Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 60 Apa salahku?


__ADS_3

Dani dan Rian dengan serempak menoleh ke belakang memandang heran padaku.


"Kok... kok bisa...," Dani tidak bisa menyelesaikan ucpaannya, mungkin dia terlalu syok melihat aku yang sudah kenal dengan wanita yang diincarnya.


"Kalian... kalian sudah kenal?" tanya Rian padaku dan Celine dengan memasang wajah tidak percaya.


"Kita bukan hanya kenal. Malah kita sudah lama kenal ya Al?" jawab Celine dan meminta dukunganku.


Aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum pada Celine. Dan dia pun membalas senyumku dengan senyuman manis yang selalu membuatku rindu padanya.


Dani dan Rian kembali melongo melihat kami bergantian. Mungkin mereka tidak mengira jika aku bisa kenal dengan wanita cantik yang sedang mereka ajak untuk berkenalan.


"Mau makan bareng Al? Bagaimana kabar anakmu? Apa dia udah sembuh?" Celine bertanya padaku seolah kami sudah lama tidak bertemu.


Ya memang sih, baru beberapa hari tidak bertemu dengan Celine saja aku merasa seperti tidak bertemu dengannya setahun.


Terserah orang-orang yang menganggapku terlalu berlebihan. Namun itulah yang aku rasakan. Rasa rindu yang membuncah ketika kami tidak bertemu.


Bagi yang bertanya kerinduanku pada istriku, akan aku jawab. Memang aku rindu pada keluargaku, istriku dan anak-anakku. Tapi rasa rindu itu berbeda. Entahlah, aku sendiri tidak bisa menjabarkannya.


"Anakku sudah sembuh Cel. Dan dia sudah pulang dari rumah sakit. Mmm... ini, mereka berdua teman-temanku, kami sedang makan siang bersama di meja itu," ucapku sambil menunjukkan meja kami yang berada tidak jauh di belakangku.


"Wah... kebetulan sekali ya Al," ucapnya sambil tersenyum melihatku.


Ku lirik sekilas, nampak Dani dan Rian memandangi kami dan dia berwajah kesal melihatku berbicara dan saling melempar senyum dengan Celine.


"Oh iya, ini semua teman-temanku Al," Celine memperkenalkan kami pada teman-temannya yang berada di meja itu.


"Mmmm... kami kembali ke meja kami dulu, makanannya sudah siap. Nanti kita ngobrol lagi ya," Rian menarik tanganku untuk meninggalkan meja Celine.


"Cel, aku tinggal dulu ya," pamitku pada Celine dan tersenyum padanya serta teman-temannya.


"Bye Al," ucap Celine melepas kepergianku dengan memberiku senyum manisnya.


Kami duduk di tempat duduk yang kami tempati tadi.

__ADS_1


"Al, kok kamu gak bilang kalau kamu kenal sama wanita cantik itu?" Dani menanyaiku layaknya dia sedang menyidangku.


"Aku baru melihatnya pada saat kalian mendekat padanya," jawabku sambil meminum minumanku.


"Lalu, sebenarnya kalian punya hubungan apa selain berteman?" pertanyaan Rian ini membuatku mengernyitkan dahiku.


"Hubungan apa? Kami berteman dekat sejak SMP," jawabku dengan entengnya.


Sepertinya mereka tidak percaya padaku. Lihat saja, mereka memandangku dengan pandangan penuh tanya.


"Ada apa? Apa Alex mengenalnya?" kini Mina yang bertanya setelah dia menelan makanan yang dimakannya.


"Iya, sepertinya aku tidak percaya jika kalian hanya berteman biasa," Dani menanggapi ucapan Mina.


"Apa kalian pernah berpacaran? Mantan mungkin?" Rian bertanya padaku disela makannya.


Aku hanya tersenyum sambil mengunyah makanannku.


Kalian tidak tau apa yang terjadi. Jika memang memungkinkan, aku ingin walaupun hanya menjadi mantannya saja. Karena itu bisa menjadi kehormatan tersendiri bagiku, bisa menjadi bagian dari masa lalunya meskipun hanya seorang mantan pacar, aku hanya mampu mengatakannya dalam hatiku saja.


