Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Pulang


__ADS_3

Hari yang mendung menyambut pagi di daerah tempat rindu dan herdy menginap. Kabut tebal menghiasi pemandangan pagi yang begitu menyegarkan.


Rindu duduk di bibir kasur tempat ia menginap, wajah rindu seperti merasakan kerinduan pada keluarganya yang tak imut dengannya, begitu juga aichel sudah dua hari tak menanyakan kabarnya.


Rindu meraih hpnya di atas nakas yang tak jauh dari tempat ia duduk dan mencoba menghubungi nama AichelQ di dalam kontaknya. Tak butuh lama rindu mendengar suara aichel yang terluhat baru bangun tidur.


"Lo gak ngantor?" melirik ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Gue ga enak badan."


"Lo udah berobat belum?" kwatir.


"Cuma deman aja nih, entar juga hilang sendiri."


"Ya udah lo istirahat. Dah..." mematikan hpnya.


Rindu yang tau keadaan aichel sedang sakit memutuskan untuk menemui herxy yang berada di kamar sebelah kamarnya, setelah mendengar ijin maauk dari herdy, rindu segera duduk di samping herxy dengan menatap wajah tampan kekasihnya itu dengan sebuah pengharapan.


"Kamu kenapa pasang wajah memelas gitu sih yang?" mencari tau.


"Boleh gak kita pulang hari ini?" berharap.


"Kenapa? apa ada masalah sama...-

__ADS_1


Belum sempat herdy meneruskan ucapannya rindu sudah menutup mulut herdy dengan jari telunjuknya."Gda sayang, aku cuma kangen sama rumah aja jarang jarang juga ayah sama ibuk ada." ucap rindu.


"Ya udah..entar habis dari proyek kita langsung balik." meraih handuk dia atas kursi.


"Sekarang boleh gak,jangan tunggu sampai sore." ucap rindu lirih.


Herdy yang bingung dengan sikap rindu pun terdiam melihat tatapan rindu penuh harap.


"Boleh ya sayang" menyatukan kedua telapak tangan untuk memohon.


"Jujur deh sama saya, ada apa sebenarnya sih sayang..?" memegang bahu rindu.


"Aichel sedang sakit." ucap rindu pelan sambil menundukkan kepala.


Setelah mendapat persetujuan dari herdy akhirnya rindu kembali ke dalam kamarnya untuk menyusun barang barangnya dengan wajah yang berbinar dan penuh semangat.


Tak lama rindu menyusun barang-barangnya ke dalam koper. Setelah selesai rindu pun menyeret kopernya keluar kamar dan menghampiri herdy yang masih sibuk memasukkan barang barangnya.


"Udah siapan yang...?" tany herdy


"Udah.."


"Cepet banget?" senyum melihat wajah cantik rindu yang terlihat senang.

__ADS_1


"Biar cepat geraknya" jawab rindu enteng.


"Ich... kamu yaa, kalo berurusan sama aichel cepat banget geraknya."


"Ih...kok gitu sih? " ucap rindu kembali masam.


"Ga...cuma kalo saya yang sakit kamu bakal sepanik ini juga gak mau nemuin saya dengan segera." menyeret koper yang sudah berisi ke arah rindu.


"Kalo itu...." rindu menghentikan ucapannya membuat herdy penasaran.


"Itu apa?"


"Ya gak akan aku buru buru gini." ucap rindu membuat herdy lemas.


"Karna aku akan ada selama 24jam berada disamping lelaki tampan ini." ucap rindu menunjuk arah dada herdy yang membuatnya senang jungkir balik.


"Makasi sayang..." memeluk rindu.


"Udah ayuk berangkat, entar karna pelukan jadi tertunda berapa menit tu." melepas pelukan herdy.


Rindu dan herdy pun menuju ke lobby untuk cek ot. Setelah menyelesaikan administrasi herdy bergegas menuju parkiran untuk membawa mobilnya menuju depan lobby untuk menjemput kekasih hatinya itu.


Setelah memasukkan dua koper ke dalam bagasi mereka pun melaju meninggalkan resort.

__ADS_1


__ADS_2