Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak

Reinkarnasi Raja Iblis Menjadi Gadis Cantik Berambut Perak
Chapter 65 : Sebuah Kejutan


__ADS_3

Earlene membawa semua orang ke sebuah restoran keluarga sederhana yang mana cukup populer belakangan ini, mereka menyatukan beberapa kursi untuk dijadikan satu kemudian memesan banyak makanan ke pemiliknya.


"Bibi... kami pesan apapun di dalam menu, tolong bawa semuanya."


"Baik, tunggu.. bukannya kamu Earlene, sejak kapan kamu jadi dewasa?"


"Aku sejak lama memang sudah dewasa, pesonaku saja yang baru keluar fufu."


"Benarkah, aku ingat Earlene hanya gadis kecil, apa mungkin aku salah lihat."


"Pastinya."


Semua makanan telah ditaruh di meja seperti daging, ikan, sayuran bahkan hal lainnya.


"Makanlah sepuas kalian."


"Nona Earlene benar-benar sangat baik."


"Setuju."


"Itulah Ojou-sama.. hmm ini enak sekali."


"Syukurlah jika kalian menyukainya," kata Bibi pemilik selagi menaruh makanan yang terakhir.


Alpha berkata setelah mengambil tahu dengan sumpitnya.


"Apa Bibi bekerja sendirian, bukannya tempat ini cukup ramai untuk dijaga satu orang?"


"Soal itu ada menantuku yang nantinya membantuku di sini, aku sedikit bersalah karena ia harus mengurangi jadwal mengajarnya sementara waktu, tapi nanti aku akan mencari orang agar tidak terus menerus merepotkannya."


"Begitu, dia pasti menantu yang baik."


Sementara semua orang terkagum-kagum dengan sosok itu, Earlene memiliki wajah bermasalah, sebelum dia mengutarakannya sosok wanita lebih dulu memotongnya.


"Ibu, aku pulang."

__ADS_1


"Pasti kau sibuk... makanlah dulu."


"Baik."


Semua orang berhenti makan, mereka jelas kebingungan karena yang barusan memanggil dengan sebutan 'ibu' adalah salah satu guru mereka di akademi bernama Rosa.


"Owh kalian juga ada di sini."


"Kenapa ibu ada di sini?" tanya Delta.


"Kenapa? Ini rumahku."


"Apa Bu guru putri bibi."


"Yah ia menantuku."


"Heh."


Sementara semua orang berteriak serempak, Earlene berteriak di akhir.


"Kau, kau menikahi muridmu sendiri," katanya demikian.


"Tunggu Ojou-sama apa maksudnya?"


"Aku juga penasaran Princess."


"Bibi ini ibunya Arthur."


Mendengar hal itu semua orang memucat, mereka bahkan telah kehilangan kata-kata untuk menggambarkan situasi ini, tentu saja Testa yang selalu tidak peduli turut berekspresi sama.


"Arthur bilang, akan merepotkan jika membuat pesta pernikahan jadi kami tidak membuatnya, sungguh mengejutkan bahwa putraku tiba-tiba membawa wanita asing ke rumah ini."


Kau tidak mencegahnya yah? Teriak Earlene dalam hati.


Arthur dan Bellina muncul di waktu yang tidak tepat, Bellina tampak menahan tawanya saat mereka semua mengalihkan perhatian pada keduanya.

__ADS_1


"Arthur, sepertinya semua orang sudah mengetahuinya."


"Jelas sekali."


Walau semua itu mengejutkan mereka semua bersikap seolah tidak terjadi apapun.


"Jadi sampai kapan guru akan mengajar?" tanya Earlene.


"Paling tidak aku akan berhenti jika sudah hamil."


"Begitu, baguslah... Arthur impianmu sudah terkabul."


"Aku tidak tahu kalau guru kita benar-benar seorang seperti itu, dia memaksaku menikah, menyelinap ke kamarku dan selanjutnya... aku tidak ingin mengatakannya."


"Itulah yang disebut menjadi dewasa."


Earlene menepuk bahu Arthur selagi tersenyum kecil, entah kenapa itu bisa sedikit menghiburnya.


Mengabaikan segala hal yang terjadi di akademi, Earlene telah mengumpulkan beberapa pasukan elit untuk berperang di kota Hantu.


Dibantu Theresia ia mengerahkan 200 orang yang terdiri dari manusia dan juga ras elf.


"Apa Theresia juga harus ikut?"


"Tentu saja, apa kau tidak ingin aku turut bertarung juga."


"Ah tidak, aku tidak keberatan tapi bukannya perlu ada seseorang yang menjaga tempat ini."


"Diablo sudah cukup."


"Aku mengerti."


Earlene memilih untuk tidak berdebat dengan Theresia lagipula keberadaannya juga akan sangat membantu nanti. Dia mengalihkan pandangan selagi berdeham sekali.


"Kita akan masuk ke wilayah raja iblis kerakusan, jika kalian bertemu dengan lawan sulit tak apa untuk mundur, pokoknya nyawa kalian lebih berharga, Asmiranda dan juga Agil aku mengandalkan kalian sebagai pemimpin regu."

__ADS_1


"Serahkan pada kami."


Earlene menjentikkan jarinya dan mereka semua menghilang setelahnya.


__ADS_2