Sontak saja aku tersedak dan segera aku mengambil gelas yang berisi air putih di depanku untuk aku minum.


"Segitunya Lex, ok jika kamu memang gak memperbolehkan aku mendekatinya, setidaknya kenalkan kami pada teman-temannya yang lain. Aku rasa teman-temannya juga cantik-cantik, meskipun ya... dia lebih cantik dan lebih bening dari pada yang lain sih," Dani menyambung kembali perkataannya padaku.


"Iya Lex, biar kita gak kelamaan jomblo karena harus sering lembur di kantor," Rian menyahuti ucapan Dani.


"Nanti aku coba tanyakan padanya," jawabku setelah meminum kembali minuman yang masih aku pegang gelasnya di tanganku.


"Kerja di mana sih mereka?" Mina bertanya padaku disela makannya.


"Sebaiknya kalian tanya sendiri saja sama mereka. Agar kalian punya bahan obrolan nanti ketika berkenalan," ucapku pada mereka yang sebenarnya aku malas sekali menanggapinya.


Bisa ditebak jika nantinya pasti mereka akan kembali bertanya padaku dan terus bertanya sehingga pastinya aku akan selalu diberi pertanyaan oleh mereka tentang Celine dan teman-temannya.


"Al, aku balik dulu ya," Celine berpamitan padaku bersama teman-temannya pun berjalan bersama Celine menuju pintu keluar.

__ADS_1


"Lex, kok mereka balik duluan sih, kita aja belum selesai," Dani protes padaku.


"Ya gak tau, sepertinya mereka sudah dari tadi makam di sini," jawabku dengan entengnya.


Tiba-tiba saja Dani menarik tanganku menuju pintu keluar. Tenyata tanganku ditarik hingga menuju depan restauran yang terdapat Celine dan teman-temannya sedang menunggu taksi yang sudah mereka pesan.


"Al, ada apa?" Celine terlihat bingung dengan kedatanganku yang tidak lazim.


Bagaimana dia tidak bingung, ketika aku datang mendekat ke arahnya dengan tanganku yang ditarik oleh Dani.


"Ini Cel, temanku yang satu ini ingin berkenalan dengan teman-temanmu," ucapku dengan malu-malu.


Tampak Celine terkejut, namun beberapa detik kemudian dia tertawa diikuti dengan tawa dari teman-temannya.


"Aku kira ada apa Al, ya udah kenalan aja," ucap Celine setelah tawanya agak reda.


Tiba-tiba Rian mendatangi kami. Aku heran, sejak kapan Rian mengerti kami sedang berkenalan dengan teman-teman Celine sehingga dia datang disaat yang tepat sekali.


Sambil menunggu taksi, aku menarik tangan Celine hingga mundur satu langkah dari tempatnya berdiri tadi. Aku sengaja agar aku bisa ngobrol bersama dengan Celine sedangkan Dani dan Rian mengobrol bersama teman-teman Celine yang lain.


Hingga taksi pesanan dari Celine dan teman-temannya datang, barulah aku, Dani dan Rian kembali masuk ke dalam restauran dan duduk kembali di tempat kami semula.


"Gimana, sukses?" Mina bertanya pada kami ketika kami duduk di kursi kami masing-masing.


"Sukses sih, tapi sepertinya ada yang lebih seneng dari aku dan Rian. Tadi ada yang malah mojok sendiri bercanda berdua ninggalin kita sama teman-temannya yang lain," Dani menyindirku sambil tersenyum.


"Maklum lah, kita udah lama gak ketemu," ucapku menanggapi sindiran dari Dani.


"Memangnya kalian tidak bertemu sejak kapan?" Mina bertanya padaku.


"Sejak beberapa hari yang lalu," jawabku sambil meminum orange juice milikku.


Seketika Dani dan Rian tersedak setelah mendengar jawaban dariku. Mereka saling memandang, kemudian dengan kompaknya mereka menatapku bersamaan dengan tatapan yang tidak bisa aku artikan.


Memangnya apa salahku?

__ADS_1


__ADS_2