
Malam ini aku pulang dari kantor dengan keadaan bingung. Aku ditugaskan kembali ke luar kota. Dan itu artinya aku akan kembali berpisah dengan anak dan istriku.
"Sayang, aku ditugaskan kembali ke luar kota," ucapku ketika aku sudah berada di sebelah Diana yang merebahkan dirinya membelakangiku.
"Kemana?" tanyanya setelah menghadap kepadaku.
"Malang," aku agak takut mengatakan padanya, namun kuberanikan diriku untuk memandang wajahnya agar aku mengetahui bagaimana reaksinya.
"Oh menemui wanita itu?" ucapnya.
See... benarkan. Aku sudah menduganya. Diana pasti akan mengungkit-ungkit masalah itu. Padahal selama ini aku sudah melakukan semua hal untuk mengembalikan kepercayaannya padaku. Namun tetap saja dia tidak mau menerimaku. Tidak mau memberikan hak ku sebagai seorang suami dan tidak mau memberikanku kesempatan untuk kembali mempercayaiku.
Entahlah, dalam satu tahun beberapa bulan ini aku sudah terbiasa untuk tidak melakukan hubungan suami istri. Namun ketika aku ingin melakukannya malam ini sebelum aku pergi ke Malang besok, aku memohon dan meminta pada Diana agar memberikan hak ku malam ini.
__ADS_1
Anehnya, ketika Diana mau melakukannya, kenapa jadi milikku tidak merasakan apa-apa. Milikku ini tidak bisa bereaksi padanya meskipun sudah melakukan banyak pemanasan. Seperti ada yang aneh dengan milikku.
Apa ini? Kenapa dia tidak bereaksi? Apa saking lamanya tidak digunakan? Mengapa dia begini ketika Diana mau melakukannya sekarang? aku merasa frustasi berucap dalam hati.
Aku masih berusaha agar milikku bisa bereaksi dan dapat digunakan, nyatanya....
Aaarghhh....
Sudah satu jam tapi milikku tidak juga bereaksi dan tidak dapat digunakan. Bukan hanya aku saja yang frustasi, Diana pun marah-marah dan malah dia menuduhku yang tidak-tidak.
"Maaf Sayang, aku juga tidak tau ada apa denganku. Apa ini karena udah lama kita tidak berhubungan?" tanyaku untuk membela diri.
"Halah alasan kamu. Pasti kamu mempermainkan aku, kamu laki-laki jahat... kamu egois, kamu kurang ajar....," kali ini Diana kembali histeris seperti malam itu, pada saat kedatangan Reni ke rumah ini.
__ADS_1
Segera dia memakai dasternya dan pergi keluar kamar. Sedangkan aku? Aku merenungi diriku yang sangat sial hingga milikku tidak bisa menikmati hubungan suami istri.
Aku terhenyak kaget dan merasakan punggungku yang merasakan sakit sangat hebat. Ternyata rasa sakit itu diberikan oleh Diana.
Diana mengambil sapu ketika keluar dari kamar, dan dia memukuliku dengan sangat keras dan membabi buta. Untung saja kamar kami terpisah dengan kamar anak-anak, sehingga mereka tidak mendengar suara keributan dari kami.
Rasanya punggungku sangat panas sekali. Aku tidak bisa menahan rasa sakit dan kecewa karena diriku sendiri dan kecewa pada perlakuan istriku yang sama sekali tidak mau mengerti tentang keadaanku.
Setelah dia lelah, dia menghentikan pukulannya padaku. Dan setelah itu dia keluar dari kamar kami dengan membawa sapu yang dia pakai untuk memukulku.
Lama sekali Diana tidak masuk kembali ke dalam kamar, aku yakin dia sengaja tidak mau tidur seranjang denganku. Mungkin dia tidur di kamar Dave dan Laura.
Dan ternyata benar dugaanku. Diana menghindariku, kini dia tidur di kamar anak-anak.
__ADS_1
Ku tutup kembali kamar anak-anak dengan sangat pelan dan hati-hati agar mereka tidak terbangun. Dan aku pun kembali ke dalam kamarku untuk merebahkan punggungku yang sangat sakit sekali.
Sungguh sangat sakit sekali punggungku. Sebenci itukah Diana padaku hingga memukulku sekeras itu?