Rindu ... Yang Memabukkan

Rindu ... Yang Memabukkan
Semakin Romantis


__ADS_3

Setelah dua hari dirawat akhirnya ocha pulang ke rumah di temani oleh mama aichel.


Rossa tidak diijinkan aichel untuk masuk kantor, untuk sementara aichel meminta asisten pribadi ocha yang menghandle urusan kantor. Sedang aichel sibuk di kantornya.


Untuk beberapa hari ini rossa ditemani oleh mama mertuanya dan ibu rindu.


Semua orang saat ini sibuk memperhatikan rossa yang tengah hamil muda. Aichel selalu memberi perhatian lebih pada ocha tampa melihat tempat bahkan kerap kali membuat rindu iri.


Hari ini ocha mulai merasakan mual di perutnya. Bukan hanya mual saja, ocha bahkan ingin selalu dekat dengan suaminya. Tak ingin semenit pun ia jauh dari aichel. Sikapnya berubah menjadi manja dan lebih agresif.


"Sayang..." panggil ocha


"Mau lagi ?" tertawa kecil.


Rossa menganggukkan kepalanya dengan cepat. Sudah beberapa hari ini aichel melakukan olahraga paginya di atas kasur namun ia melakukannya dengan lembut karna ia tak mau terjadi sesuatu pada calon bayinya.


Ocha sangat menikmati gerakan suaminya, erangan dan desahan nikmat ocha membuat aichel semakin liar, lidah aichel memainkan ** gundukan milik istrinya itu, sesekali tangannya * lembut dada ocha. Entah berapa kali tubuh mereka mengejang melepas **** * namun ocha masih saja terus meminta tak pernah puas. Aichel membaringkan tubuhnya disamping ocha yang masih terus merengek meminta lagi.

__ADS_1


Kecupan dan permainan jemari ocha pun berhasil membuat aichel melanjutkan aktifitasnya. Aichel kembali melumat bibir ocha, sesekali lidahnya bermain diatas gundukan kembar milik ocha, kembali desahan nikmat memenuhi ruangan kamarnya disaat aichel menjilati seluruh bagian tubuh ocha.


Satu jam lebih mereka berolah raga di kamar aichel pun keluar dengan keadaan yang terlihat lelah.


Rindu yang tengah berada di rumah aichel pun tak luput melihat aichel yang terlihat sangat lelah akhir-akhir ini.


"Ocha mana ?"


"Masih di atas."


"Ngepain lo senyum-senyum ga jelas gitu?" wajah kesal.


"Lo habis olahraga kasur ya?" menahan tawa.


"Busyet dah...ni mulut." Menutup mulut rindu kuat.


Rindu meraih tangan aichel yang membungkam mulutnya dengan cepat. "Resek lo ai.." mengusap wajahnya.

__ADS_1


"Lo sih..ngomong kira-kira dong" duduk di kursi makan.


Aichel menceritakan semua perubahan ocha yang membuatnya kewalahan tiap pagi, sontak saja rindu terkekeh dibuatnya. Tampa rasa malu sahabatnya itu menceritakan keinginan ocha yang tinggi untuk berhubungan intim. Rindu pun bingung harus menanggapi bagaimana ya terang saja rindu kan masih perawan.


Rindu dan aihel yang sedang mengobrol dikagetkan oleh suara ocha yang memanggil nama aichel. Rindu menatap ke arah suara dan tercengang kaget tak percaya apa yang dilihatnya. Melihat rindu yang terdiam, aichel pun melihat ke arah belakangnya, tak kalah kagetnya ia dari rindu, melihat istrinya keluar dari kamar hanya mengenakan lingeri tipis yang menunjukkan tubuhnya.


Aichel berlari kearah istrinya dan menggendongnya masuk ke kamarnya yang berada di lantai dua. Rindu yang masih tercengang tak habis pikir ia, ternyata orang yang sedang mengidam itu bisa melakukan hal-hal gila. Beberapa menit kemudian terlihat aichel menuruni anak tangga dengan tampang yang semakin acak-acakan.


"Ternyata ocha segila itu ai...?"


"Lo lihat kan, gue aja sampe kewalahan rin."


"Itu lo udah konsultasi belum?"


"Udah...selama dia merasakan nyaman sih ga berbahaya ucap dokter, tapi jujur gue bisa lemes dong tiap hari gini."


Rindu tertawa geli melihat penderitaan sahabatnya itu.

__ADS_1


__ADS_2