Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Menghilangkan Jejak


__ADS_3

Farel telah berada di ruang tamu kediaman mama catryn untuk menjemput bos dinginnya, namun sudah 10 menit farel menunggu belum ada tanda tanda kemunculan orang yang ia tunggu. Sejak pertama tiba di rumah itu, farel hanya di sambut oleh mama catryn. Herdy, nyonya muda ataupun ellis belum ada yang menampakkan batang hidungnya. Teh yang ada dalam cangkir keramik itu pun hampir tandas karena terlalu lama menunggu.


Ellis yang baru keluar dari balik pintu melihat farel melalui pantulan cermin yang ada di ruangan keluarga, tengah duduk sendiri di ruangan tamu.


Ellis menghampiri farel yang sedang sibuk memainkan ponselnya. "Sudah lama?"


"Kurang lebih 15 menit"


"Sabarlah mungkin bos dinginmu itu sedang bersiap siap."


Farel hanya menggerakkan kepalanya tanda ia juga setuju dengan ucapan ellis.

__ADS_1


"Ayo kita sarapan saja, dari pada menunggu orang yang tidak jelas." Ellis menatap farel mengisyaratkan agar ikut dengannya.


Farel hanya melihat ellis tampa mengucapkan sepatah katapun, namun tatapannya memiliki makna menanyakan bagaimana dengan bosnya itu?


"Kau tenang saja... Ini di kediaman mamaku, kita tidak perlu menunggunya." sambil berjalan ke arah meja makan yang ada di dekat ruang keluarga.


"Dan lagi pula, mungkin saja manusia dingin itu sedang...." ellis tak menyelesaikan ucapannya. Namun farel mengerti kemana arah tujuan pembicaraan adik bos nya itu.


Ellis tidak mengeluarkan suara apapun setelah melihat sang kakak telah menampakkan batang hidungnya. Begitu juga farel hanya memberikan sapaan melalui pandangan dan kepala yang sedikit dibungkukkan tanda memberi hormat pada bos herdy. Farel mendudukkan bokongnya di kursi makan setelah memberi salam tampa suara.


"Ayo di makan.." ucap mama catryn yang datang dari arah dapur sambil membawa sepanci nasi goreng. "Nak rindu belum turun?" tanya mama catryn sambil mencari keberadaan menantunya itu.

__ADS_1


"Masih membereskan kamar ma." sahut herdy pada mama catryn.


Mama catryn mengangguk tanda mengerti. Tapi tidak dengan ellis, "Apa kakak ipar sedang menghilangkan barang bukti kegiatan kalian tadi malam?" ucap ellis begitu santai, membuat seisi ruangan itu terbatuk mendengar ucapan yang tampa filter itu.


Herdy hanya menatap ellis dengan tatapan horor, namun ellis hanya cuek tidak mempedulikan herdy yang tengah menatapnya. Sedangkan mama catryn hanya menggelengkan kepala melihat ellis yang tidak pernah berubah itu. Lain dengan farel yang hanya menundukkan pandangannya, entah karna takut atau pun malu mendengar ucapan yang begitu tabu baginya. Maklum farel adalah seorang pria ting ting yang belum pernah menjalani hubungan dengan lain jenisnya kecuali cinta monyetnya sewaktu duduk di bangku SMP.


Sebenarnya ellis juga belum pernah berpacaran, hanya saja karena ia lama tinggal di luar negri melihat teman temannya biasa melakukan ***, bermesraan di depan umum membuatnya biasa saja mengucapkan kata itu. Ellia gadis cantik yang bar bar nan polos tapi tidaklah bodoh memahami hal yang baru.


"Farel jangan sungkan, ellis memang terbiasa mengucapkan sesuatu tampa filter." ucap mama catryn yang melihat farel hanya diam dan menundukkan kepala setelah mendengar ucapan ellis tadi.


"Iya tante." farel kembali menundukkan kepalanya setelah menjawab dan melihat mama catryn.

__ADS_1


"Nanti kau juga terbiasa mendengar Ellis bar bar ini berbicara tampa filter." sambung herdy sambil tersenyum smirk.


__ADS_2