Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 14 Like father like son


__ADS_3

Aku masih berada di Jakarta hari ini. Pengajian untuk Ayah mertuaku masih berlangsung untuk beberapa hari ke depan.


Cutiku berlangsung untuk beberapa hari. Entahlah mungkin bisa satu minggu lebih ataupun dua minggu.


Reni tidak tahu itu, jika dia tahu aku akan di sini selama itu, pasti dia akan sangat marah sekali dan bisa saja dia mencari tahu keberadaanku sekarang dan menyusulku kemari.


Selama ini aku memang terlalu lunak padanya. Aku terlalu gampang dibodohinya, gampang masuk perangkapnya.


Sehingga kini aku bisa dikendalikan olehnya. Dalam hati dan pikiranku menolak perintah Reni, bahkan tubuhku enggan menuruti perintahnya. Namun entah bagaimana dia bisa saja menaklukanku. Setiap kali kita bertemu, selalu saja dia berhasil membuatku ada pada kendalinya.


"Dave, sini sama Papa sayang," ku ulurkan tanganku untuk mengambil Dave dari gendongan Diana.


"Dave belum makan, aku akan menyuapinya," sepertinya Diana berusaha menjauhkanku dari Dave.


"Biar aku saja yang menyuapinya. Kamu bisa lanjutkan kegiatanmu yang lain sayang," aku harus berhasil membuat Diana kembali percaya padaku.

__ADS_1


Sepertinya dia tidak mau memberikan Dave padaku, namun aku senang karena kini aku bisa membujuk Diana untuk menyerahkan Dave padaku agar aku bisa menyuapinya.


Ponselku kembali bergetar, pikiranku kembali kalut. Aku tidak mau jika Diana kembali curiga. Kumatikan ponselku ketika panggilan telepon tersebut sudah berhenti.


Dave, anakku ini paling bisa membuatku bahagia. Senyum polosnya, celotehannya, dan semua tentang anakku ini membuatku selalu rindu padanya.


Dari jauh Diana memperhatikanku. Tepatnya memperhatikan kami, memperhatikan aku dan Dave. Dia tersenyum melihat interaksiku dengan Dave. Dia tidak tahu jika aku meliriknya dari sini, sehingga aku tahu ekspresinya ketika melihat kami.


Sekarang aku harus berpikir untuk mencari cara agar Diana bisa percaya padaku lagi. Aku yakin dia akan percaya padaku jika aku bersungguh-sungguh meyakinkannya.


"Dave, minum susu dulu yuk," Diana menghampiri kami dengan membawa segelas susu.


Dave menyambut gembira Mamanya yang membawakannya segelas susu kesukaannya. Melihat Dave yang begitu senang meminum susunya, aku jadi mempunyai ide untuk membuat Diana kembali percaya padaku.


Thanks God...

__ADS_1


Thanks Son....


Berkat Dave aku mendapatkan ide yang sama sekali tidak terpikirkan olehku. Sebenarnya ini ide yang biasa, hanya saja tidak sempat terpikir olehku. Otakku sudah sangat lelah memikirkan masalah Reni.


Tapi kini, karena Dave aku jadi punya ide ini. Ide yang tidak akan mungkin bisa ditolak oleh Diana. Sama dengan diriku yang dibuat tak berdaya oleh Reni.


Like father like son, anakku sangat menyukai susu yang ada di gelasnya, dan aku... tentu saja aku sangat menyukai sumbernya langsung.


Malam ini sengaja Dave aku titipkan pada adik iparku yang masih belum menikah. Dave tidur dengannya di kamarnya. Kini saatnya aku melancarkan aksiku, merayu istriku agar kembali percaya padaku.


Diana masuk ke dalam kamar, dan aku bersembunyi di belakang pintu. Tiba-tiba saja, aku peluk dia dari belakang dengan erat, dengan lembut aku mulai mengendus ceruk lehernya, pundaknya dan akhirnya aku menjamah seluruh bagian badannya.


Tanganku bergerilya di semua bagian tubuh yang menjadi favoritku. Awalnya dia menolak, tapi lama kelamaan dia terbuai dan hanyut dalam belaianku.


Diana tak bisa mengelak lagi, dia juga sangat merindukan belaianku. Dia sangat mendambaku sehingga tidak bisa menolakku. Kini tidak bisa dia pungkiri jika dia sangat membutuhkanku untuk menyalurkan keinginanya mencapai kenikmatan yang tidak bisa kuberikan padanya setiap hari. Dan kini akan kuberikan padanya setiap hari selama aku berada di sini, agar dia tidak lagi meragukanku.

__ADS_1


__ADS_2