Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
keluar rencana


__ADS_3

Rindu dan herdy kembali pulang setelah puas menghirup udara segar dan tak lupa merasakan jajanan yang ada di sekitar taman.


Hari ini mereka lalui dengan perasaan yang indah walaupun keluar dari rencana sebelumnya.


Selama perjalanan pulang mereka mengisinya dengan candaan tawa dan terkadang wajah rindu memerah karena ucapan herdy. Dan dan tak jarang juga herdy mendesah menahan hasratnya untuk tidak melahap rindu yang kerap membuat herdy prustasi menahan gairah. Herdy pria dewasa yang normal tentu saja punya hasrat terhadap wanita cantik, pujaan hatinya ini. Seperti saat ini, rindu yang mencepol sembarang rambutnya saja sudah membuat jankung herdy naik turun melihat leher jenjang putih mulus rindu membuat hormon kelakiannya ingin mengunjuk diri. Herdy mencekram eret stir kemudi untuk menahan gairahnya . Wajah tampan herdy berubah menjadi merah menahan rasa yang mungkin akan begitu nikmat rasanya.


"Jangan ngebut napa sih, kan ga ada yang mau diburu." ucap rindu sambil memainkan ponselnya.


"Aku tidak ngebut kalau kamu berhenti menggodaku."


Rindu menaruh ponselnya diatas pahanya dan menoleh kepada kekasihnya dengan kening mengerut merasa heran dan bingung, tidak mengerti maksud dari lelakinya itu.


"Sudah aku katakan jangan menggodaku"

__ADS_1


Rindu memejamkan matanya tak mengerti mengapa lelakinya berkata ia menggodanya, padahal rindu merasa tidak ada sama sekali menggodanya.


"Dengan tingkah kamu seperti ini, aku akan tergoda, jangan sampai aku akan memutar arah mencari tempat untuk menghabisimu." memandang lurus ke jalan tampa menoleh pada rindu.


"Sengaja memperlihatkan leher jenjang putihmu, menggigit bibirmu. Hmm..." ucap herdy sambil mengusap wajahnya menahan diri.


"What... " bola mata rindu membulat sempurna mendengar penuturan kekasihnya itu, mengapa hanya dengan perbuatan mencepol rambut saja ia bisa dibilang menggodanya.


Demi kenyamanan dan keselamatan mereka berdua rindu akhirnya menggerai kembali rambutnya dan duduk dengan benar mesasang tatapan kedepan , melihat jalan yang akan mereka lewati.


"Sial...ternyata aku begitu tidak tahan terhadap wanita ini, tidak pernah aku merasa segila ini, dia mengalihkan semua pemikiran dan pandanganku, oh Tuhann..." ucap herdy dalam hati sambil mengetuk-ngetuk setir dengan jari telunjuknya.


Dengan penuh perjuangan untuk menahan hasratnya tidak memakan rindu saat itu, herdy mampu melawannya hingga kini mereka telah sampai di pekarangan rumah rindu allysa hutama yang tak lain adalah anak sematawayang dari bos besar tempat herdy bekerja. Agar tidak menjebol pertahanannya herdy meminta agar tidak ikut masuk dan langsung pulang sebelum pertahanannya lepas begitu saja akibat berlama-laman dengan pujaan hatinya itu.

__ADS_1


Ibu rindu yang tengah duduk di ruang keluarga menatap heran terhadap kehadiran anak gadisnya yang terbilang cukup cepat dari perkiraannya, datang dengan menenteng sebuah kantongan ukuran sedang yang berisi kotak martabak yang diletakkan dia atas meja tampa ada kantongan lain seperti kantongan belanja yang direncanakan putrinya sebelum keluar rumah hari ini


"Lah... katanya kamu hari ini mau belanja, tapi kok..." sambil melihat ke arah belakang mencari sosok herdy.


"Iya bu, ga jadi keluar dari rencana, ga jadi nonton ga jadi belanja." ucap rindu sambil mengeluarkan kotak martabak dari bungkusannya.


"Nak herdy mana?" tanya ayah rindu karena seharusnya jika hanya untuk memarkirkan mobil saja ia pasti sudah masuk ke dalam rumah.


"Bawahan ayah itu langsung pulang." sahut rindu sambil menahan senyum mengingat tingkah herdy untuk menahan hasratnya pada rindu


Ayah dan ibu rindu saling bersitatap heran melihat tingkah anak gadis mereka yang terlihat menahan senyum seperti mengingat sebuah kejadian lucu atau menarik.


Ayah rindu memberi kode pada istrinya untuk melihat kebahagian putrinya itu, dan begitu juga ibu rindu langsung memahami arti kodean suaminya dengan mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


Sementara yang menjadi tersangka tidak menyadari kedua orangtuanya sedang menatapnya dengan penuh rasa penasaran ingin tau kebahagiaan apa yang membuat anak gadisnya terlihat bahagia larut dalam lamunannya.


__ADS_2