Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Hanya Dia ?


__ADS_3

Hari ini mama catryn begitu bahagia karena rindu dan herdy akan menginap di rumah mama catryn. Rumah itu terasa hidup kembali setelah beberapa hari ini hanya di huni mama catryn, dimana ellis biasanya akan menginap di rumah pak hutama karena harus menemani rindu.


Malam ini ellis memutuskan untuk tidur bersama mama catryn tentu saja di kamar mama catryn yang cukup luas, karena kamar mama catryn adalah kamar utama di rumah itu. Walaupun semua kamar memiliki toilet namun kamar mama catryn memiliki ruangan yang lebih luas dan pemandangan dari balkon kamar itu lebih indah.


Farel sang asisten pun telah kembali ke rumah hutama untuk berjaga jaga.


Herdy mendekap erat rindu dalam peluknya, rasa rindu telah memenuhi seluruh ruang hatinya. Sudah beberapa hari ini herdy selalu pulang larut, sehingga waktu untuk menemani kehamilan sang istri jadi berkurang.


"Aku begitu merindukan dia" herdy mengelus lembut perut rindu.


"Hanya dia...?


"Ck... aku lupa istri cantikku ini sekarang menjadi lebih sensitif." membelai wajah rindu dengan lembut. "Aku merindukan semua yang ada pada dirimu sayang..."disini..." menyentuh lembut wajah rindu. "yang ini." mengecup bibir ranum rindu. "ini juga..." meremas lembut dada rindu yang semakin berisi itu. "Ini lagi..." menyentuh bagian bawah rindu... "ini semua adalah canduku." ucap herdy memeluk gemas.


Rindu menyunggingkan senyum karena merasakan ketulusan dari suaminya itu.

__ADS_1


Herdy membawa tangan rindu menyentuh bagian bawahnya, dimana sisi kelakian herdy telah berunjuk diri. "Dia menginginkannya sayang..." bisik herdy dengan suara yang berat hingga membuat tubuh rindu meremang.


"Kita sedang di rumah ma..." belum selesai rindu berucap, herdy telah membungkam bibir merah istrinya itu, dengan bibirnya.


"Shuutt...pelankan sayang.... kamar ini tidak memiliki peredam suara yang baik." bisik herdy pelan di telinga rindu, membuat rindu semakin menginginkannya.


Rindu menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Herdy terus mengecup wajah rindu. Jemari herdy juga tak kalah lincah mengelus perut yang semakin membuncit itu.


Puas mengecup wajah rindu, herdy menurunkan kepalanya di bagian leher rindu dan semakin turun lagi hingga wajah herdy tepat berada di bagian dada rindu.


Rindu memberikan kecupan singkat di bibir herdy, membuat herdy merasakan bahagia yang begitu sempurna. "Jangan memancing lagi sayang, dia menginginkannya" bisik herdy pada rindu membuat rindu membulatkan matanya.


"Tidak..... Aku begitu letih."


"Letih tapi mau kan?" herdy mengerlingkan mata.

__ADS_1


"Hemm" ucap rindu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang herdy.


"Istirahatlah, atau jagoan ini akan menggagahimu sayang.."


"Ish... kamu ini tidak pernah puas."


"Aku sangat puas... namun milikmu yang membuatku candu ini seakan tidak cukup cukup. Punyanya ingin melakukannya berulang kali hingga membuat milikmu takluk."


"Milikku sudah takluk sayang.. , sudah candu ingin di sentuh oleh milikmu."


"Kamu tau sayang, milikmu begitu hangat dan kuat menjepit milikku, ia begitu pintar mengusuk milikku. Achh... luar biasa." ucap herdy kembali memberi kecupan di kening rindu.


"Sekali lagi ya... janji hanya sekali." rayu herdy di telinga rindu dengan suara beratnya. Rindu yang yang juga sudah terbakar hasrat ingin dicumbu menganggukkan kepalanya dengan wajah merah merona.


"Emmhh..."

__ADS_1


__ADS_2