama.


"Anda tidak ada ampun Princess."


"Bukannya kau juga sama."


"Ahaha sepertinya begitu."


Mereka menerobos pelelangan tanpa basa-basi hingga semua orang terdiam senyap. Di atas podium tampak seorang half-elf mirip Pina.


"Pino."


"Pina."


Earlene memotong.


"Sayang sekali tapi semua budak di sini akan kami rampok."


"Siapa kau berani?"


Sebuah pedang terbang kemudian memenggal kepala orang berbicara itu, teriakan menggema dan mereka penonton semuanya berhamburan pergi.

__ADS_1


"Agil kau urus semuanya, kurang sempurna jika aku tidak membunuh orang yang berkuasanya di sini."


"Laksanakan."


__ADS_2