Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Cemburu


__ADS_3

Setelah istirahat makan siang roy pun kembali turun ke lapangan, sedang herdy dan rindu tetap berada di dalam ruangan untuk membaca beberapa berkas yang berhubungan dengan pembangunan reseort tersebut.


Rindu yang terlihat asyik dengan noveltoonnya sesekali melirik ke arah herdy yang tengah terlihat serius itu. Suara ketukan terdengar dari arah luar pintu, setelah mendapat ijin masuk sesorang yang berada di balik pintu itu masuk dengan beberapa kertas di tangannya. Lisa terlihat kaget melihat orang yang telah lama ia cari keberadaannya itu kini ada di hadapannya.


"Herdy..." teriak tak percaya. lisa melangkah ke arah herdy dan langsung memeluk tubuh herdy.


"Lisa." melepaskan pelukan.


"Ma'af....maaf...habisnya gue rindu banget sama lo, udah lama gue cari keberadaan lo her." kembali memeluk.


Rindu yang tengah kesal memperhatikan herdy di peluk oleh wanita lain pun berdehem mengisyaratkan keberadaannya di ruangan itu.


"O.iya. kenalin ini lisa temen aku sewaktu di kuliah." memeluk pelukan lisa.

__ADS_1


"Hai...gue rindu."


"Lisa..."


"Gue sempet deg...degan loh masuk ke ruangan ini. Tadi pak roy minta gue buat antarin berkas ke pak dirut yang terkenal dingin diruangan ini, ternyata lo ya her.. Hebat banget lo ya sekarang sukses besar." senyum bahagia.


Rindu kembali diam dan membaca kembali aplikasi noveltoonnya. Sudah beberapa kali ia ganti posisi duduk karna sudah tak konsentrasi lagi akibat kedatangan cewe sexy yang bernama lisa itu. Ada rasa cemburu di hatinya melihat herdy berbicara dengan lisa.


Sementara herdy tetap membalas ucapan lisa namun ia masih fokus pada pekerjaannya.


Hari sudah hampir sore, herdy yang melihat rindu duduk diam pun merasa bingung apa yang membuat kekasihnya itu tak bergeming sedikitpun.


"Sayang...udah hampir sore nih, kita balik ke resort yah." mendekati rindu.

__ADS_1


Rindu bergegas dari duduk dan meraih tasnya yang berada di atas meja, berjalan meninggalkan herdy yang setengah berjongkok ingin duduk.


Herdy memanggil nama rindu namun tak dijawab oleh wanita cantik itu, rindu terus berjalan tampa menoleh ke belakang.


Rindu masuk ke dalam lif dan menekan tombol angka 1. Sesampainya rindu di lobby, rindu kembali melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah mobil. Rindu mencoba ingin maauk ke dalam mobil tapi pintu mobil itu rupanya terkunci. Dengan rasa kesal yang amat sangat rindu bersender ke mobil dan membelakangi herdy yang semakin dekat dengannya.


Herdy membuka kunci dengan remote controlnya dan memanggil rindu, namun kembali nihil tak ada jawaban dari mulut mungil rindu.


Selama di dalam perjalanan rindu diam dengan seribu bahasa, membuat herdy bingung dan frustasi karna rindu yang tadinya bahagia kini berubah menjadi wanita yang menakutkan bagi herdy.


Selama tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan tak sepatah kata dan tolehan yang rindu berikan. Sesampainya di resort rindu kembali bergegas untuk keluar dari mobil herdy dan melangkah panjang menuju kamarnya.


Herdy mencoba berlari menyusul rindu tapi ia kalah cepat sehingga rindu kini sudah berada di dalam ruangan kamarnya.

__ADS_1


--------buat para readers bagi like and comen nya dong walau cuma kata up


__ADS_2