
"Dia belum melakukan pergerakan, masih hanya sebatas memberi ancaman."
"Tapi kita harus tetap waspada."
"Itu sudah pasti, kau tidak usah kuatir her, aku bisa jamin keselamatan keluargamu."
"Aku tau leo... tapi aku juga tidak ingin membuat pikiran rindu sehingga mengganggu bayi yang ada di kandungannya."
"Lebih tenang lah, kalau kau tenang aku jamin rindu juga tidak akan menyadarinya. Tapi kalau kau berlebihan begini bisa saja semakin membahayakan nya."
"Ck...Aku mengerti."
"Ya sudah, aku tunggu di galaxy." leon mengakhiri panggilan.
Rindu dan ellis sudah tiba di pusat perbelanjaan, namun semenjak seseorang yang memberi ancaman itu datang rindu tidak bersemangat sedikitpun walaupun ellis sudah meyakinkan rindu bahwa semuanya akan baik baik saja.
Ellisa mengirimkan pesan pada herdy, memberitahukan apa yang sudah mereka alami walaupun sebenarnya ellis begitu yakin jika kakaknya itu sudah pasti mengetahuinya melalui orang orang leon, karna ellis sempat melihat keberadaan anak buah leon berada di belakang kendaraannya dengan menaiki motor.
Ellisa membawa rindu ke salah satu lantai yang di khususkan untuk menjual berbagai makanan, berharap mood kakak iparnya itu bisa kembali setelah menikmati berbagai macam menu. Ellisa memesan banyak sekali makanan mulai dari makanan khas daerah sampai makanan luar.
"Kau gila ya." menatap tak percaya pada hidangan yang begitu banyak di atas meja.
"Sedikit gila kak, itu karena kau diam saja sejak tadi, aku bingung kau mau makan apa jadi aku pesan saja semua." tampa merasa bersalah.
Rindu menggelengkan kepala melihat ellis yang sudah memulai menikmati hidangan yang berada di depan mereka, melihat ellis yang begitu menikmati makanan yang ada di hadapannya rindu menelan ludahnya kasar, ia juga menginginkan apa yang di makan ellis.
Ellis yang sadar tengah di perhatikan memberhentikan kunyahannya dan menggeser piring itu ke depan rindu.
__ADS_1
"Aku tau kakak ingin menyicipinya bukan?!" tersenyum gemas.
"Emm.." rindu tampa berbasa basi lagi menggeser piring itu agar lebih dekat dengannya dan mulai menikmati makanan daerah itu.
"Ini enak sekali, gurih dan lezat." sambil terus menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.
"Jangan terlalu banyak menghabiskannya."
"Hah..." rindu kesal karena merasa ellis ingin memintanya kembali.
"Bukan...maksudku kakak jangan terlalu banyak memakan itu agar tidak terlalu kenyang, karena masih banyak yang lezat lezat yang belum kakak cicipi."
Rindu menganggukkan kepalanya sambil menggeser piring itu menjauh dan mengambil mangkuk yang berisi bubur candil untuk di dekat kan padanya.
"Begini caranya, tuangkan santan ini di atas bubur ini, agar rasanya lebih nikmat karena bertambah guruh." ucap ellis sambil menuangkan santan kental pada mangkuk rindu.
"Kami sering di buatkan bubur ini oleh mama. Jadi tidak usah memandangku seperti itu."
"Kau bisa membaca pikiranku ya?"
"Benar. Karena begitu terlihat dari wajahmu kak."
Kedua wanita itu kembali menikmati makanan yang ada di hadapan mereka. Entah terbuat dari apa lambung mereka yang mampu menampung begitu banyak makanan tampa merasa begah dan kenyang.
"Ternyata kau banyak sekali makan kak"
"Ish.... kau... bukan aku tapi kamu yang terlalu banyak makan, yang ku makan tadi bukan hanya untukku tapi juga untuk calon keponakanmu." tak suka di tuduh banyak makan, padahal entah berapa piring makanan yang sudah rindu habiskan.
__ADS_1
Setelah selesai menikmati makanan, rindu dan ellis meninggalkan tempat itu dan menuju ke toko aksesoris.
"Kau ingin beli apa?" tanya rindu yang melihat lihat berbagai pernak pernik disana.
"Belum tau, aku masih melihat apa yang aku inginkan."
"Ck... kau aneh, belum punya ke inginan tapi sudah masuk saja."
"Justru karna itu, setelah kita lihat maka keinginan itu akan datang."
Rindu melihat jepit rambut yang sangat cantik, begitu saja juga terlintas di kepalanya jika jepit itu digunakan mama mertuanya akan terlihat semakin cantik dan elegan. Ya mama mertua rindu memang suka menjepit belakang rambutnya.
"Kakak mau itu?" tanya ellis heran melihat rindu yang mengambil jepit rambut yang sangat cantik, padahal rindu tidak pernah menjepit rambutnya setau ellis.
"Iya.... Ah bukan..."
Ellis bingung mendengar ucapan kakak iparnya itu.
"Maksudku aku menginginkan nya tapi bukan untuk ku melainkan buat mama." ucap rindu cepat.
" Kau menantu yang sangat mengerti."
"Ish.. kau ini. Aku lihat mama suka menggunakan jepit, jadi cepit ini akan lebih cantik lagi jika berada di kepala mama."
Ellis tersenyum bangga terhadap kakak iparnya itu, benar benar kakak dinginnya itu tidak salah memilih istri. Baik, sopan, penyayang dan juga sangat pengertian.
"Baiklah setelah ini kita akan ke rumah mama."
__ADS_1
Rindu mengangguk tanda setuju. Kembali kedua wanita itu meneruskan pencaharian mereka untuk barang barang yang mereka inginkan.