Reuni Berujung Perselingkuhan

Reuni Berujung Perselingkuhan
Bab 77 Ku temukan dia


__ADS_3

Ku ketuk pintu apartemen Celine berkali-kali namun tidak ada respon orang dari dalam rumah.


Berbekal dengan kode yang diberikan oleh tante Shela, aku bisa membuka pintu apartemen Celine.


Dalam ruangan itu gelap. Bahkan tidak ada tanda-tanda kehidupan. Ku nyalakan semua lampu di semua ruangan sembari memangil-manggil nama Celine.


Semua ruangan di dalam apartemen itu kosong. Dan benar-benar seperti tidak berpenghuni.


"Apa mungkin Celine dua hari ini tidak ada di sini? Lalu di mana dia?"


Semua ruangan sudah aku cari dan ternyata memang tidak ada. Seketika aku teringat bahwa aku bisa mencarinya melalui sesuatu.


Segera ku tinggalkan apartemen Celine dan aku menuju ruang keamanan. Di sana aku menceritakan semuanya dan meminta untuk melihat rekaman CCTV mulai dua hari yang lalu.


Satu persatu aku melihatnya dengan teliti. Lama aku menemukan apa yang aku cari, hingga mataku terbelalak melihat sesuatu yang membuatku sungguh naik darah.


"Sialan!"


"Brengsek!"


Petugas keamanan yang ada di sana mendekat untuk mencari tahu apa yang terjadi.


"Ada apa Pak, apa ada yang terjadi?" tanya petugas keamanan padaku ketika sudah berada di dekatku.


"Pak, saya minta bagian ini," jawabku sambil menunjuk bagian video rekaman CCTV yang barusan ku lihat.


"Sudah ketemu Pak?" tanya petugas keamanan itu kembali.


"Lihat Pak, bukankah itu penculikan?" ucapku untuk meminta pendapat petugas keamanan yang melihat rekaman CCTV yang ku tunjukkan.


"Benar Pak, lebih baik kita laporkan saja ke pihak yang berwajib," jawab petugas keamanan tersebut.


"Tolong bantu saya untuk melaporkannya dan menjadi saksi serta rekaman CCTV ini sebagai bukti."


Aku memerintahkan mereka untuk membantuku. Setelah melaporkan kejadian itu, aku segera mencari keberadaan orang yang menculik Celine.


Di pelupuk mataku terbayang kejadian di rekaman CCTV tadi. Celine dibawa secara paksa masuk ke dalam mobil oleh seseorang yang sangat aku kenal dan sering aku jumpai beberapa waktu yang lalu.


Ku lajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju tempat di mana biasanya orang tersebut berkunjung.


Sekeliling tempat itu sudah ku cari, namun tidak menemukannya ataupun tanda-tanda dia berada di tempat ini.


God... di mana dia membawa Celine? Di mana dia berada sekarang?


Tak ku rasakan sakit tanganku yang menghantam tembok berkali-kali hingga darah segar mengalir di sela-sela jari tanganku.


"Akan ku cari kau ke tempat yang lain sampai ketemu. Lihat saja akan ku berikan kau pelajaran."

__ADS_1


Ku lajukan kembali mobilku ke tempat selanjutnya yang biasanya dikunjungi oleh orang tersebut.


Beberapa tempat itu sama sekali tidak dikunjungi olehnya beberapa hari ini. Dan sudah ku pastikan pada semua karyawan dan semua orang yang sekiranya selalu ada di tempat tersebut.


"Sial... sial.... sial...!!!"


Aku berteriak layaknya orang gila di tempat umum yang mengalihkan perhatian mereka padaku.


Polisi mencarinya dengan cara mereka dan aku pun demikian, aku mencarinya dengan caraku sendiri.


Ku pantau dari depan rumahnya, namun sialnya aku malah melihat istrinya yang sangat ingin ku hindari.


Sembunyi, hal pertama yang harus ku lakukan agar tidak dilihat oleh istri orang tersebut. Wanita itu masih saja berada di teras rumahnya, hingga dia berjalan mondar-mandir ke luar rumah untuk melihat sesuatu.


Aku yakin dia menunggu suaminya yang belum pulang ke rumah. Berarti suaminya memang belum pulang dan itu menjadi kesempatanku untuk membuntutinya nanti pada saat dia pergi dari rumah.


Aku sangat yakin jika dia pasti pergi ke tempat di mana Celine disekapnya.


Dia memang benar-benar gila. Bisa-bisanya dia memaksa seorang wanita untuk pergi bersamanya ketika dia tidak mau diajaknya pergi.


