Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 10 Wanita gila


__ADS_3

"Ah tapi aku yakin kamu tidak akan mau. Sudahlah lupakan," ucapku dengan tetap melihat ke depan memegang kemudi.


Tampak Celine kebingungan dengan ucapan ku. Aku menyesali ucapan ku padanya karena jujur saja, aku tidak mau jika Celine menjadi bahan makian Reni.


Aku mulai memutar otakku meskipun aku sedang berkendara dan ada Celine di sampingku.


Terlihat Celine sepertinya sedang ragu-ragu, seperti akan berbicara namun tidak jadi. Aku tahu mungkin dia masih kepikiran dengan ucapan ku.


"Al, sepertinya mobil itu mengikuti kita," tiba-tiba Celine membuka suaranya setelah beberapa menit yang lalu diam.


"Mana?"


"Itu coba kamu lihat di belakang kita mobil merah. Ngikutin kita gak sih mobil itu?" Celine melihat ke arah belakang.


Aku melihat dari kaca spion di tengah dan seperti dugaan ku, Reni membuntuti ku.


Mau apa sebenarnya dia? Apa tidak cukup tadi dia sudah mempermalukan ku di hadapan umum? Ahh benar-benar membuatku resah. Aku harus bagaimana? Apa aku harus menuruti semua keinginannya?


"Benar kan Al?" tanya Celine membuyarkan lamunanku.


Memang aku membatin tapi mataku masih tetap fokus ke depan melihat jalan.


"Reni Cel, sepertinya dia mengikuti kita sejak tadi."

__ADS_1


"Ya ampun Al, dia nekat sekali. Apa kita harus berhenti saja biar dia tidak lebih nekat?"


"Aku harus mengantarmu pulang Cel."


"Kenapa?"


"Karena aku tidak mau kamu kenapa-napa."


"Aku udah biasa Al kemana-mana sendiri."


"Tapi Cel. Ah udahlah pokoknya kamu aku antar pulang dulu, setelah itu aku akan membereskan urusanku dengan Reni."


Sudah tidak ada bantahan dari Celine. Dan kini aku sudah berada di depan rumahnya. Ku turunkan dia di depan rumahnya seperti biasanya. Dan aku suruh dia untuk cepat masuk agar Reni tidak nekat menghampirinya.


S**t!!


Dia memang nekat sekali. Sangat nekat. Hingga mobilku terhenti di depan apartemenku, dan aku segera berlari masuk ke dalam apartemenku.


Seperti dugaan ku, dia mengejar ku sampai ke apartemenku. Dan yang membuat aku heran, dia bisa dengan mudahnya masuk ke dalam apartemenku.


S**t!!


Dia mengerti password apartemenku. Sejak kapan? itulah yang menjadi pertanyaan ku saat ini. Dia sudah benar-benar seperti bagian dari hidupku saja.

__ADS_1


"Lex, berani sekali kau mengacuhkan ku? Bahkan kamu meninggalkanku dan mengantarnya pulang? Kalian benar-benar ya. Padahal aku udah bikin pengumuman di grup alumni SMP kita bahwa kita ada hubungan. Tapi sepertinya dia masih tetap aja deketin kamu. Dasar wanita murahan!" Reni berteriak pada saat menyebut Celine wanita murahan.


Apa dia tidak berkaca, bukankah dia yang lebih murahan dibanding dengan Celine ku? Aku tidak terima jika Celine dijelek-jelekkan olehnya, karena dia lebih buruk dari Celine.


"Tutup mulutmu!" teriakku tidak terima.


"Apa? Kenapa? Kamu tidak terima wanita itu aku bilang murahan? Dia harusnya sadar bahwa dia menjadi pelakor sekarang ini."


"Hey, bukannya kamu yang jadi pelakor sekarang?" seruku sambil tersenyum mengejeknya.


Dari raut wajahnya aku tahu dia sangat marah sekarang ini. Dia memukuliku bertubi-tubi dengan tasnya. Tapi sebisa mungkin aku menghindarinya. Sungguh seperti pasangan suami istri yang sedang bertengkar.


"Ren, aku minta kamu jangan ganggu aku lagi."


"Kenapa hah? Apa karena Celine mengatakan bahwa itu salah? Dia itu sok baik, padahal dia juga mendekatimu. Aku udah tau semuanya, jadi kalian tidak bisa berkelit lagi."


"Apa yang kamu tau?"


Dan dia menunjukkan bukti screenshoot chat ku bersama Celine. Mungkin dia membuka ponselku dan menemukan chat ku bersama Celine.


Gila... Gila... sungguh gila wanita ini.


"Pokoknya aku gak mau tau. Kita harus menikah dalam minggu ini!" teriaknya penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2