Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Menginap di rumah mama catryn


__ADS_3

Herdy tengah mendengarkan rencana yang di buat oleh leon untuk memancing seluruh orang orang orang arrai agar mereka bisa di satukan dengan bos nya itu dalam jeruji besi. Herdy benar benar tidak ingin ada kelalaian dalam rencana ini karena ini menyangkut nyawa orang orang yang di sayanginya, setelah sebelumnya arrai mencoba mencelakai pak rayhan dan ibu rianti yang tak lain adalah Pemilik Hutama Grup dan juga ayah, ibu mertua dari herdy. Namun gagal karena pak rayhan menyadarinya.


Farel yang duduk di kursi sebrang meja bartender sedang fokus pada pekerjaan yang ia kerjakan lewat ipadnya. Sesekali farel meneguk jus yang ada di hadapannya itu. Galaxy adalah sebuah klub malam yang di tongkrongi oleh orang orang tertentu saja. Untuk minuman dan makanan yang di sediakan disini sangat beragam mulai dari minuman khas klub malam atau bar sampai ke minuman dan hidangan makanan cafe.


Para pelayan atau karyawan yang bekerja di galaxy mulai bermunculan dan menyiapkan sesuatunya mulai dari kebersihan, posisi para pelayan hingga sang penguasa piringan hitam juga telah bersiap di tempatnya guna memeriahkan tempat itu.


Lampu yang berkelap kelip mengitari lantai dance mulai menghiasi ruangan yang minim pencahayaan itu. Satu persatu pengunjung mulai terlihat mengisi beberapa tempat di ruangan yang luas itu.


Mendengar dentuman musik sudah terdengar dari seorang dj yang mengontrol piringan hitan dangan segala keahliannya, farel memutuskan untuk pindah dari tempat itu menuju ke ruangan bos leon. Farel bukan terganggu dengan suara musiknya tapi farel akan terganggu jika seseorang melihat sesuatu yang tengah ia kerjakan. Farel sadar kemungkinan itu bisa saja terjadi karena ia berada di tempat umum.


Sementara di tempat yang berbeda di kediaman mama catryn, rindu tengah melihat wajah berbinar bahagia dari sang mama mertuanya itu karena kehadiran dirinya dan juga ellisa yang sudah beberapa hari ini menginap di kediaman sang kakak ipar.

__ADS_1


Pelukan hangat saling melengkapi awal pertemuan mama mertua dan menantu itu. Namun itu tidak berlaku pada ellis, anak bungsu yang selalu memiliki tingkah kesenangannya sendiri.


"Anak nakal... kamu lupa dengan mama mu ini ya." mencubit gemas kedua pipi ellis.


"Maa.... sakit..., bukan lupa tapi salahkan anak sulungmu yang manusia dingin itu." sambil masuk ke dalam rumah.


Rindu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah dan ucapan adik iparnya itu. Begitu juga mama catryn yang ikut memasuki rumah sambil merangkul rindu sang menantu menyusul ellis yang lebih dulu masuk, tak habis pikir ada saja julukan yang di berikan anak gadisnya itu kepada sang kakak, walaupun sebenarnya yang di ucapkan ellis itu adalah kenyataannya.


"Ck. Kamu ini..., bukan karena kakak kamu, tapi mama tau itu juga karena keinginan kamu, emang bisa ya kalau itu bukan keinginan kamu?" tanya mama catryn sambil menyadarkan anak bungsunya itu, jika dia tidak berkeinginan maka siapa saja tidak akan bisa memaksakan kehendak pada anaknya itu.


Semenjak pernikahan herdy dengan rindu di tambah lagi dengan kehamilan rindu membuat ellis lebih sering menghabiskan waktu di kediaman hutama. Kelihatannya ellis begitu menginginkan seorang keponakan, dan juga sepertinya ellis begitu menyukai dan menyayangi istri kakaknya itu.

__ADS_1


"He..he... Mama benar." ucap ellis dengan senyum.


"Maaf maa..., ini karena kami membuat mama merasa kesepian di rumah." ucap rindu merasa bersalah pada mama mertuanya itu.


"Shuut... jangan bilang begitu, jika pun ia tidak menginap di tempat kalian mungkin saja gadis nakal ini sekarang tidak berada disini bersama kita. Mungkin saja dia sedang berkeliling bersama teman temannya di luar sana." ucap mama catryn menenangkan menantunya itu.


Ellis menganggukkan kepalanya pada rindu, tanda ia membenarkan ucapan mama catryn.


Rindu yang melihat ekspresi wajah mama dan adiknya itu secara bergantian, rindu melihat ketulusan pada mimik wajah mereka berdua hingga rindu membuat garis senyum di bibir rindu melengkung sempurna.


"Baiklah... malam ini kita menginap disini, menemani mama."

__ADS_1


__ADS_2