Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Lahirnya baby aichel


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini ocha merasakan kontraksi pada kandungannya membuat aichel merasa was-was untuk meninggalkan ocha di rumah. Sudah sebulan ini semenjak kepulangan mereka dari luar kota ocha memutuskan mengambil cuti untuk mempersiapkan persalinannya.


Aichel juga sudah menghubungi kedua orangtua dan mertuanyanya yang ada di luar negri, bahwa ocha akan segera melahirkan cucu mereka, yang mana sudah beberapa hari ini terus memberikan kontraksi palsu.


Seperti pagi ini aichel di buat spot jantung lagi, ocha berteriak sambil menjambak rambut suaminya itu menyalurkan rasa sakit yang ia rasakan, sehingga aichel mau tak mau, siap tidak siap harus menerima jambakan, remasan, cubitan bahkan gigitan yang di layangkan ocha padanya.


Rianti ibu rindu juga tak kalah paniknya melihat ocha yang mengalami kontraksi semakin sering. Ia mulai meminta bi oja untuk menaruh semua keperluan calon baby aichel itu ke dalam bagasi mobil agar tidak ketinggalan ketika waktunya sudah tiba. Benar saja kini ocha sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit yang datang bertubi-tubi pada bagian pinggang, dan bagian perut bawahnya rasanya ia ingin mengeden untuk menghilangkan rasa sakitnya.


Ibu rianti meminta aichal untuk membawa ocha ke rumah sakit sepertinya baby dalam perut ocha sudah ingin lahir.

__ADS_1


Aichal mengemudikan mobil dengan cepat membelah jalanan yang sedang ramai. Ibu rianti menenangkan ocha dengan cara memintanya menarik dan membuang nafas secara perlahan agar mengurangi rasa sakit yang diteranya.


Rindu yang baru saja keluar dari ruangan ayahnya mendapat kabar dari bi oja, mengatakan bahwa aichel dan ibunya dalam perjalanan ke rumah sakit untuk membawa ocha yang akan lahiran. Seketika rindu tak kalah paniknya memikirkan sahabatnya itu. Kemarin rindu melihat bagaimana ocha mengalami kontraksi, yang membuat aichel menjadi sasaran tumpuannya untuk menyalurkan rasa sakitnya. Ocha bergidik mengingat kejadian itu dan prihatin terhadap sahabatnya yang merasakan sakit.


Rindu bergegas ke ruangan herdy yang tak berjauhan dari ruangan ayahnya. Rindu menyampaikan kabar tersebut dan meminta herdy untuk menemaninya ke rumah sakit, kebetulan jam sudah menunjukkan waktunya pulang.


Ayah rindu memanggil rindu dan herdy untuk menanyakan kepada mereka apa yang terjadi sehingga mereka kelihatan tergesa-gesa meninggalkan tempat itu. Setelah mengetahuinya pak rayhan pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit bersama rindu dan herdy namun dengan kendaraan yang berbeda. Jika rindu dan herdy berangkat menggunakan mobil herdy maka pak rayhan berangkat dengan mobilnya yang diantarkan oleh supir.


" Oke sekarang sudah waktunya, pembukaan sudah lengkap. Tarik nafas... dan mengejanlah agar bayinya bisa keluar." ucap sang dokter memberi arahan.

__ADS_1


Ocha mengejan dengan kuat, begitu juga dengan aichel yang ikut mengejan seakan membantu istrinya untuk mengeluarkan tenaga.


" Lagi... sedikit lagi, ayo nyonya..." dokter memberikan semangat dan intruksi saat kepala bayi sudah kelihatan di ujung jalan keluarnya.


" Eggghhhhh....." ocha mengejan kuat disusul dengan tangisan bayi yang keluar dari antara pahanya.


Aichel memberikan ciuman yang bertubi-tubi pada istrinya, rasa terimakasih kepada sang istri karena sudah memberikan sesuatu yang sangat beharga padanya dan mampu berjuang untuk melahirkan bayi mungil yang begitu tampan.


Di luar ruangan bersalin semua berkumpul dengan rasa cemas dan gelisah. Terlihat mama aichel kinar dan suaminya tidak dapat duduk tenang menantikan kelahiran cucunya. Rindu yang terlihat meremas lengan herdy juga terlihat cemas menunggu, sedangkan rianti ibunda rindu dan ayahnya terlihat lebih tenang dari yang lain. Setelah beberapa lama menunggu mereka semua mengucap syukur ketika mendengar tangisan bayi dari ruang persalinan.

__ADS_1


Bayi tampan itu kini sudah selesai dibersihkan dan kini bayi itu sudah berada berada di ruang bayi, membuat semua keluarga menuju ke ruang bayi untuk melihatnya sedangkan aichel masih menemani ocha yang kini tengah merasakan sakit saat jarum jait menembus sobekan daging jalan lahir tersebut.


__ADS_2