
Kilatan dan suara gemuruh menggelegar di langit malam kota J, menjadikan suasana sunyi mencekam.
Sebuah mobil memasuki pelataran loby hotel, seorang pria dingin menuruni mobil dengan tangan kanan membenarkan mantel yang ia kenakan, tak berselang lama terlihat seorang wanita yang anggun ikut keluar dari dalam mobil dan berjalan beriringan dengan pria dingin yang menunggunya.
Suara hentakan langkah kaki di atas lantai marmer membuat orang orang yang berada disana menyambut kedatangan mereka dengan rasa takut.
Seorang pelayan pria datang menghampiri rindu dan herdy, mengantarkan sang pemimpin ke ruang istirahatnya.
Tampa ada yang berani mengeluarkan kata basa basi, semua karyawan yang ada di hotel tersebut merasakan aura yang begitu tajam dari sang atasan. Ya mereka tau maksud tujuan kedatangan sang pemimpin ke kota itu, yang tak lain adalah untuk menghabiskan orang-orang yang telah licik ingin menjatuhkan perusahaan.
Tampa mengenal lelah herdy mentitahkan agar pelayan tersebut menghubungi sang manager dan menyiapkan segala berkas yang di pinta oleh herdy untuk dibawa ke ruang meeting malam itu juga.
Dengan langkah memburu karyawan pria itu keluar dari ruangan sang bos dan segera melaksanakan perintahnya.
Setelah tiga puluh menit kemudian, mereka kini berada di ruang meeting dengan beberapa berkas sebagai bukti kuat atas penyalahgunaan jabatan seseorang.
" Apakah kalian ikut andil dalam masalah ini?" dengan suara yang pelan namun penuh ketegasan herdy menanyakan kepada beberapa karyawan yang berada di ruangan itu.
Tak ada yang berani menjawab dan menatap mata sang atasan, hanya dengan mendengar suara dan merasakan aura yang begitu dingin membuat mereka semua merasa takut hingga keringat dingin di malam itu.
"Jawab..." masih memperhatikan catatan - catatan yang ditangannya. " Jangan sampai saya menemukannya sendiri, jika itu terjadi kalian tau akan berakhir seperti apa." menatap dengan penuh intimidasi.
__ADS_1
" Saya tidak tau pak, kalau tujuan pak rio seperti ini.." manager berhenti berucap sambil meremas jari-jari tangan.
" Jadi...!?"
"Saya mohon ampun pak. tidak ada sedikitpun saya berpikir kesana."
" Untuk apa kami memperkerjakan orang orang yang tidak peduli seperti kalian ini, harusnya kalian bisa melihat jauh kedepan."
Rindu membuka lembaran lembaran kertas bukti dari kejahatan dari direktur perusahaan papanya itu.
Setelah melihat semua bukti, rindu dan herdy pergi meninggalkan orang orang yang masih ketakutan di ruangan itu.
Herdy memang terkenal sangat dingin dan kejam, mereka tak menyangka herdy lah yang datang untuk menyelesaikan masalah ini walaupun mereka ketahui kini herdy telah menjadi menantu dari pak hutama.
Suasana yang semakin mencekam di dalam ruangan rapat setelah herdy menunjukkan banyak bukti kecurangan dari sang bawahan. Para pemegang saham pun ikut menyaksikan bagaimana cara herdy mengambil alih perusahaan SS yang bekerja sama dengan perusahaan pak hutama.
James yang menduduki jabatan sebagai direktur, hanya bisa menunduk dan meremas jari jari tangannya saat kecurangannya telah diketahui oleh sang pemimpin, sementara rio terlihat lebih tenang dari kemarin saat bertemu dengan herdy. Walaupun ia menyadari pasti akan mendapat hukuman atas keteledorannya dalam menjalankan tugas.
Setelah kurang lebih tiga jam lamanya akhirnya orang-orang petinggi kedua perusahaan itu keluar dari ruangan meeting. Dengan berbagai rupa wajah ada yang bahagia karena akan mendapatkan keuntungan yang lebih baik lagi dan ada juga yang menekuk wajahnya penuh dengan kekecewaan akibat SS telah diakuisi oleh Signature dimana kedepannya SS mutlak berada dibawah naungan perusahaan besar tersebut.
Rio diminta untuk memimpin perusahaan tersebut sedangkan james akan dipindahkan ke perusahaan cabang yang ada di tanah air.
__ADS_1
Aichel datang ke negara J setelah mendengar dari media, Signature mengakuisi SS. Tak berselang lama pangakuisian selesai ia tiba di kantor signature.
" Ada yang terlewatkan?" ucap aichel sambil memasuki ruangan CEO dimana kedua sahabatnya itu berada.
" Ada tikus kecil yang mencoba bermain." herdy melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya. " Bagaimana pun kecilnya tetap harus disingkirkan bukan?!"
" Ya... itu lebih tepat dari pada terus memberinya makan."
Rindu memeriksa laporan laporan lain yang diberikan oleh rio sebelumnya.
"Masih ada yang mencurigakan?"
"Masih diperiksa, sejauh ini baik." rindu terus mengamati angka- angka dan huruf yang ada di kertas putih tersebut.
Aichel mengambil beberapa lembar laporan yang ada diatas meja untuk ia periksa, berharap tidak akan menemukan yang buruk lagi tapi setelah melihat dan menyamakan dengan laporan yang rindu pegang ternyata mereka melihat ada perbedaan angka keluar, tak cukup banyak namun mampu membeli sebuah pulau pribadi.
Akhirnya disinilah mereka berada di bandara menuju pulang ke tanah air setelah memberikan hukuman pada biro keuangan dan mengangkat seorang karyawan yang dipercaya dan pantas untuk menduduki jabatan sebagai kepala biro keuangan.
Akibat rasa lelah dan kurang beristirahat herdy dan rindu tertidur saat penerbangan berlangsung sedang aichel membaca majalah yang terdapat di maskapai tersebut.
Sebelumnya aichel berada di negara S, mendengar berita signature mengakuisi SS ia segera terbang ke negara J bertepatan setelah selesai pekerjaannya di negara tersebut.
__ADS_1
Aichel akhirnya ikut tertidur setelah melihat ke jam yang melingkar di pergelangan tangannya masih membutuhkan empat kali putaran lagi hingga tiba di tanah air sehingga rasa bosan dan kantuk menghampirinya.