Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 34 Good bye...


__ADS_3

Celine menatapku dengan tatapan sedih. Dia menungguku untuk bercerita padanya. Sedari tadi dia tidak membuka suaranya sejak aku datang ke restoran ini.


Tadi pagi aku mengirim pesan padanya, kami akan bertemu di jam makan siang di sebuah restoran jepang, makanan favorit Celine. Aku sengaja mengajaknya bertemu di sini karena aku selalu ingat Celine sangat suka dengan makanan Jepang.


"Cel, aku akan menceritakan semuanya. Tapi maafkan aku, memang aku tidak bercerita kepadamu semalam karena aku tidak ingin membuatmu cemas. Dan... dan aku tidak ingin mengungkit lukamu."


"Apa maksudmu dengan lukaku Al?" sepertinya Celine mulai tertarik dengan ceritaku.


"Huffft... Reni semalam datang ke rumahku Cel," aku menghela nafasku berat, ku pejamkan mataku menceritakan kembali kejadian semalam yang membuatku seperti tertarik oleh magnet yang menarikku kembali ke kejadian semalam.


Celine terhenyak mendengar nama Reni kusebut. Dia membuka matanya lebar-lebar dan menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya untuk mendengarkan kelanjutan ceritaku.


"Semalam saat aku pulang kerja tiba-tiba dia sudah ada di dalam rumahku sedang mengobrol dengan istriku. Setelah itu....," aku menggantungkan ucapanku karena rasanya sesak dalam dadaku mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


Aku menghela nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, setelah itu aku kembali menceritakan pada Celine semua yang terjadi semalam kejadian pada saat Reni datang ke rumah sampai Reni meninggalkan rumahku.


"Apa itu sakit Al?" mata Celine berkaca-kaca melihat bekas cakaran Diana di tanganku.


Aku tersenyum dan menggeleng, aku tidak ingin memperlihatkan kesakitanku pada Celine. Sungguh menyenangkan sekali dikawatirkan olehnya. Rasanya seperti rasa sakitku hilang begitu saja. Dialah obat penawar rasa sakitku, Celine ku, wanita yang selalu ada di dalam hatiku.


"Bagaimana dengan yang di punggungmu Al? Pasti sangat sakit sekali. Apa sudah diobati?" suaranya terdengar sangat cemas sekali.


"Aku baik-baik aja Cel, kamu gak usah khawatir. Maaf ya kalau aku tidak bisa ada jika kamu butuhkan pada saat di sini, aku tidak mau membuat istriku berpikiran yang bukan-bukan tentang kita. Aku-"


"Kamu baik-baik ya Cel di sini. Kalau ada apa-apa langsung saja hubungi aku. Pasti aku akan datang, karena aku tidak mau terjadi apa-apa denganmu."


"Al... Al... harusnya aku yang mengkhawatirkanmu. Sekarang lebih baik kamu pulang Al, dan jangan pulang telat agar kepercayaan istrimu kembali lagi. Dan juga buat dia menyadari keseriusanmu."

__ADS_1


Nasehat Celine sungguh merasuk dalam otakku. Dia benar-benar wanita yang baik. Wanita yang bijak dan selalu bisa menjadi tempat untukku menjadi tenang.


"Aku antar ya," aku mencoba menawarinya karena sesungguhnya aku benar-benar mengkhawatirkan wanita cantik sepertinya di ibu kota yang baru kali ini dia singgahi.


"Gak usah Al, aku naik taksi aja ya," dia benar-benar menolakku, sepertinya dia tidak mau ada salah paham dengan istriku.


Aku mengangguk setuju dan menemaninya untuk menunggu taksi pesanannya datang. Aku menatap taksi yang ditumpanginya dengan perasaan yang.... entahlah.... tidak bisa aku jabarkan.


Aku pun segera masuk ke dalam mobilku dan menjalankannya menuju ke kantorku. Di jam pulang pun aku segera pulang ke rumah sesuai dengan yang dibicarakan Celine. Aku juga akan berusaha untuk mengembalikan kepercayaan Diana padaku, karena seperti yang diinginkan Celine, aku juga ingin keluargaku kembali tenang dan hidup bahagia bersama anak dan istriku.


Tiga bulan telah berlalu. Semalam Celine berpamitan padaku melalui telepon. Hari ini Celine kembali ke kotanya. Dan aku masih tetap dengan keseharianku, dengan pekerjaanku, dan dengan misi untuk mendapatkan kembali kepercayaan Diana.


"Good bye Celine, semoga kita bisa bertemu kembali," ucapku mengiringi senyuman perpisahan yang diberikannya untukku ketika aku menyempatkan diriku sebentar untuk menemui Celine yang terakhir kali di sini.

__ADS_1


"Good bye Al, semoga masalahmu cepat selesai dan kamu bisa hidup bahagia dengan keluargamu," ucapan perpisahan Celine untukku sebelum dia masuk ke dalam bandara.


__ADS_2