Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 16 Jangan lakukan itu Cinta!


__ADS_3

Reni.... Reni... Reni...


Kenapa dia menyerang Celine-ku? Dia benar-benar menjalankan ancamannya. Celine dipermalukan di grup alumni SMP kami. Celine dituduh oleh Reni merayuku sehingga aku yang sekarang mengacuhkannya, bahkan aku menjauhinya dengan berlama-lama tinggal di Jakarta.


God...


Apa yang harus aku lakukan. Para teman lelaki di grupku tidak ada yang percaya dengan omongan Reni, namun dasar Reni yang memang sudah terlalu dekat dengan semua teman lelaki, jadi mereka membelanya.


Celine telah keluar dari grup alumni SMP kami. Pasti dia sangat sedih, aku yakin dia merasa ini tidak adil baginya. Aku harus bagaimana Tuhan....


Semua orang punya masa lalu, dan masa laluku ini yaitu cinta pertamaku, Celine ku. Demi Tuhan aku tidak ingin melupakannya, aku tidak ingin membuatnya bersedih, apalagi jika dia bersedih karena aku.


Dua kali aku membuatnya bersedih. Apa dia kali ini mau memaafkan aku? Dulu disaat aku menyatakan cintaku padanya, dia menerima cintaku, namun.... Tuhan berkata lain, pada hari dimana Celine menerima cintaku, pada hari itulah aku harus pergi ke Jakarta untuk bersiap menikah dengan Diana.


Dan sekarang.... Aaaah.... apalagi ini? Reni mempermalukannya di depan teman-teman kami dan itu menyangkut pautkan hubungan kami.


"Papa... Papa... Dave mau mamam," ucap Dave sambil menarik-narik lengan bajuku.


Aku tersadar dari pikiran kacau ku. Apa ini artinya Dave menyadarkanku? Menyadarkanku dari kesalahanku?


"Yuk Dave mamam," kugendong Dave menggunakan satu tangan, kemudian dia meminta gendong belakang dengan kaki berada di punggungku.


Terlihat sangat senang sekali dia mendapatkan semua kemauannya dariku. Sungguh aku merasa sangat bersalah padanya. Aaah Tuhan... tolong jangan pisahkan aku dengan Dave, putraku, darah dagingku yang selama ini merindukan kehadiranku.


Huuuft... begitu besar kesalahanku padamu Dave, aku memperhatikannya, memperhatikan tingkah lakunya, memperhatikan keluguan dan kepolosannya. Tak terasa air mataku mengalir di pipiku.

__ADS_1


"Papa napa nanis? Papa cakit?" tanya Dave mengkhawatirkanku.


"Tidak sayang, Papa baik-baik saja," aku menggeleng dan meraih tubuh anakku, ku cium semua bagian wajahnya dan Dave tertawa kegelian.


Ku lihat Diana menghampiri kami, aku segera menghapus jejak air mata di pipiku agar dia tidak bertanya macam-macam.


"Mama... Mama... tadi Papa nanis," adu Dave pada Mamanya.


Diana menatapku dengan pandangan penuh tanya. Aku menggeleng dan berkata,


"Papa cuma kelilipan sayang."


"Ooow ditu...," lucunya Dave dengan mulut terbukanya dia manggut-manggut seolah mengerti apa yang kukatakan.


Sungguh sangat lucu dan menyenangkan bermain bersama Dave. Kekalutanku dan semua masalahku seolah hilang dalam sekejap. Apa aku harus pindah kembali ke sini agar bisa tenang hidup bersama Dave?


Aku berpamitan pada Diana dan Dave untuk pergi ke toilet. Di dalam toilet aku menulis pesan untuk Celine. Aku meminta maaf padanya untuk masalah yang ditimbulkan oleh Reni.


Lama Celine tidak membalas, rasanya aku menunggu balasannya sudah setahun, padahal baru lima menit. Bisa dibayangkan bukan, menunggu balasan pesan dari orang yang paling kita tunggu balasannya di dalam toilet.


Hahaha...


Aku menertawakan diriku sendiri yang seperti orang bodoh di dalam toilet.


Lima menit sudah, dan akhirnya aku mendapatkan balasan pesan dari Celine. Sudah kuduga, lagi-lagi dia mengatakan dia baik-baik saja dan dia tidak membenciku.

__ADS_1


Namun, balasan pesan selanjutnya sangat membuatku terkejut dan marah.


[Al, aku akan menikah dengan Giovani Mahendra, mantan tunanganku kemarin.]


S**t!!!


Apalagi ini? Mengapa dia harus menikah dengan be****sek itu? Sumpah demi apapun aku tidak terima.


Aku berjalan mondar-mandir di dalam toilet yang sempit ini. Rasanya aku ingin berteriak sekeras-kerasnya.


Aaaaargh..... baj***an!! be****sek!! umpatku dalam hati.


Segera kubalas pesan Celine dengan penuh emosi.


[ Bukannya kamu bilang dia selingkuh dengan temanmu? Kenapa kamu mau bersamanya?]


[ Bukannya semua berhak mendapatkan kesempatan Al? Bagaimana dengan dirimu? Apa kamu sudah berubah? Apa kamu sudah meninggalkan Reni? Jangan bilang belum Al, karena percuma aku dipermalukan oleh Reni jika kamu tidak berpisah dengannya. Jangan sia-siakan pengorbananku yang dipermalukan oleh Reni Al ]


D**n!!


Ini semua gara-gara Reni. Gara-gara dia Celine memutuskan menikah dengan pria gila itu agar tidak menjadi gunjingan teman-teman kami. Atau mungkin banyak yang menggunjingnya sehingga dia memutuskan untuk menikah?


[ Kalau begitu aku juga punya kesempatan menikah denganmu Cel ]


Setelah mengirim pesan itu, kuputuskan untuk keluar dari toilet.

__ADS_1


"Papa tok lama?" celetuk Dave ketika melihatku duduk di dekatnya.


Aku hanya tersenyum dan mengusap rambutnya yang lembut dengan aroma bayi yang menenangkan.


__ADS_2