
Farel telah membeli kembali beberapa persen saham yang di beli secara curang oleh salah satu petinggi perusahaan cabang yang ada di kota W.
"Berani sekali dia bermain dengan bos." farel berbicara sendiri di meja kerjanya.
Herdy tengah menikmati kehancuran orang orang yang melakukan kecurangan pada perusahaan hutama. Terlihat via zoom orang yang melakukan kecurangan begitu terkejut ketika mendapat informasi saham yang baru di belinya itu kini sudah berpindah tangan ke perusahaan hutama. Betapa gilanya dia berani bermain dengan herdy. Herdy bukan pemilik perusahaan tapi ia telah mendedikasikan kemampuan nya untuk perusahaan mertuanya itu jauh sebelum ia menikahi dan mengenal rindu.
Masih dalam via zoom juga, herdy dapat melihat beberapa orang polisi membawa arai secara paksa. Senyum smirk herdy membuat farel yang baru masuk ke ruangan herdy bergidik ngeri, menunggu kelanjutan dari kejadian hari ini.
"Lakukan seperti perintah leon." tegas herdy pada farel mengingatkan.
Farel hanya membungkukkan kepalanya tanda menerima dan menjalankan perintah sang bos. Dalam beberapa menit saja di segala media saham telah terjadi keributan. Skandal arai di siarkan di semua media tampa ada yang di tutupi.
Setelah berita kejahatan arai di sebar luaskan, kini farel sedang berkutat di depan layar monitor komputer nya untuk membalikkan keadaan saham hutama yang menurun akibat berita itu. Tampa rasa kuatir farel kembali menjalankan tugasnya sesuai perintah herdy dan leon. Ini semua sudah diperkirakan oleh mereka akan terjadi, maka sebelum mereka menjalankannya mereka sudah memikirkan terlebih dahulu sebab akibatnya sehingga mereka dapat mudah mengatasi masalah yang menghebohkan dunia bisnis tersebut.
"Kau yakin.?" suara Rayhan utama dari balik telpon.
__ADS_1
"ayah tunggu saja, hanya 3 hari, setelah kita akan mendapatkan lebih." ucap herdy yakin dan serius.
"Ayah percaya padamu." tampa menunggu jawaban dari herdy rayhan memutuskan sambungan telpon terlebih dahulu.
Rindu yang masih dalam perjalanan pulang bersama ellisa begitu terkejut ketika mendengar berita kekacauan di dunia saham melalui siaran radio yang di putar di mobil ellisa, apalagi itu melibatkan perusahaan papanya.
"Tak usah kau pikirkan kak, percayakan saja pada manusia dingin itu, pasti dia sudah memiliki rencana" ellisa menyapu lengan kakak iparnya itu memberi ketenangan.
Rindu hanya diam tak menjawab namun ia menganggukkan kepalanya tanda ia setuju de gan ucapan adik iparnya itu.
"Kau tenang saja, tunggu 3 hari, setelah itu akan normal kembali bahkan lebih dari yang kau harapkan" herdy langsung berkata tampa menunggu aichel bertanya, yang memang telah diketahui herdy penyebab aichel menghubunginya.
"Baru tadi pagi aku mencarimu ingin menceritakan kejanggalan ini, lagi lagi kau sudah bertindak"
"Kau begitu lambat."
__ADS_1
"Ck... kau memang hebat. Kami menunggu kabar baiknya. Aichel mematikan panggilan itu tampa menunggu balasan dari herdy.
Hari ini herdy pulang hampir mendekati waktu subuh. Ia dan farel memantau pergerakan saham dari layar monitor yang ada di ruangan kerjanya sementara leon mengendalikan kekacauan itu dari ruangannya memerintahkan anak buahnya untuk menjalankan aksinya memberi peringatan pada keluarga arai agar tidak ceroboh yang mana akan ada kegila an yang lebih besar jika mereka melakukan pembalasan.
Ellisa menemani rindu di rumah hutama, itu semua tak luput dari permintaan sang kakak untuk menjaga keselamatan istrinya itu. Herdy tidak ingin lalai, ia memikirkan kemungkinan yang dilakukan keluarga arai padanya. Ya semua dugaan herdy memang terjadi, beberapa waktu lalu saat berita penangkapan arai di sebarkan, beberapa orang arai mendatangi kediaman rindu dan ingin menuntut pada rayhan selaku pemilik perusahaan arai bekerja.
"Bagaimana?" herdy memasuki kamarnya secara perlahan dan sunyi.
"Semua baik. Baiklah aku akan beristirahat di bawah" ucap ellisa keluar dari kamar sang kakak.
"Hm..farel ada di bawah."
Ellisa berhenti dan menoleh ke arah herdy.
"Maksud kakak jangan sampai kau memasuki kamar yang salah." ucap herdy mengerti arti tatapan adiknya itu.
__ADS_1
Ellis meneruskan langkahnya berjalan menuruni tangga menuju kamar tamu yang ada di lantai bawah.