
Celine menangis tersedu-sedu selama beberapa menit. Aku memang tidak bisa bersamanya saat ini untuk menghiburnya, tapi aku bisa menemaninya di sini dengan mendengarkan setiap perkataan Celine dan tangisan yang sangat lama dari Celine pun akan aku dengarkan.
Sebenarnya hatiku sangat sakit mendengar Celine menangis. Rasanya hatiku tersayat hanya dengan mendengarkan suara tangisannya melalui telepon. Lalu bagaimana jika aku melihatnya dalam keadaan menangis? Pasti aku tidak akan kuat melihat air matanya menetes.
Sungguh rasanya aku ingin pergi ke sana sekarang juga, tapi hal itu tidak akan mungkin terjadi. Aku menyempatkan diri untuk mendengarkan telpon dari Celine meskipun sekarang hanya suara tangisnya saja yang terdengar lama, mulai dari setelah dia bercerita sampai sekarang dia masih belum puas menangis. Sesakit itukah hatimu Cel hingga tangisanmu tak kunjung berhenti?
"Lalu apa rencanamu sekarang Cel?" tanyaku untuk mengetahui rencananya.
"Entahlah Al, jika memang benar mereka selingkuh sudah sangat lama, aku tidak akan memaafkannya Al. Aku akan minta berpisah jika itu yang terjadi," Celine mengucapkannya dengan suara seraknya sehabis menangis.
Pantas aja Reni tidak mencariku selama berbulan-bulan,ternyata dia udah punya incaran baru, aku hanya bisa mengucapkannya dalam hati karena aku tidak mau membuat Celine kembali bersedih dan menangis.
"Aku harap masalahmu cepat selesai. Dan ingat Cel, kamu masih punya aku yang akan selalu membantumu. Jangan pernah sungkan jika ingin meminta bantuanku," aku meyakinkan Celine bahwa aku akan selalu ada untuknya.
"Makasih Al," Celine menutup teleponnya dan aku pulang dengan perasaan sedih dan sakit mendengar suara tangisan Celine yang seperti orang kesakitan.
Aku tidak habis pikir dengan Gio. Apa yang dia lihat dari Reni sehingga membuatnya lebih memilih Reni daripada Celine yang sangat sempurna.
Mungkin juga dia terjebak sama sepertiku. Jika aku menjadi Gio, aku akan meninggalkan Reni apapun yang akan dia perbuat, karena bagiku Celine adalah segalanya.
Malam ini Celine tidak pulang ke rumah orang tuanya ataupun rumahnya bersama Gio. Celine menginap di rumah teman kantornya yang Gio sendiri tidak mengenalnya. Celine pun bercerita padaku tentang pertemuannya dengan Gio saat itu.
Sepertinya Gio menikmati bersenang-senang bersama Reni namun tidak mau melepaskan Celine. Lelaki bodoh yang bisa melepaskan wanita sebaik dan secantik Celine.
Ternyata benar, Reni hanya tempat bersenang-senang bagi laki-laki yang mungkin ingin menikmati sensasi lain darinya selain dengan istrinya.
Aku jadi sadar betapa bodohnya aku bisa terjerumus oleh buaian yang diberikan oleh Reni selama ini.
Celine tidak masuk kerja besoknya. Dia menyamar menjadi orang lain untuk bisa pergi ke rumah kedua orang tuanya.
Flashback
Celine mempunyai teman SMA yang bernama Citra. Mereka bertemu kembali pada saat acara reuni di sekolah mereka. Sejak itu mereka berdua kembali dekat dan sering menghabiskan waktu bersama sebagai sesama wanita lajang.
Citra bekerja di sebuah perusahaan sebagai marketing. Suatu ketika pada saat Celine dan Citra sedang makan di restoran setelah mereka berbelanja, ada seorang pria yang duduk di kursi meja mereka.
Dan ternyata pria tersebut adalah Giovani Mahendra seorang karyawan swasta yang sudah mapan dan mempunyai jabatan yang lumayan di kantornya serta tampang yang tampan dan mempesona.
__ADS_1
"Hai Cit, siapa nih? Kenalin dong," Gio mencoba menggoda Celine dengan meminta dikenalkan melalui Citra.
"Cel kenalin nih sepupuku," Citra mengenalkan Celine pada Gio.
Celine dan Gio berjabat tangan dengan menyebutkan nama mereka.
"Celine."
"Giovani."
Dari situlah Celine dan Gio jadi lebih akrab dan Gio sepertinya menyukai Celine mulai dari pandangan pertama. Gio selalu melakukan pendekatan pada Celine dengan mengantar jemput Celine menggunakan mobilnya pada saat berangkat dan pulang bekerja.
Akhirnya Celine luluh dan bisa move on dariku karena rasa cintanya padaku masih belum sedalam rasa cintaku padanya.
Sebulan setelah mereka pacaran, akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. Tadinya Celine meminta untuk bertunangan dahulu, namun Gio tidak mau menunggu lama dan tidak mau kehilangan Celine katanya. Oleh sebab itu Gio melamar Celine dan sebulan setelah lamaran itu, hari pernikahan mereka ditentukan.
Seminggu sebelum Celine dan Gio menikah, Celine mendatangi rumah Citra yang kebetulan pada saat itu rumah Citra sedang sepi karena kedua orang tuanya sedang berada di luar kota menjenguk nenek Citra yang sedang sakit.
Celine sengaja pada jam makan siang berkunjung ke rumah Citra karena ingin mengajak Citra makan bersamanya. Celine yakin Citra kesepian di rumah sendirian, jadi dia membawakan makanan yang dia beli sebelum datang ke rumah Citra.
Ceklek!