Mobilnya benar-benar datang. Mobil dan plat nomernya benar-benar sama seperti yang aku lihat dalam rekaman CCTV tadi.


Si brengsek itu keluar dengan sumringah meskipun dia hanya melewati istrinya saja.


Dan seperti dugaanku, istrinya yang super duper pengatur itu mengomelinya sepanjang perjalanan dia masuk ke dalam rumah.


Sebenarnya apa rencana mereka pada saat mereka menikah waktu itu? Cinta? Aku tidak percaya jika mereka benar-benar saling mencintai.


Lalu untuk apa mereka menikah? Apa mereka bersatu untuk membuat Celine menderita?


Jika memang benar itu terjadi, aku tidak akan membiarkan semuanya berlalu begitu saja. Aku akan memberikan mereka balasan yang setimpal untuk perbuatan mereka.


Sekitar jam tiga dini hari, pria itu memasuki mobilnya dan mengendarai mobil tersebut menuju tempat yang aku tidak ketahui.


Ku ikuti dia secara perlahan agar dia tidak mengetahui jika aku ada di belakangnya.


Tempat ini sangat jauh dan memasuki wilayah perkampungan. Ku ikuti dia sampai kapanpun hingga ku temukan Celine meskipun dalam keadaan mataku sangat mengantuk.


Gotcha!


Yess!!!


Ku berteriak dalam hati. Inilah yang ku cari. Dia benar-benar menunjukkanku tempat di mana dia menyekap Celine saat ini.


Dia sangat licik sekali. Tempat ini memang di dalam perkampungan, tapi rumah ini, yang dia kunjungi saat ini terlalu jauh masuk dari perkampungan tadi, sehingga sangat sepi dan aman sekali untuk menyekap korban penculikan.


Aku tidak ingin gegabah. Aku harus berhati-hati, bahkan harus sangat ekstra hati-hati agar bisa menemukan Celine saat ini juga.

__ADS_1


Pria itu berjalan masuk ke dalam rumah dan ku intai dia, ternyata dia masuk ke salah satu ruangan dan menutup pintunya.


Brakk!!


Pintu kamar di tutup dengan keras olehnya.


Aku memperhatikan sekitar dengan seksama dan hati-hati agar bisa mendekat ke ruangan tersebut.


"Brengsek! Sialan kamu!"


Ku dengar Celine berteriak memakinya. Dan yang membuatku berang adalah tawa pria itu, yang seolah membuatku ingin menghajarnya sekarang juga.


Sabar Alex, kamu tidak boleh gegabah! batinku memperingati diriku sendiri.


Aku masih merayap dengan hati-hati dan benar-benar memperhatikan dengan seksama sekitarku. Aku yakin dia tidak sendiri melakukan ini. Dan sangat tidak mungkin jika semenjak dia tidak ada di sini, tidak ada yang menunggu Celine.


Sangat tidak mungkin bukan?


"Tidaaaaaaaaaak! Jangaaaaaaan!"


Celine berteriak dengan lantangnya dari dalam ruangan tersebut, sehingga membuatku kehilangan kendali dan kesabaranku.


Brakkk!!!


Pintu ruangan tersebut terpaksa aku dobrak untuk menyelamatkan Celine yang ku dengar sedang berteriak.


Aku tertegun melihat apa yang terjadi di hadapanku. Aku sungguh tak mengira akan melihat hal ini dengan mata kepalaku sendiri secara langsung.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Bogeman tanganku melayang dengan sangat ganasnya mengenai wajah, perut, dan anggota tubuhnya yang lain.


Seperti orang yang sedang kerasukan, aku memukulnya tanpa henti. Bogeman panasku tidak bisa ku hentikan begitu saja.


Aku marah, sangat marah melihat Celine dilecehkan olehnya tepat di depan mataku.


Meskipun tubuh Celine belum terjamah, tapi aku melihat dia merobek paksa baju Celine yang di pakainya.


"Cukup Al! Dia akan mati jika kamu teruskan."


Celine memperingatkanku disela isakan tangisnya. Melihat pria yang ku hajar ini sudah tidak berdaya, ku lepaskan dia dan ku hempaskan tubuhnya di lantai.


Tanpa tunggu lama, aku segera memeluknya untuk menenangkannya dan memberitahu bahwa semuanya akan baik-baik saja, ada aku bersamanya saat ini.

__ADS_1


"Jangan bergerak!"


"Angkat tangan kalian!"


__ADS_2