Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Sate padang Tespek


__ADS_3

Herdy dan rindu kini berada di perjalanan menuju perusahaan. Rindu terlihat lebih manja hari ini di banding hari hari sebelumnya, entah kenapa rindu terus saja menggandeng tangan suaminya itu walaupun sudah di dalam mobil. Herdy merasakan rindu yang berbeda pada pagi ini, rindu juga meminta herdy untuk memandikannya tadi. Sikap rindu ini jauh dari sikap rindu sebelumnya yang lebih mandiri dan dewasa.


Farel mencuri pandang dari spion, melihat bosnya itu sangat memanjakan rindu. Hari ini farel juga mengetahui hubungan rindu dan bosnya itu adalah suami istri, untung saja farel segera menyingkirkan perasaan itu sebelum bertunas.


Tubuh farel bergidik ngeri saat membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika bosnya itu mengetahui itu.


Rindu menatap pekerjaan yang sudah menumpuk di atas meja kerjanya, satu persatu lembaran kertas putih itu ia pelajari tapi kali ini rindu merasakan lapar padahal sebelum berangkat ke kantor ia sudah sarapan nasi goreng. Rindu mencoba konsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaannya lagi-lagi konsentrasinya terpecah saat bayangan makanan lezat menari nari di otaknya. Tak mampu rindu menahan rasa laparnya hingga ia memutuskan untuk menemui sang suami di ruangannya.


Herdy melihat rindu yang duduk di sofa dengan wajah yang terlihat menggemaskan bagi herdy.


"Ada apa hemm..?" berjalan mendekati sang istri.


"Aku lapar... Ingin makan kwew tio"


Herdy terkaget saat mendengar keinginan sang istri. "Bukankah tadi sudah sarapan..?" ucapnya mengelus lembut rambut rindu


"Tapi aku lapar lagi, dan ingin makan Kwee tio" ucapnya lebih manja membuat herdy tersenyum melihat tingkah istrinya yang semakin manja itu.

__ADS_1


"Sebentar..." herdy berjalan keluar meninggalkan rindu yang tengah mengubah mood nya itu.


"Tolong belikan kwee tio, tidak pakai lama, dan ingat yang terlezat..." setelah mengucapkan itu pada farel, herdy kembali memasuki ruangannya dan menemukan istrinya yang tengah mensearching kwee tio pada laman google melalui ponselnya.


Melihat itu herdy menggelengkan kepala seakan tidak percaya. Rindu yang biasanya tidak suka makanan berminyak dan hanya makan pada jam tertentu itu kini meminta di belikan kwee tio padahal hanya baru beberapa jam saja ia memakan sarapan paginya.


Setelah rindu memakan habis kwee tio yang di beli farel kini rindu meminta herdy agar tetap duduk di dekatnya. Herdy yang merasa gemas oleh tingkah rindu terpaksa meminta farel untuk mengatur ulang seluruh pekerjaan herdy hari ini.


Herdy membawa rindu pulang padahal jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi melihat tingkah rindu yang tak mengijinkannya untuk bergeser saja dari tempat duduknya terpaksa herdy memutuskan untuk pulang saja dan meminta farel agar mengurus semuanya. Farel yang mendapat perintah dadakan dari bos hanya bisa menggaruk kepala yang tidak gatal karena ia sadar tak mampu menolak perintah sang bos dingin itu. "Sepertinya si nyonya sedang dalam mood yang tidak baik" ucapnya sendiri setelah melihat kepergian herdy dan rindu.


Setelah berada di rumah rindu meminta herdy untuk terus menemaninya tidak boleh menjauh, herdy merasa aneh namun ia tetap menuruti keinginan rindu, rasa hangat mengalir dalam tubuh herdy karena rindu tidak pernah semanja ini padanya.


Rindu membangunkan herdy yang tengah terlelap dan meminta sang suami membelikannya sate padang. Herdy yang masih di dera rasa kantuk pun tidak terlalu mendengar permintaan sang istri dan kembali matanya terpejam.


Rindu menggigit telinga herdy akibat kesal pada suami, sontak saja rasa sakit itu membuat herdy terbangun dan melihat rindu yang tengah menatapnya tajam.


Melihat tatapan mata rindu, herdy menelan ludahnya kasar ia tau kini ia berada dalam masalah yang tidak ia ketahui.

__ADS_1


Bingung atas permintaan rindu tapi tetap saja ia mengambil ponsel yang berada di atas nakas dan menghubungi farel sang asisten agar membelikannya sate padang yang diminta sang istri.


Farel yang melihat jam yang menunjukkan pukul satu dini hari itu pun kesal bukan kepalang pada herdy. Bosnya itu memintanya membelikan sate padang dan menghantarkan ke kediaman sang bos. Farel mengusap kepalanya kasar tidak ingin ia meninggalkan ranjang yang begitu empuk tapi tidak beranj membantah bos dinginnya itu.


Setelah mutar mutar tidak jelas akhirnya farel menemukan gerobak sate padang yang masih berjualan sehingga ia turun dari mobil dan memesan 2 bungkus sate padang. Dalam perjalanan ke rumah sang bos farel melihat toko obat yang masih buka, entah mengapa farel merasa istri sang bosnya itu tengah hamil. Farel memberhentikan mobilnya lalu turun dan membelikan tespek, para petugas toko tersebut di buat tercengan atas kedatangan pria tampan di dini hari dan membeli sebuah alat tes kehamilan. Entah dari mana keberanian farel itu datangnya tapi ia nekat memasukkan kantongan testpek itu ke dalam kantongan sate yang baru ia beli.


Farel menghubungi herdy memberitahukan bahwa ia kini sudah berada di depan pintu rumah sang bos. Tak lebih dari dua menit herdy telah berada di hadapan sang asisten, tampa berbasa basi herdy mengambil bungkusan yang berada di tangan farel tampa mengucapkan sepatah katapun kembali menutup pintu.


Farel yang masih terkejud oleh kehadiran bos yang tiba-tiba kini kembali di buat terkejud lagi oleh suara pintu yang di tutup keras.


" Oh my god.. aku masih lajang maka panjangkan umurku ya tuhan..." ucap farel sambil mengelus dada.


Herdy mengambil sebuah piring dan sepasang sendok di dapur lalu bergegas membawa alat makan beserta bungkusan sate tersebut ke kamar mereka.


Rindu yang melihat bungkusan sate di tangan suaminya itu terlihat begitu bersemangat untuk menikmatinya. Dengan segera rindu turun dari ranjang dan berjalan ke arah sofa yang ada di ruangan kamar mereka.


Herdy melihat satu bungkusan kecil terjatuh saat mengeluarkan sate dari dalam kantongan lalu memungutnya. Betapa terkejutnya herdy dan rindu saat melihat isi dari kantongan yang ada di tangan herdy.

__ADS_1


"Testpek...."


"Apa ini..." ucap mereka secara bersamaan.


__ADS_2