Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Ketahuan


__ADS_3

Matahari telah menampakkan sinarnya, herdy pun masih berkutat di depan labtopnya. Rindu terlihat masih tertidur nyenyak di samping aichel yang juga tertidur di ruang tv. Pak yanto telah terbangun dari tidurnya yang tak nyenyak.


"Masih belum selesai pak ?"


"Belum pak, sebentar lagi mungkin butuh sepuluh hingga lima belas menitan lagi pak." tetap fokus pada labtopnya.


Mbok narsih yang sudah selesai menyiapkan sarapan memberitahukan pada herdy agar sarapan dan membangunkan rindu.


Herdy meminta pak yanto agar sarapan lebih dulu, ia tau pak yanto belum begitu tenang.


Herdy menyimpan kembali berkas-berkas yang ia selesaikan tadi. Rasa puas terlihat di raut wajahnya.


Herdy berjalan menghampiri kekasihnya yang masih tertidur. Ia melihat wajah rindu yang masih terlelap dalam buaian mimpi.


Rossa masuk menghampiri herdy yang tengah berada di ruang makan.


"Dy... lo disini?"


"Iya cha... ada kerajaan semalam harus kelar sekarang juga"


"Lo liat aichel her...?"


"Tu masih molor di ruang tv. "


"Ih ni anak kok bisa sih ninggalin gue."


"Kenapa chaa..."


"Echh ga ada her..." berjalan ke arah ruang tv.


"Ya ampunnn..... gila ni orang ya... masih molor." menepuk- nepuk pipi aichel.


"Pada nonton bola chaa, subuh tadi baru molor tu orang."


"Pantes aja ni orang tega ninggalin gue, jodoh bolanya kan ada disini ya" tertawa sambil terus membangunkan suaminya.


"Sayang... mau dong" ucap aichel membuat ocha kaget reflek menutup mulut suaminya itu.


"Heh... sadar lo ai....jangan mancing-mancing gue..." teriak herdy menyadarkan aichel.


"Sory....sory...gue kira tadi di kamar gue her..." wajah masih mengantuk.


" Iya...sono lo pulang kelarin urusan bawah lo itu" ucap herdy sambil menunjuk ke arah milik aichel yang memlerlihatkan kebesarannya.


"Ach...lo juga entar ngerasain her..." balas aichel berlalu meninggalkan herdy bersama istrinya.


Herdy tersenyum geli membayangkan kalau ia sudah menikah dengan rindu. Achh...membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik. Herdy menghampiri rindu yang masih lelap.


"Sayang...." cup...herdy mengecup kening rindu.


"Emhhh...pagi sayang, ayo bangung udah siang kalau masih ngantuk tidurnya di kamar aja ya"


"Gak ach...disini aja, kamu udah kelar kerjanya?" sambil meraih wajah herdy.


"Udah....bentar lagi saya mau pulang balik bersih-bersih dulu."


"Boleh ya ikut kamu... kangen sama tante sayang." ucap rindu manja.


"Kangen tante atau ga mau jauh sih dari anaknya ??" goda herdy penuh percaya diri.


"Kamu yaa...terserah deh..." bangun dari tidurnya dan duduk di sebelah herdy.


"Iya boleh....ini kan hari minggu pasti mama juga seneng banget ketemu kamu." mencubit pipi halus rindu.


"Rindu sayang...."

__ADS_1


"Napa...?"


"Kamu ga pengen ya ngehalalin hubungan kita?"


"Kok tanyanya gitu sih??? "


"Enggak kok...pasti orang yang udah halal seneng banget,tiap bangun tidur bisa liat orang yang dicintainya"


"Ih...kamu ya...kok tiba-tiba ngomong gitu sih?"


"Maaf sayang, ini karna sahabat kamu yang gila itu aja."


"Aichel maksud kamu ?" menatap herdy tajam.


"Iya siapa lagi, kamu ga sadar ya kalau dia tidur di samping kamu tadi?"


"Enggak.."


"Tadi tu ocha datang, echh pas ocha nyoba bangunin, dia tu nyerocos aja minta jatah di depan mata ni sayang "


"Ichh kamu...makanya di halalin dong."


"Ichh kamu ya...malah goda iman saya sih masih pagi gini.


"Kamu nya sih...ada-ada aja maunya. Ya udah saya beres-beres dulu." meninggalkan herdy.


Herdy yang tersenyum mengingat kembali hayalan paginya membuat kelakiannya menunjukkan diri.


Untung saja rindu ga disini, kalo tidak bisa mati berdiri ni pikir herdy menenangkan kembali kepunyaanya itu.


"Yuk berangkat." sambil mengambil sebuah jeruk di meja.


"Udah siap ketemu camer?" goda herdy.


"Udah dong...." tertawa ringan.


Suara hp rindu terdengar, terlihat aichelQ memanggil disana.


"Ya ai..."


"Lo bareng herdy kemana?"


"Rumah herdy.." rindu keceplosan menjawab dengan jujurnya, "mampus gue" sambil menepuk jidatnya.


"Jangan bilang lo ada hubungan ya rin..."


Herdy mengambil hp dari tangan rindu.


"Ai...ni gue....gue pinjam bentar ya rindu lo, buat jelasin ke nyokap gue tadi malam ga pulang."