"Aku mencintaimu Gio, dari dulu, kamu tau itu bukan? Kenapa kita tidak menikah? Kenapa kamu malah menikahi Celine? Dia itu temanku Gio, dia sahabatku," Celine tahu jika yang berbicara itu adalah suara Citra.
"Tapi kita saudara sepupu Cit. Kita tidak bisa membuat keluarga kita nantinya akan ribut jika ada apa-apa dengan hubungan kita," Gio mencoba memberikan pengertian pada Citra.
"Saudara sepupu diperbolehkan menikah Gio, kamu tau itu," Citra kembali memaksa Gio.
"Iya aku tau, bukannya aku sudah bilang jika aku tidak mau membuat keluarga kita jadi renggang kalau kita ada masalah nantinya, dan... dan aku tidak mencintaimu Cit," Gio menjelaskan kembali pada Citra.
"Kamu bohong. Kamu sangat menikmatinya. Aku tau itu. Bahkan kamu mengatakannya," perkataan Citra membuat Celine terperangah, pikirannya mencoba menelaah setiap kata yang keluar dari mulut Citra.
"A-aku... eumph-" suara Gio terpotong berganti dengan suara yang membuat Celine berpikiran yang tidak-tidak.
Celine mendekat dan melihat dari pintu kamar Citra yang terbuka apa yang terjadi pada mereka. Dan ternyata....
Citra dan Gio sedang bercumbu mesra dan sangat intim sekali. Sedangkan posisi badan mereka sangat membuat Celine terperangah. Citra tidur di ranjang dan berada di bawah tubuh Gio.
__ADS_1
Tali tank top yang dipakai oleh Citra berada di lengan Citra hingga menampakkan dua aset Citra yang berharga dan tangan Gio berada di atas aset berharga.
Suara decapan dari kedua mulut mereka menggambarkan bahwa mereka dangat menikmatinya.
Memang jika menurut pendengaran Celine, Gio yang sedang berbicara tadi tiba-tiba mulutnya dibekap oleh Citra. Sepertinya bekapannya menggunakan mulut Citra.
Celine menjatuhkan kantong makanan yang dibawanya. Dan dia menggeleng tidak percaya dengan yang dia lihat dan dia dengar. Matanya pun sudah berkaca-kaca.
"Sayang... kami.. tidak," belum selesai Gio berbicara, Celine sudah berlari meninggalkan mereka berdua.
Celine menghentikan langkahnya di depan rumah Citra. Namun Gio tidak keluar mengejarnya. Hal itulah yang membuat Celine yakin jika sebenarnya Citra dan Gio saling membutuhkan.
Selama beberapa hari Celine tidak mau bertemu dengan Gio ataupun Citra. Gio berkali-kali meminta maaf melalui pesan dan telepon namun tidak dihiraukan oleh Celine. Bahkan Gio datang ke rumah Celine untuk memohon dan berlutut pada Celine, dia tidak mau pernikahan mereka batal.
Gio mengatakan pada Celine bahwa tidak ada yang terjadi pada mereka. Gio memang bercumbu dengan Citra, dan itupun karena Citra yang mengambil peluang darinya.
Celine oun bertanya mengapa Gio tidak mengejarnya, dan Gio menjawab jika dia marah pada Citra dan meminta Citra untuk menjelaskan pada Celine.
Celine tidak begitu saja percaya, karena sebenarnya Celine bersembunyi tidak jauh dari rumah Citra untuk menunggu berapa lama Gio berada di dalam rumah Citra, fan ternyata sekitar satu jam Gio baru keluar dari rumah Citra dengan wajah tidak ada beban ataupun marah. Citra pun mengantar Gio keluar rumah dengan senyum bahagianya.
Oleh karena itu, Celine bertambah yakin jika dia harus membatalkan pernikahannya pada saat kurang dari dua hari pernikahannya.
Flashback end
Celine menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya. Dan kedua orang tuanya sangat menyesal karena memaksa Celine menikah dengan mantan tunangannya karena malu dengan gosip yang beredar mengenai batalnya pernikahan Celine waktu itu serta gosip tentang Celine yang berpacaran dengan pria yang sudah beristri yaitu aku. Tentu saja gosip itu bersumber dari Reni ketika aku menghilang dari rumah sakit pada waktu itu.
Orang tua Celine menyembunyikan Celine dari Gio. Celine kini tinggal bersama tantenya yang menjadi single parent. Celine pun merubah penampilannya jika pergi bekerja agar tidak mudah diketahui oleh Gio selama Celine selesai mengajukan perceraian.
Celine memang bukan tipe wanita yang gampang percaya dengan orang lain. Selama beberapa hari ini Celine mencari tahu dari teman-temannya yang terpercaya ternyata memang benar, Reni sering main ke ruangan Gio karena perusahaan mereka menjalin kerjasama.
Dan Celine pun berpikiran jika mereka bersama ketika Gio berpamitan dinas luar kota selama beberapa hari. Ternyata, jawabannya memang benar.
Dari situlah Celine memantapkan dirinya untuk berpisah dengan Gio, karena Celine merasa Gio tidak akan pernah bisa berubah.
Sebelum menikah waktu itu Gio berjanji jika dia tidak akan berselingkuh lagi, karena pada saat Celine membatalkan pernikahannya waktu itu Gio ketahuan berselingkuh dengan Citra.
Dan lagi-lagi pada saat yang sama, yaitu pada saat Celine akan mengantarkan makanan. Bedanya, waktu itu Celine akan mengantarkan makanan untuk Citra, dan sekarang Celine akan mengantarkan makanan untuk Gio.
__ADS_1
Celine sangat terpukul karena dia merasa menjadi wanita yang sangat bodoh karena jatuh pada lubang yang sama.