Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Bunga bunga yang indah


__ADS_3

Saat semua sedang menyantap makanannya dengan hikmat tampa suara, rindu datang dengan pakaian tidur yang pendek, membuat kaki jenjang dan paha mulusnya terekspos bebas. Herdy melihat keseksian rindu menelan makanannya dengan susah payah, matanya membesar melihat rindu yang tampil sexy, herdy tidak ingin kesexyan istrinya di lihat pria lain.


Farel juga menelan makanannya dengan kasar, melihat pemandangan yang harusnya tak ia lihat dari istri bos dinginnya itu. Secepat kilat farel kembali menundukkan pandangannya tampa berani melihat kesekitarnya lagi.


Sedangkan ellis dan mama catryn biasa saja, menikmati makanan setelah memberikan senyum pada rindu memberikan arti selamat bergabung di meja makan.


"Jika begini, bisa bisa aku mati muda, berani sekali mata ini melihat milik tuan." ucap farel dalam hati sambil memasukkan suapan suapan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.


Setelah selesai sarapan pagi herdy dan farel berangkat ke perusahaan. Sedangkan rindu tengah duduk di kursi teras setelah kepergian herdy.


Ellisa tengah asyik memainkan ponselnya yang tengah menselancari IG miliknya, melihat postingan postingan dari teman temannya. Mama catryn menyusul rindu ke teras rumah setelah selesai membereskan peralatan sarapan pagi tadi. Mama catryn memang lebih suka menyelesaikan itu semua sendiri, bukan ellis dan rindu tidak ingin membantu tapi mama catryn memang melarang anak dan menantunya itu.


"Bagaimana sekarang apa lebih baik?" tanya mama catryn.


"Iya maa.. tapi rindu masih belum bisa kembali bersemangat mengerjakan sesuatu."

__ADS_1


"Itu biasa, nanti juga akan kembali lagi dengan sendirinya, mungkin sebentar lagi atau mungkin setelah melahirkan."


"Begitu lama, rindu merasakan sesuatu yang berbeda pada diri rindu."


"Ya tentu saja, tapi itu harus dinikmati, karena setiap kehamilan itu memiliki sesuatu yang berbeda. Kehamilan pertama dan kedua atau seterusnya itu tidak ada yang sama, jika ada pun itu sangat jarang."


Rindu menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Ada rencana untuk hari ini?"


"Baiklah, kamu dapat di rumah saja bersama ellis, karena mama hari ini akan keluar ke rumah teman mama."


"Iya maa."


"Mama tidak akan lama."

__ADS_1


Rindu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Rindu melihat bunga bunga yang ada di halaman rumah mama catryn, bunga bunga yang sungguh indah dan terlihat begitu terawat tidak ada rumput dan semua tanaman itu terlihat begitu subur.


Mama catryn memang begitu handal dalam memelihara tumbuhan, semua bunga bunga yang ia tanam tumbuh begitu subur dan indah, memanjakan mata yang melihatnya. Jejeran bunga mawar yang beraneka warna membuat keindahan yang luar biasa. Anggrek dari beberapa jenis dan warna pun terawat begitu menawan. Luar biasa rumah dengan pemandangan yang begitu indah dan asri.


"Mama tinggal kamu masuk untuk beberes ya." ucap mama catryn mengalihkan pemandangan rindu untuknya.


"Iya ma..., jangan sungkan, rindu merasakan damai disini, melihat pemandangan dari bunga bunga mama yang terawat dengan sempurna." ucap rindu memberi pujian.


"Oh benarkah..." uca mama catryn bahagia dan tersanjung.


Sebenarnya semua yang sudah berkunjung ke kediaman mama catryn pasti akan menyanjung mama catryn karena keahliannya dalam merawat tanaman. Semua mata yang melihat tanaman itu pasti akan kagum, terawat dan tertata begitu indah sempurna untuk di lihat mata.


Halaman yang cukup luas itu penuh dengan tumbuhan dan bunga bewarna warni yang tertata dengan rapi, membuat siapa pun yang melihatnya akan betah berlama lama disana untuk merasakan kesegaran udara dan mata sehingga dapat menenangkan pikiran dan jiwa yang sedang membutuhkan ketenangan.

__ADS_1


__ADS_2