
Rindu sibuk mengerjakan beberapa file. Waktu istirahat pun hampir ia lewatkan, kesibukannya hari ini membuatnya tak memiliki waktu luang sedikit pun. Berkas-berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya sebagai bukti kesibukannya. 2 jam lagi akan ada meeting dadakan di kantornya karna Rayhan Hutama sebagai seorang CEO akan pergi ke Eropa sore ini, semua jadwalnya untuk 1 bulan kedepan akan dibahas hari ini.
Tidak hanya rindu yang hampir melewatkan waktu istirahat siangnya, herdy sebagai direktur juga tak kalah sibuknya dari rindu begitu juga dengan karyawan- karyawan lainnya, pada hari ini semua terlihat sibuk.
"Sayang...istirahat dan makan lah dulu, kesehatanmu lebih penting bagiku" rayhan menghampiri anak simatawayangnya itu. "Sedikit lagi yah....nanggung untuk satu file ini." sambil menatap ayahnya dan terus mengerjakan tugasnya.
"Baiklah...ayah tak ingin melihatmu sakit nak" berlalu dari meja kerja rindu.
Herdy keluar dari ruangannya dan menghampiri rindu. Ia melihat rindu masih sibuk berkutat dengan labtopnya itu. "Apakah masih banyak yang belum selesai untuk jadwal PT Nom Ai, rin?" sambil memeriksa beberapa berkas di atas meja rindu. "Tidak pak ini sudah selesai, tinggal memasukkan ke dalam map saja." memasukkan berkas dalam map.
"Baiklah... ayo makan siang bersama, saya yakin kamu belum makan dan saya juga yakin kalau saat ini kantin sudah tak ada orang-orang yang menemani kita makan." menunggu rindu membereskan mejanya.
Mereka berjalan memasuki lif bersama. Di dalam lif herdy menekan tombol 7654321. Ting. Tujuan mereka pun sampai, kantin di lantai satu tempat para karyawan makan. Benar saja, sudah tak ada lagi karyawan yang sedang makan siang. Kantin sudah kosong, karyawan sudah kembali beraktifitas karna hari ini merupakan hari yang paling sibuk untuk perusahaan ayah rindu.
__ADS_1
Rindu dan herdy makan di meja yang sama dan saling berhadapan. Sesekali terlihat mereka mengobrol, waktu mereka tak banyak, selesai makan mereka langsung kembali menuju lantai kerja mereka, masih banyak tugas yang menunggu untuk diselesaikan.
2 jam telah berlalu dan semua staf dan karyawan yang berkepentingan dalam rapat masuk ke dalam ruangan. Tidak untuk rindu, ia masih disibukkan oleh tugas yang akan di bawa ayahnya ke Eropa.
Setelah dua setengah jam berlalu para peserta meeting ke luar dari ruangan.
"Aichel dan ibu sudah menunggu ayah di lobby, ia akan menghantarkan kami ke badara. Jaga dirimu sayang." sambil memeluk rindu. " Ayah dan ibu hati - hati dan jaga kesehatan, rindu pasti merindukan kalian yah." memeluk rayhan erat. "Oh yah... rindu akan pulang dengan mobil kantor saja, jadi sampaikan pada aichel tak usah terburu- buru." ucap rindu. "Ok. Dah sayang ayah." melangkahkan kaki berlalu dari hadapan rindu.
Rindu telah berada di lobby dan ingin menuju parkiran namun sebuah mobil sedan hitam berhenti di hadapannya. "Rin.... ayo masuk." menurunkan kaca mobilnya. "Saya sama pak yanto aja pak." ucapnya senyum.
"Tadi pak yanto udah balik rin..saya tidak tau kalo tidak di jemput." terang herdy.
Herdy turun dari mobilnya dan berlari kecil membukakan pintu sebelah kemudi.
__ADS_1
Mobil herdy melaju meninggalkan kantor. Di jalan begitu banyak mobil yang berlalu lalang, maklum saja masih jam pulang kantor. Banyak kendaraan yang saling mendahului ingin menghindari macat.
"Awas pak..." teriak rindu kaget karna sebuah mobil yang tiba- tiba saja memotong kendaraan mereka dengan laju yang cepat.
"Pengendara yang tak tau aturan." ucap herdy. "Ngurus SIM nembak x pak." sahut rindu sambil tertawa. Jantung herdy seakan berhenti berdetak melihat rindu yang tertawa. "Rin...kalo di luar kantor panggil nama aja ya, saya merasa sudah sangat tua kalo kamu panggil bapak." menatap arah rindu. "Emm...boleh dech... tapi apa ga sekalian aja saya panggil kek...??!!" celoteh rindu. "Kakek biar jadi sesepuh." tawa rindu. " Kamu...emang saya setua itu ya rin?" menatap rindu melas. "Kalo kakek - kakek setampan saya, banyak dong anak perawan yang mendampingi aki-aki." penuh percaya diri.
Lebih dari 40 menit mereka di perjalanan. Rindu tiba di rumahnya.
-------
Idih rindu udah mulai dekat ni ama babang herdy tampan, enak banged ya jadi rindu diperhatikan ama mazz mazz tampan. Author juga mau kali yaa. Eiiitss ga bole ngebayang uda ada yang punya.
Yuk kepoin terus kisah rinduu, pastinya akan lebih seru lagi dengan like dan komen kamu buat rame
__ADS_1