"Awas lo bedua ya..."


"Tenang aja ai...gue bakalan jagain rindu lo kok. daa.... ai..." menutup panggilan.


"Kamu yakin aichel ga bakalan curiga sayang?"


"Gak...ya kalo ketahuan mau gimana"


Herdy dan rindu pun tiba, mama herdy yang tengah berada di taman sedang merawat bunga-bunganya pun menyambut kedatangan mereka.


"Pagi sayang...kalian dari mana kok kamu ga pulang sih?"


"Pagi tante" cipika cipiki


"Pagi sayang.."

__ADS_1


"Herdy di rumah rindu maa, ada kerjaan dari pak rayhan yang harus selesai.


"Ya udah kita masuk yuk" sambil menggandeng keduanya.


Mereka asyik mengobrol di ruang keluarga. Terlihat wajah mereka yang tengah bahagia.


Sesekali terdengar suara tawa mereka menghadirkan nuansa gaduh yang telah lama hilang dari rumah itu.


Mama herdy banyak membuka rahasia herdy yang tak diketahui orang lain, itu membuat rindu tertawa geli mendengarnya, lain dengan herdy wajahnya merona merah karna malu mamanya membuka aibnya sewaktu remaja.


"Maa...udah dong"


"Ih... kamu sana aja sayang...ga usah denger kalo malu" goda rindu senang.


"Kamu yaa....awas aja entar"


"Herdy ga boleh ya macam-macam sama rindu kalo mama ga ada." memperingatkan.


"Ichhh mama...tega ya sama anak sendiri." bermanja di pangkuan mamanya.


Tak terasa hari sudah hampir sore, rindu pun pamit pulang pada mamanya herdy.


Di sepanjang jalan rindu tak habis pikirnya melihat kalakuan kekasihnya itu, yang terkenal begitu dingin namun kenyataannya adalah anak mami yang sangat manja.


"Sayang kita singgah ke mall ya bentar."


"Emang kamu mau beli apa sih...?"


"Ga ada sih yang terencana, cuma pengen jalan berdua dengan rindu yang membuat jantung berdetak tak karuan" sambil mengecup tangan rindu.


"Ya udah ga apa, tapi ga lama ya, saya takut kalau aichel jadi curiga."


"Iya deh..."


Mereka pun tiba di salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal itu. Mereka berjalan bersama nengitari pusat perbelanjaan itu yang sesekali terlihat mereka memasuki toko-toko pakaian.


Tak sengaja mata aichel melihat mereka yang sedang masuk ke salah satu butik yang terkenal, aichel mengajak ocha untuk masuk ke dalam butik itu juga. Herdy dan rindu tak menyadari keberadaan mereka. Namun tetap saja aichel tak dapat memastikan hubungan kedua temannya itu, tak ada yang terlihat berbeda diantara mereka.


"Rin...menurut kamu dasi ini bagus nggak?" menunjuk ke arah dasi yang bewarna navi.


"Bagus...kamu mau beli dasi ya?" menghampiri herdy di bagian rak dasi.


"Kebetulan ketemu sama yang cocok."


"Ya udah ambil aja, mumpung cocok ya kan." ucap rindu sambil melihat ke arah dress putih di depannya.


Rindu dan herdy juga sepakat kalau mereka ga boleh terlalu mesra di depan umum sebelum mereka umumin hubungan mereka secara resmi.


"Rin..." panggil ocha yang sudah bosan mengikuti tampa melihat ada kejanggalan diantara sahabatnya itu.


"Ochaa...lo berdua disini juga ya ?" sambil melihat aichel yang salah tingkah.


"Iya rin... tadi kami ga sengaja liat kalian masuk ke dalam sini, echh si aichel ngajakin buat buntutin lo berdua." ceplos ocha terang.


"Ichh.. kamu ya sayang kok bocor banget sih sama rindu, awas ya jangan minta jatah enak entar malem." ancam aichel pada istrinya itu.


"Sayang jangan dong....kan enak masa dilewati sih...?!" ucap ocha polos membuat rindu geli mendengarnya.


"Ichhh...heran deh gue...kenapa sih otak ini warasnya cuma urusan kantor aja," ucap aichel mengelus rambut istrinya itu.


"Udah dong ga usah pamer kehalalan sama kita, tadi pagi juga udah pamerin." seru herdy tak terima.


"Her...lo belum tau sih rasanya gimana." sahut ocha lagi membuat herdy semakin jengkel.


"Udah...udah...jangan ribut malu dong sama orang rame gini." lerai rindu.

__ADS_1


Mereka berempat menuju salah satu resto yang ada di dalam mall tersebut. Tak menyangka mereka juga bertemu dengan keisya dan nikita, sehingga suasana kebersamaan mereka semakin gaduh saja. Kepolosan ocha selalu menjadi bahan perbincangan mereka, apalagi ocha kerap menceritakan kepuasannya di ranjang bersama aichel. Suaminya itu dibuat mati kutu olehnya hampir saja ocha menceritakan semua adegan ranjang mereka dengan polosnya. Untung saja rindu bisa menghentikan perbincangan mereka dengan mengalihkan pembicaraan terhadap keisya dan nikita.


__ADS_2