
Rindu yang telah selesai berkutat dengan pekerjaannya akhirnya bisa menyandarkan kepalanya. Rasa pegal pada lehernya sedikit terobati. Sambil menunggu jam pulang rindu merapikan beberapa dokumen yang berada di meja kerjanya.
"Belum kelar rin..?"
"Udah pak." meletakkan dokumen pada raknya dan meraih tas slempangnya.
Mereka berjalan keluar dan masuk ke lif sambil ngobrol.
"Kamu hebat ya rin, cepat banget ngerti dan menguasai dunia bisnis, padahal gelar kamu bukan jurusan ini."
"Bapak bisa aja, kan saya masih belajar pak, jadi seketaris kan bukan menjadi pebisnis pak."
"Sama aja rin, kamu udah hebat banget menghandle jadwal dan file dokumen yang saya perlukan !"
"Yang hebat tu bapak, usia masih terbilang muda tapi kemampuannya tak bisa diremehkan." senyum manis.
"Biasa aja lah rin, saya bekerja kan sesuai dengan gelar pendidikan saya." senyum tampan.
'Bener sih pak tapi karna bapak hebat, makanya ayah bisa percayakan perusahaannya buat bapak pimpin"
"Iya deh menurut kamu aja, tapi jangan panggil bapak lagi dong, kan udah pulang kerja."
Mereka tiba di lantai bawah tepat di lobby kantor itu, herdy langsung berjalan menuju parkiran sedangkan rindu menunggunya di depan lobby.
Diperjalanan mereka kembali melanjutkan obrolannya. Herdy dan rindu kini terlihat semakin akrab, sudah tak terlihat lagi rasa canggung diantara mereka.
__ADS_1
Terdengar suara panggilan dari hp rindu yang membuat obralan mereka berhenti sejenak.
"Ya ai...."
"Kamu udah jalan pulang belum?"
"Udah.... emang napa?"
"Ketemu di Restoran X ya, sekalian ajak herdy."
"Ok. Entar gue tanya herdy dulu"
"Dy kamu sibuk nggak?? aichel ngajak ketemuan di resto x "
"Boleh"
"Ocha lagi sibuk, ntar kalo dia udah kelar nyusulin kita kok."
"Ok."
Herdy dan rindu pun menuju ke restoran x, sebenarnya dalam hati herdy masih penasaran apa maksud aichel mengajak mereka ketemuan. Namun tidak dengan rindu, karna ia kenal benar dengan sahabatnya yang satu ini, suka dengan perencanaan mendadak.
"Kamu ga penasaran, mengapa aichel ngajak ketemuan rin?" menoleh melihat rindu sekilas.
"Ya ampun kalo saya penasaran, berarti saya ga kenal aichel dong dy."
__ADS_1
"Emang ada apa aichel ngajak ketemu?"
"Paling makan dan minum, ngobrol, apalagi kalo bukan itu, aichel itu bingung mau ngabisin waktu dan uangnya buat apa." tawa ringan rindu yang membuatnya terlihat semakin cantik.
"Kamu cantik rin.."
"Kok bahas cantik sih?!" wajah yang memerah.
"Saya serius rin, kamu cantik banget, alami cantiknya" menatap rindu.
"Udah dong, muka saya jadi merah ni kan !" tersipu malu.
Herdy dan rindu pun tiba di restoran x tempat mereka janji ketemuan dengan aichel. Mereka bersama- sama melangkahkan kaki masuk ke dalam restoran itu.
Terlihat aichel melambaikan tangannya memberitahukan keberadaannya pada temannya itu.
"Udah lama lo ?"
"Baru aja, ni pesan apa yang kalian mau." sambil memberikan daftar menu.
"Gue seperti biasa aja deh." ucap rindu sambil mengeluarkan hp dari dalam tasnya.
"Saya pesan sanger dan makannya saya pesan chiken roll moza. " mengucap pada pelayan yang berdiri di sampingnya.
Tak lama menunggu pesanan mereka pun tiba, begitu juga dengan ocha.
__ADS_1
Mereka berempat menikmati makan malam mereka dengan obrolan.