Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 28 Berlian vs imitasi


__ADS_3

Gio berusaha keras mencari Celine karena ponselnya tidak bisa dihubungi dan Celine pun tidak ditemukan di rumah kedua orang tuanya.


Celine mendengar kabar jika Gio masih saja bertemu Reni dengan dalih pekerjaan. Memang benar perusahaan mereka saat ini sedang melakukan proyek kerja sama. Tapi yang tidak diketahui oleh semua orang adalah kelakuan mereka diluar pekerjaan mereka.


Akhirnya proses perceraian Celine dan Gio segera dimulai. Seperti yang Celine duga, Gio tidak mau bercerai darinya. Hingga Gio merasa frustasi mencari Celine yang sepertinya hilang dari bumi ini.


Rasa frustasi Gio membuatnya mengantarkannya kembali pada kebiasaan lamanya sebelum menikah dengan Celine. Langkah kaki Gio membawanya masuk ke dalam klub malam yang dulu sering dia kunjungi.


Namun yang dia tuju kali ini adalah bar, karena dia ingin sekali menghilangkan rasa kesal dan emosi yang ada dalam pikirannya. Istri yang benar-benar dia cintai kini menjauh darinya.


"Hei Gi, sendirian?" Gio menoleh dan tersenyum getir melihat Reni yang kini sudah ada di dekatnya.


Tangan Reni melingkar di leher Gio dengan aset kembarnya yang di tempelkan pada punggung Gio.


"Ren, aku sedang gak mood," Gio melepas tangan Reni dari lehernya.


"Ada apa? Apa Celine belum ketemu?" Reni bertanya dan merubah posisinya berdiri disebelah Gio dengan tangannya yang merangkul pundak Gio.

__ADS_1


"Dia gak ada di manapun. Aaargh... aku pusing, harus kucari kemana lagi dia?" Gio mengacak-acak rambutnya dengan kasar.


"Kenapa kamu jadi seperti ini? Ada aku Sayang, gak usah dipikirin lagi. Ayo kita bersenang-senang sekarang," Reni mendekatkan wajahnya pada wajah Gio.


"Ck, aku sedang gak mood Ren," Gio menjauhkan wajah Reni dari hadapannya.


"Aku sangat mencintai Celine. Aku gak mau kehilangan dia. Asal kamu tau aja, aku sulit mendapatkan hatinya dan itu butuh perjuangan yang gak mudah buat aku. Dia bukan tipe cewek yang dengan gampangnya bisa aku dapatkan," Gio menerawang, pandangan matanya mengarah pada gelas kosong bekas minumannya, mengingat perjuangannya dulu mendapatkan hati Celine.


Sontak saja Reni menjauhkan badannya dari badan Gio ketika mendengar jawaban dari Gio tentang perasaannya pada Celine.


"Apa sih hebatnya Celine? Kenapa semuanya jadi galau karena dia? Hei Gio, wanita bukan hanya Celine aja di dunia ini," Reni emosi mendengar nama Celine diagung-agungkan.


"Maksudmu aku gampangan?" kini Reni benar-benar emosi, dia berdiri dari duduknya ketika berbicara.


"Ya seperti itulah," Gio dengan entengnya menjawab pertanyaan Reni.


Plak!!!

__ADS_1


Baru kali ini pipi Gio merasakan tamparan keras dari tangan Reni. Biasanya tangan Reni digunakan untuk membuai tubuh dan memanjakan milik Gio.


"Beraninya kamu!" Gio berdiri dari duduknya menatap tajam pada Reni yang ada di hadapannya yang juga menatap Gio dengan tatapan yang tidak gentar sama sekali.


"Bukannya benar kamu seperti itu?" Gio tersenyum meremehkan pada Reni.


"Enggak juga, aku melakukannya sama kamu emang niat mau nikah sama kamu," Reni balas senyum Gio dengan senyum liciknya.


"Gila kamu! Sampai kapan pun aku gak bakal ganti Celine sama kamu. Yang benar aja, masa' aku harus menukar berlian dengan imitasi?" Gio tertawa lebar, menertawakan kebodohannya jika itu benar-benar terjadi.


Tangan Reni sudah terangkat hendak menampar Gio kembali, namun gerakan tangannya terbaca oleh Gio, dan tangan Gio pun berhasil menghentikan tangan Reni yang hendak menamparnya.


"Kenapa? Kamu tersinggung?" Gio terkekeh melihat Reni yang penuh emosi.


"Lihat aja, Celine akan bagaimana nanti," seringai licik Reni membuat Gio melotot penuh emosi.


"Jangan coba-coba kamu sentuh Celine, atau aku tidak akan segan-segan menyakitimu," Gio mencengkeram kuat tangan Reni yang ada pada genggamannya.

__ADS_1


"Kamu pasti akan menyesal Gio!" seru Reni dengan penuh emosinya.


__ADS_2