
Di sidang perceraian Celine dan Gio, ternyata Gio tidak bisa datang karena dia sedang bertugas di luar kota. Sebenarnya Gio menolak untuk berangkat ke luar kota karena bertepatan dengan waktunya sidang perceraiannya dengan Celine.
Namun apa daya Gio hanya karyawan yang tidak bisa menolak apa yang ditugaskan oleh atasannya padanya. Dengan terpaksa Gio berangkat ke luar kota bersama dengan Reni untuk pekerjaan kerja sama mereka.
"Gio Sayang, gimana pencarian istrimu? Apakah udah ditemukan?" Reni meledek Gio dengan cara bertanya padanya.
Gio menatap sekilas wajah Reni yang kini berada satu mobil dengannya. Tatapannya kembali ke depan, fokus pada jalanan dan tangannya masih memegang kemudi.
"Ck, kamu meledekku?" jawab Gio dengan kesal.
"Hahahaha... ayolah Sayang, untuk apa kamu mencari orang yang udah gak bisa kamu dapatkan lagi hatinya. Percuma jika tubuhnya kamu dapatkan tapi hatinya tidak kamu dapatkan sepenuhnya," jawab Reni yang dengan perumpamaannya menyadarkan Gio.
"Itu semua gara-gara kamu yang pada saat itu nekat bermain di kantor," Gio kini menyalahkan Reni.
"Tapi kamu sangat menikmatinya bukan?" Reni terkekeh sambil melihat Gio yang sedang menyetir disebelahnya.
__ADS_1
Gio hanya terdiam, wajahnya terlihat kesal karena apa yang diucapkan oleh Reni benar adanya.
"Benar bukan? Hahahaha.... buktinya kamu tidak mengejar istrimu saat dia lari keluar dari ruanganmu," Reni tertawa mengingat kejadian pada waktu itu, dia sangat puas melihat wajah Celine yang sangat kecewa dan menangis.
"Itu karena kamu yang menahanku dengan tubuhmu waktu itu," Gio mengoreksi jawaban dari Reni.
"Hei, aku hanya berdiri ditengah-tengah pintumu Sayang, kamu yang tidak mau melewatinya," Reni mengoreksi kembali ucapan Gio.
"Karena kamu mengancamku keluar dalam keadaan tidak berbusana waktu itu, dan kamu kembali membuatku ingin melakukannya dengan sentuhan tangan dan mulutmu yang berada pada milikku," jawab Gio yang sangat kesal pada Reni.
"Tapi tetap saja kamu menikmatinya Sayang. Hahahaha... aku tebak, pasti istrimu tidak bisa memuaskanmu seperti apa yang aku lakukan padamu," Reni tertawa sehingga membuat Gio bertambah kesal.
"Kalau kamu tidak puas denganku, tidak mungkin kamu selalu mau bersenang-senang denganku, ingat itu kita melakukannya berapa kali," kini Reni mengingatkan kembali Gio pada saat bersamanya
"Itulah kesalahanku yang percaya begitu saja padamu," ucap Gio yang sudah tidak tahan lagi untuk menjawab perkataan Reni.
__ADS_1
"Ck, munafik kamu Gio. Mmm... apa nanti kita akan bersenang-senang lagi Sayang? Kamu kan otw menduda. Hahahaha...," Reni kembali menyulut kekesalan Gio.
"Aku tidak akan terima jika aku bercerai dengan Celine," ucap Gio dengan tegas.
Dan Reni semakin tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban kekesalan dari Gio.
...----------------...
Aku mendengar dari Celine jika Gio tidak datang ke persidangan, dan itu berarti persidangan mereka berjalan dengan lancar.
Aku sungguh bersyukur karena Celine tidak bertemu dengan Gio hari ini. Karena jika mereka bertemu, aku takut Gio akan kembali beralasan dan tidak akan melepaskan Celine begitu saja.
Sesuai dengan cerita Celine yang didapatkannya dari orang suruhan dari Ayah Celine, Gio tidak akan mau jika berpisah ataupun bercerai dengan Celine. Apapun yang terjadi Gio akan mempertahankan Celine sebagai istrinya sampai kapanpun.
Itulah yang membuatku sangat cemas di sini, di tempat yang jauh dari Celine. Aku hanya bisa mendoakannya dari jauh. Semoga perceraiannya berjalan dengan lancar dan Gio tidak melakukan apapun pada Celine.
__ADS_1
"Sayang, sedang memikirkan apa?" suara Diana menyadarkanku dari lamunanku yang mengkhawatirkan keadaan Celine di sana.
Aku menggeleng dan memberikan senyumanku agar Diana tidak curiga dan mengkhawatirkan apapun.